My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Terpecahkan


__ADS_3

"Tolong jangan celakai keluargaku..!!"Rintih Lusy ketika beberapa orang suruhan Sawn membawa paksa dirinya.


Sebelumnya memang assisten Liu sudah mengerahkan orang suruhan untuk mencari Lusy dan membawanya. Lusy di temukan di sebuah apartement yang tak jauh dari rumah orang tuanya.


"Aahhhh...." Lusy di dorong ke lantai dengan kasar, merintih kesakitan dan menangis tiada henti.. Di wajahnya seperti terpancar ketakutan yang luar biasa.. Berpikir apa yang akan dilakukan oleh orang-orang suruhan Sawn.


Sawn datang ke tempat Lusy di bawa dan di tahan. Sebuah rumah kumuh yang tidak terurus dengan beberapa pondasi sudah mulai usang. Tampak seperti rumah tak berpenghuni pada umumnya.. Kotor


Menatap dengan penuh kebencian. Masalah sudah terpecahkan, Lusy sebagai orang suruhan. Assisten Liu berhasil meretas nomor ponsel milik Lusy. Keahlian piawai yang dia dapatkan setelah masuk badan intelegen.


"Siapa yang menyuruhmu?."


Tubuh Lusy gemetar, Sawn berada di hadapannya dengan tatapan yang sangat berbahaya bagi dirinya.


Lusy tetap membungkam, dia tidak ingin membuka mulutnya sedikitpun.


"Baiklah... Liu perlihatkan padanya..!."


Assisten Liu memperlihatkan sebuah video dari ponselnya.


Lusy membelalakan matanya.. Dia memohon-mohon pada Sawn.


"Jangan sakiti keluargaku.. Aku mohon...!."


Sawn berdiri.. Menarik rambut Lusy.


"Aahhh..... Tolong.. Jangan sakiti aku.." Lusy mengerang.


"Ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan pada Rachel. Kalau bukan karena perbuatanmu Rachel tidak akan mengalami kecelakaan itu." Sawn mendorong tubuh Lusy, sampai dia terjerembab ke lantai.


"Jadi bagaimana dengan keputusanmu.. Keluargamu atau memilih tetap bungkam?."


Sawn mencoba menekan Lusy dengan pilihan yang sulit agar dia bisa membuka mulutnya..


"Keluargaku.."


"Baiklah... Katakan dengan jujur kamu bekerja untuk siapa?."Tanya Sawn dengan tegas tanpa ampun.

__ADS_1


"Nona dari keluarga Lu..."


Sawn terdiam sejenak... Berpikir mengingat keluarga Lu.. Bukankah..


" Nona kekuarga Lu, Apa maksudmu Anran?."


"Iya.. Nona Anran..."


Sawn seakan tak percaya mendengarnya, setahu dia Anran sudah meninggal karena bunuh diri.


"Ada yang tak beres.." Gumamnya dalam hati.


"Katakan padaku.. Bukankah dia sudah meninggal sekian lama?."Sawn sangat penasaran dengan apa yang terjadi dibalik kejadian ini.


"Itu hanya rekayasa.. Nona Anran tidak terima kalau usaha ayahnya dihancurkan oleh Nyonya Park. Nona Anran juga tidak menerima kalau dirinya hanya dijadikan olehmu sebagai batu loncatan untuk menghindar dari pernikahan. Jadi nona Anran ingin balas dendam."


Sawn sungguh tak percaya dengan kenyataan yang dia dengar. Sekian lama dirinya hidup dalam rasa bersalah dan penyesalan. Anran gadis yang dia dekati hanya demi kepentingannya menghindari pernikahan. Memalsukan kematiannya untuk membalaskan dendam. Rachel wanita tak berdosa harus menerima semua ini. Anran pun tak berdosa, dia tak melakukan kesalahan hanya saja Anran terlalu banyak berharap.. Terlalu terobsesi dengan keinginannya memiliki Sawn.


"Dimana Anran sekarang?."


"Dia pergi ke kota S.. "


"Liu.. Kau urus dia."


-----------------------------------


▪ Kediaman Keluarga Besar Moon


"Tuan.. Anda datang..." Pelayan perempuan paruh baya menyambut kedatangan putra tunggal keluarga itu..


Sawn berjalan masuk..


"Dimana ibu?."Sawn menanyakan keberadaan ibunya, Nyonya Park.


"Mari saya antar.. Nyonya sedang berada di lantai atas. Sedang bersantai.."


Perempuan paruh baya itu adalah assisten keluarga besar Moon. Yang biasa mengurus keperluan Rumah Tangga keluarga itu.

__ADS_1


Berjalan menaiki tangga... Sawn sudah cukup lama tidak mendatangi rumah masa kecilnya itu.


" Bu... "Sapa Sawn


"Sawn... Kau disini.. "


"Kenapa tidak memberitahuku terlebih dahulu.. Ada apa.. Apa ada masalah pada Rachel?."


"Duduklah terlebih dahulu."Nyonya Park mempersilahkan Sawn untuk duduk.


" Bu.. Aku datang kesini ingin menanyakan satu hal padamu."


"Terkait keluarga Lu.. "


"Keluarga Lu?."Nyonya Park mencoba mengingatnya.


"Keluarga Lu yang pernah bermasalah denganmu itu? tepatnya yang dulu ibu hancurkan usahanya?."


"Ya itu... Apa yang ibu lakukan selain menghancurkan usaha keluarga Lu?."


Sebenarnya Sawn takut kalau itu hanya akal-akalan licik Lusy untuk mengecoh dirinya.


"Apa ya.. Aku hanya mengurusi usaha keluarganya saja.. Tidak ada yang lain..."


"Apa ibu tahu anaknya meninggal karena bunuh diri.?."


" Iya ibu sempat mendengarnya.. Tapi itu hanya gosip. Karena setelah itu pernah ada yang melihat anaknya berkeliaran. Aku memang tidak memberitahumu hal ini."


"Jadi ibu tidak melakukan apapun seolah-olah anaknya bunuh diri?."Sawn bertanya penuh selidik.


"Sawn... Kau tahu ibumu. Aku memang keras dan menyebalkan untuk para wanita yang mendekatimu.. Tapi aku tidak akan mengotori tanganku dengan cara membunuhnya.. Ibu masih bisa berpikir logis untuk tidak membunuh."


Sawn menemukan jawaban dari semua masalah di masa lalunya.


 


*Bersambung*.....

__ADS_1


 


__ADS_2