My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Bohong


__ADS_3

Wajah dan bibir seringkali berbohong


Tapi hati adalah perkataan yang sebenarnya


Pagi yang cerah diharapkan membawa hari yang cerah juga. Tapi bukan berarti mendung selalu membawa hari yang duka. Tidak.. Tidak selamanya begitu.


Rachel sudah bersiap untuk pergi ke kantornya, dia merasa hari ini adalah awal hari yang baik untuknya. Menyiapkan sarapan dan beberapa camilan untuk Suri. Tak lupa meninggalkan catatan kecil di bawah ponsel Suri di kamarnya.


"Suri, maaf aku tak membangunkanmu, kau tertidur cukup lelap. Aku harus pergi ke kantor. Tak enak meninggalkan pekerjaan terlalu lama. Baik-baiklah sementara aku pergi. Sarapan sudah aku buat dan untuk makan siang tinggal di panaskan di lemari es."Secarik kertas kecil untuk Suri.


"Enak ya jadi pegawai kesayangan presdir, absen masuk kantor pun sesuka hati."


"iya.. kalau yang lain pasti sudah di kasih SP. Lah ini."


Begitulah selentingan-selentingan berbau gosip tak kala Rachel tiba di kantor. Dia hanya berlalu tanpa menghiraukan mereka. Jadi bahan gosip, cibiran, tatapan sinis dari karyawan lain khususnya perempuan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Rachel. Mereka hanya iri melihat Rachel diperlakukan berbeda. Karena tentunya sebagai assisten presdir.


Pagi hari itu dia mempersiapkan capucino panas untuk Sawn di meja kerjanya. Ketika Sawn tiba dia melihat sudah ada secangkir capucino, aroma itu pasti dibuat oleh Rachel pikirannya mengatakan begitu. Sawn melihat Rachel di sekeliling tapi tak ada. Yang terlihat hanya assisten Liu sedang membawa setumpuk pekerjaan yang harus di tandatangani oleh Sawn.


"Oh nona Rachel apakah kau sudah baikkan?."Tanya assisten Liu pada Rachel yang muncul dari arah samping ruangannya. Sawn langsung memalingkan wajahnya ke arah Rachel.


"Kemeja pink peach yaa.. tumpahan kopi aku ingat hari itu."Gumam Sawn dalam hati melihat Rachel mengenakan kemeja yang sama di saat mereka pertama kali berjumpa.


"Tuan Sawn, aku sudah mencocokan agendamu hari ini dengan Sani."Rachel sembari memperlihatkan agenda harian yang dijadwalkan untuknya.


Aroma parfum yang lembut tapi khas dari Rachel mampu membuat Sawn betah berada di sisinya.


Sawn hanya melihatnya tanpa berekspresi dan hanya menyuruhnya untuk berbicara pada assisten Liu.


Rachel yang melihat sedikit berbeda dari Sawn merasa aneh, dia berpikir kalau apa yang dilakukan Sawn padanya kemarin-kemarin itu hanyalah bentuk tanggungjawab atasan kepada bawahannya.


Tampak guratan rasa kecewa di wajah Rachel. Dia merasa Sawn menyukainya tapi ternyata salah. Hanya perasaan Rachel yang berlebih.


"Kenapa aku seperti ini. Lagi pula dia hanya bersimpati saja padaku. kenapa aku memikirkan hal lain."Gerutu Rachel dalam hati.


Sawn berperilaku secara profesional, dia bekerja dengan cekatan tanpa banyak basa-basi tanpa banyak bergurau, dia bahkan lebih mirip manusia robot.

__ADS_1


Dua jam setelah makan siang usai. Tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang datang untuk menemui Sawn. Seperti dihalang-halangi Sani wanita itupun dapat masuk secara paksa.


Rachel yang setengah terkejut dengan kehadiran wanita itu di ruangan presdir, tentu saja terlihat. Hanya jendela kaca yang mengahalangi ruangannya dengan Sawn. Assisten Liu yang berada di sana langsung balik kanan masuk ke dalam ruangan Rachel.


"Sawn... kenapa kau menyuruhnya untuk melarangku masuk ke ruangan ini?."Tanya wanita itu sambil menunjuk ke arah Sani.


Sani yang tidak berdaya meninggalkan ruangan itu setelah di suruh keluar oleh Sawn.


Sawn hanya menatap wanita itu dengan dingin seolah tidak menginginkan kehadiran wanitu itu sedikitpun.


"Ada perlu apa kamu datang ke sini?."Tanya Sawn tanpa menghiraukannya dan terus melanjutkan pekerjaannya.


"Kau bertanya padaku ada perlu apa... kau ini. Kau mencampakanku begitu saja."Jawab wanita itu.


"Mana boleh seperti itu sayang, kita memang tidak berpacaran tapi kau menyukaiku kan?."Sambungnya lagi.


"Audrey, aku sudah tak tahan dengan sikapmu keluarlah!!"Bentak Sawn tak tertahankan.


Rachel yang mendengar nama wanita itu adalah Audrey, pantas saja wanita itu sangat familiar, dia adalah aktris iklan sabun mandi yang terkenal karena merupakan aktris majalah dewasa, tapi Rachel tak mengenalnya sekalipun.


"Nona silahkan anda keluar sendiri sebelum saya memanggil keamanan."Pinta assisten Liu.


Audrey yang melihat dirinya diperlakukan tak menyenangkan malah kembali membentak Sawn.


"Sawn Arthur aku akan membalasmu lebih dari ini. Lihat saja nanti. Kau akan bertekuk lutut dihadapanku nanti... cuiih!!"Ucap Audrey penuh dengan amarah.


Setelah semuanya kembali kondisif, Rachel yang tanpa sengaja menguping pembicaraan mereka malah tertangkap mata sedang melihat ke arah Sawn. Rachel langsung memalingkan wajahnya berharap Sawn tak melihatnya.


"Bip..bip..."Suara pesan masuk di ponsel Rachel.


"kakak , kamu akan pulang jam berapa dari kantor? Aku sedikit jenuh."Pesan dari Suri.


"Sabar sebentar , aku pulang 3 jam dari sekarang."Balas Rachel.


"Siapa?."Tanya assisten Liu.

__ADS_1


"Suri."


"Suri? Apa dia masih ada di apartementmu? Aku kira tuan Sawn tak memperdulikan sepupunya itu."Assisten Liu tertawa kecil, diikuti gelak tawa Rachel.


Assisten Liu menghampiri Sawn yang sedang fokus menyelesaikan pekerjaannya. Rupanya dia sedang fokus mengoreksi sebuah desain untuk pembangunan gedung skala internasional.


"Tidak aneh kalau perusahaan ini berkembang pesat, presdirnya sendiri turun tangan langsung untuk menangani ini."Puji assisten Liu.


Tapi Sawn tetap tak bergeming.


"Kita akan pulang bersama nona Rachel, apa sebaiknya kita juga mengajaknya untuk makan malam?."Tanya assisten Liu.


"Terserah kau saja."Timpal Sawn singkat.


Assisten Liu merasa ada sesuatu yang aneh pada Sawn.


"Kau tidak seperti biasanya, bukankah kau akan merasa senang kalau aku menyertakan Rachel?."Assisten Liu tanya penuh selidik.


"Senang kenapa?."Tanya Sawn.


"Bukankah kau menyukainya?."


Sawn menggelengkan kepalanya.


"Tertarik pun bahkan tidak."Ucapan Sawn menohok.


Tanpa di duga Rachel mendengar pembicaraan mereka yang sedikit keras.


Dia tertunduk lemas di kursi kerjanya. Dia tak berpkir Sawn mengatakan hal seperti itu. Memang cukup dini untuk menyimpulkan Sawn menyukainya. Tapi perlakuan lelaki itu padanya membuatnya jatuh hati.


"Mungkin inilah yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan."Batinnya.


 


*Bersambung*....

__ADS_1


 


__ADS_2