My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Meratap


__ADS_3

" Bagaimana aku melakukan ini terhadap calon bayiku.. Aku sudah membunuhnya Sawn." Rachel berteriak-teriak ketika tengah siuman setelah selesai dilakukan tindakan kuret pada rahimnya.


" Tenanglah sayang.. Kamu tidak salah. Ini semua salahku, kalau saja aku mendengarmu untuk segera pulang pasti kejadiannya tidak seperti ini." Sesal Sawn menatap sendu pada wanita yang sedang berbaring tak berdaya itu.


" Tidak.. Ini salahku. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri." Isak tangisnya sampai terdengar ke luar ruangan. Di sana sudah ada Nyonya Park dan Tuan Suman yang dikabari langsung oleh Liu.


" Pasti dia sangat terpukul sekali sayang." Nyonya Park ikut merasakan bagaimana seorang ibu kehilangan buah hatinya.


" Aku yakin Rachel bisa melewati semua ini, dia wanita kuat." Sahut tuan Suman.


" Bagaimana dengan Nyonya Wang? Apa kamu sudah memberitahu mereka Liu?."


" Sudah tuan.. Sawn sendiri yang menyampaikan kabar ini."

__ADS_1


" Padahal besok adalah hari pernikahan Keanu, bagaimana Rachel menghadapinya, aku tidak terpikirkan sama sekali." Nyonya Park tampak pasrah. Sudah dapat ia duga bahwa orang tua Rachel sendiri pasti ikut terpukul sama seperti dirinya.


" Kamu harus menguatkannya karena sama-sama wanita."


" Iya.. Aku akan mencoba memguatkannya sayang.." Kini mereka menatap Rachel dari balik kaca pintu kamar Ruang perawatan. Sesekali terdengar jeritan membahana dari balik ruangan itu kemudian menghilang dan terdengar lagi.


Sawn dengan sabar menemani dan menenangkan istrinya sepanjang waktu, ia bahkan tidak tega saat Rachel meraung-raung sedih.


Rachel ingat betul bagaimana dirinya setengah mati berusaha agar bisa hamil, sampai hampir saja orang ketiga masuk ke dalam cerita rumah tangga mereka, Kejadian demi kejadian ia lewati rasanya belum lama ini ia bisa mereguk kebahagiaan kembali tapi kenapa harus diambil secepat ini?


" Sawn.." Suara Teddy menyapanya dari arah belakang.


" Teddy, oh aku kira siapa. Apa yang kamu lakukan di sini?."

__ADS_1


" Aku mendengar kabar Rachel, aku turut bersedih.. Bersabarlah semua pasti berlalu sobat." Teddy menepuk-nepuk pundak sahabat baikknya itu.


Sejurus kemudian Sawn termenung memperhatikan wajah istrinya yang tenang setelah diberikan obat penenang. Rasa bersalahnya kembali muncul.


" Sawn, kalian tidak bisa berlarut-larut seperti ini. Kamu harus menguatkan Rachel agar bisa melewati harinya lagi. Aku sarankan agar menemui dokter Fey segera setelah istrimu pulih!."


" Aku akan membicarakannya saat ia sudah merasa baikan ted. Aku hanya khawatir terhadap masalah kejiwaannya. Ia sangat perasa kalau sudah menyangkut masalah anak."


" Itu wajar karena naluri ibu.. Aku hanya kasih saran untuk kembali program setelah Rachel merasa baik." Teddy beranjak pergi meninggalkan Sawn sendiri.


Wajah Rachel sangat tenang sekali setelah dokter selesai memberikan obat penenang. Setidaknya untuk beberapa jam kemudian dia ia akan tertidur.


Ayah dan ibunya Sawn masuk ke dalam ruang perawatan mendapati putranya yang tak kalah terpukul. Tapi Sawn sudah berjanji tidak akan terlalu menampakan rasa kehilangan yang sangat mendalam karena untuk mendamba seorang anak harus pupus dan tertunda. Perpisahan sementara dengan istrinya dulu cukup membuatnya trauma.

__ADS_1


-----


Haii guys.. yuks pencet-pencet likenya juga kasih komen dan votenya ya.. makasih


__ADS_2