My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Memulai


__ADS_3

Pendekatan ibarat pintu untuk masuknya sebuah rasa


Cinta hadir ibarat sebuah rasa yang tak bisa terungkap bahkan tertangkap


Abstrak.. Kamuflase atau entah apa namanya


tidak terlihat tapi terasa


Rapat bulanan perusahaan Moon akan dimulai dalam 10 menit. Semua jajaran direksi beserta staff turut serta untuk hadir.


Sawn selaku presdir perusahaan sudah berada di ruangan itu. Semua tampak tegang tak bersuara, saling pandang satu sama lain. Biasanya dalam sebulan semua performa direksi dan karyawan perusahaan akan di nilai oleh presdir. Ada yang dinaikan jabatannya bahhkan ada yang diturunkan.


Assisten Liu memulai rapat dengan laporan neraca perusahaan dan lain-lain. Semua kepala bagin turut andil memberikan laporannya pada presdir, termasuk Rachel. Harus melaporkan kendala, statistik bahkan perencanaan masing-masing departemen. Ini kali pertamanya untuk Rachel. Sedikit grogi mungkin seperti itu. Bagaimana tidak baru 2 minggu menjabat sudah harus menyampaikan laporan.


Bukan Rachel namanya kalau dia tidak cerdas untuk mengolah kata. Gilirannya tiba dia bahkan bisa menghipnotis semua orang dengan ide-ide kreatif yang tak terpikirkan oleh orang lain.


Sawn dengan cermat memperhatikan setiap kalimat yang terucap dari bibir mungil gadis itu. Matanya seperti ingin menerkam dengan habis, seperti predator buas memangsa buruannya. Sawn berdecak kagum bukan hanya cerdas tetapi dia tertarik dengan kepribadian Rachel. Assisten Liu memperhatikan presdir dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


Setelah semua kepala bagian pada masing-masing departemen selesai memberikan laporannya. Rachel menjadi salah satu yang di mutasi ke bagian lain. Assisten Liu juga merasa aneh bukankah Rachel salah satu kandidat yang bisa naik jabatan.


Selesai rapat dengan seluruh staff Rachel diminta untuk menghadap presdir. Dengan gaya khas nya pembawaan yang tenang, anggun dia melangkah ke ruangan presdir.


Rachel bukan tipikal gadis yang suka menerka-nerka, bukan yang suka berpikir bagaimana nanti, harus bagaimana, ini itu bla.. bla.. bla..


Rachel De Jong.. Seorang gadis dengan perawakan menarik bahkan dibilang sexy bak gitar spanyol, cantik, rambut terurai hitam panjang dan lebat, hidung mancung mancrit, bibir mungil tipis dan wajah lembut berkulit putih. Membuat pesona laki-laki di sekitarnya tertarik.


 


*Cantik itu bisa menipu mata


 


Kecantikan mungkin bisa untuk menipu setiap mata, tapi di dunia kerja kecantikan bukan alat utama pertukaran uang. Otak cerdas dan strategi adalah hal yang di utamakan.


Rachel sudah berhadapan dengan Sawn, saling pandang satu sama lain bahkan Sawn merasa aneh terhadap dirinya sendiri.

__ADS_1


Memulai...


"Mulai besok kau di mutasi untuk jadi assisten ku" Perintah Sawn membelakakan mata Rachel seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Apa kau tak suka?."


"mm.. bukan bgitu presdir, saya hanya merasa aneh saja, bukankah kalau di mutasi biasanya ada yang salah ya."


"Iya kau memang melakukan kesalahan."


"Dan mulai besok kau sudah harus membereskan barangmu yang ada di ruangan lama untuk pindah ke ruangan itu." Sambung Sawn dengan melirikan matanya ke ruangan yang ada di depannya.


"Dia tak suka dibantah, lebih baik aku diam." ucap Rachel dalam hati, walau banyak pertanyaan berkecamuk.


Melirik, melihat dan memandang dengan dalam seorang gadis di depannya. Sawn tak berhenti memuji dalam hati dan mulai mengatur siasat.. siasat peperangan hati.


 

__ADS_1


Bersambung.....


 


__ADS_2