My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Sweet Moment


__ADS_3

"Sawn... Sebenarnya Vivian pernah mengancamku.."


"Mengancam.... Kapan?."


"Ketika malam pemberian donasi, Vivian tidak suka melihat aku dekat denganmu atau Axcel."


"Vivian memang orangnya nekat, dia akan berbuat sesuka hatinya. Kamu harus hati-hati jangan sampai lengah."


"Yaa.... baiklah. "


"Rachel, pulang kantor ikut denganku!"


"Kemana?."


"Kau akan tahu nanti."Sawn tersenyum sambil mengerlingkan sebelah matanya.


▪Showroom Mobil Lamborghini


"Apa kamu mau beli mobil baru?."Rachel melihat-lihat beberapa jenis mobil yang ada di sana.


"Kita sudah pergi ke 3 showroom mobil yang berbeda sore ini."Rachel mulai bingung.


Tampak manager showroom itu sendiri yang khusus melayani Sawn.


"Pilihkan beberapa yang cocok untuknya."Sawn melihat ke arah Rachel.


"Oh baiklah tuan, mari ikut saya..!."


"Apa ini.. kamu membelikan mobil untukku?."


Sawn menganggukan kepalanya.


"Tapi Sawn ini berlebihan.."Tolak Rachel.


"Tuan silahkan, ini sepertinya cocok untuk nona.."


Lambo putih yang elegan, tidak terlalu terlihat macho tapi pas di pakai oleh wanita.


"Apa kamu suka?."


Rachel bingung untuk menjawabnya..


"Aku pilih yang itu saja."Sawn setuju untuk membeli mobil putih itu.


Rachel hanya mengikuti langkah Sawn.


Setengah jam kemudian.


"Tuan, nona.. terimakasih atas pembelian mobilnya, saya akan langsung mengurusi segala sesuatunya dan akan di antarkan langsung ke alamat anda.."


"Ya segera untuk di urus."Sawn berjalan keluar dari showroom, masuk ke dalam mobilnya..


"Terimakasih..."Rachel lebih ramah pada manager showroom itu dibandingkan dengan Sawn.Dia sedikit berlari menyusul masuk ke dalam mobil.


"Sawn, kita langsung pulangkan?."Tanya Rachel.


"Tidak, kita akan pergi untuk memilih gaun untukmu.. dan beberapa perhiasan."


"Apaa... gaun untuk acara apa?."

__ADS_1


"Pertunangan kita...."Jawab Sawn enteng.


"Sawn..... "


"Apa kau pikir aku bercanda?."Sawn terlihat sedang menggoda Rachel.


"Tapi kenapa terlalu mendadak. Orang tua kita bahkan belum membicarakan apa-apa untuk pertunangan ini."


Sawn menghentikan mobilnya ke pinggir jalan.


"Sepertinya kamu keberatan untuk bertunangan denganku?."Sawn terlihat sedikit marah.


"Bukan ...aku tidak keberatan. Aku cuma kaget saja, kamu belum membicarakannya padaku sebelumnya."


"Aku sudah bilang pada orang tua kita untuk mempercepat pertunangan ini. "


Rachel tidak dapat menyanggah lagi. Rachel diam hanya menatap Sawn dengan perasaan bersalah.


Sawn mendekatkan wajahnya ke arah wajah Rachel, suasana seperti menghipnotis keduanya. mencium lembut bibir Rachel yang tipis, sedikit memainkannya... Sawn melepaskan ciumannya. Terlihat wajah Rachel yang memerah.


"Aku melakukan ini semua untukmu. Mobil yang aku beli barusan itu untukmu, kamu bisa pakai. Pertunangan kita rencananya akan digelar 4 hari lagi, aku tidak mau menunggu terlalu lama. Aku takut kamu berpaling dariku..."


"Aku akan memberikan semua fasilitas mewah untukmu, walaupun kamu mampu tanpa aku dengan semua kekayaan orang tuamu, tapi aku lelakimu dan kamu wanitaku.. Otomatis aku yang harus memenuhi semua kebutuhanmu.."Sawn memberikan Black Card dan White Card untuk kebutuhan Rachel.


"Ini terlalu banyak.. Ini sama dengan menyuruhku untuk boros Sawn..."


"Aku bukan menyuruhmu boros.. tapi untuk membeli semua kebutuhanmu.. "


Sawn mulai menjalankan kembali mobilnya menuju ke sebuah tempat designer kenamaan untuk memilih gaun pertunangan.


"Haii Sawn.. lama tak terlihat."Wanita itu menyapa Sawn.


"Haii Kate, sudah lama aku tidak mampir. Aku kesini untuk menyuruhmu membantunya memilihkan gaun yang pas."Sawn duduk dengan gayanya yang khas, menyilangkan kakinya.


"Pertunangan."


"Kalian bertunangan?."


Sawn menganggukan kepalanya dan tersenyum simpul.


Entah berapa kali Sawn bisa tertawa lepas, bisa dihitung dengan jari. Dia lebih sering menampakan senyumannya.


"Oh aku senang sekali akhirnya kamu bisa serius dengan wanita, Sawn.. dia wanita yang cantik, badannya bagus.. Akan sangat indah kalau memakai gaun ini..." Kate menyodorkan gaun yang elegant, simple berwarna peach.. sangat cocok untuk Rachel.


"Aku akan mencobanya..."


Selang kurang dari 10 menit Rachel keluar dengan memakai gaun yang dipilihkan untuknya.


Sawn memandang kagum melihat wanitanya sangat cantik dengan balutan gaun itu.


"Kau suka?."Tanya Kate.


"Aku suka sekali, aku tidak akan memilih gaun yang lain, itu akan membuatku ingin memilih semuanya."Ujar Rachel.


"Kalau memang kamu mau, ambil saja semuanya."Tukas Sawn..


"Tidak Sawn.. cukup ini saja."Rachel kembali untuk mengenakan pakaiannya lagi.


"Rachel, Sawn itu selalu memakai rancangan tanganku.. tapi akhir-akhir ini mungkin dia terlalu sibuk atau berganti pada perancang lain.."Sindir Kate.

__ADS_1


"Bukan Kate, aku memang sibuk akhir-akhir ini."Sawn menimpali.


"Baiklah Kate, gaun itu yang jadi Rachel ambil. Nanti ada orangku yang akan mengambilnya besok."


"Baiklah.. Hanya jahitan di bawahnya sedikit yamg harus dirapikan."


-------------------------------------


▪ 4 Hari kemudian


▪ Ballroom Hotel Rich


Semua tamu undangan sudah hadir pada acara pertunangan keluarga grup Moon dan keluarga grup De Jong.. Sawn dan Rachel.


Tak terkecuali semua yang hadir adalah dewan direksi dan staff karyawan dua perusahaan besar itu.


Hiasan mewah, tatanan lampu, bunga segar dan beberapa yang lainnya sangat serasi untuk pesta pertunangan sekelas konglomerat.


MC membawakan acara dengan begitu formal ketika pemasangan cincin keduanya menandakan mereka telah resmi bertunangan. Momen itu tidak luput dari kejaran para wartawan yang sedang berburu berita.


Nyonya Park dan Suman Arthur sangat bergembira sekali dengan keinginan yang sudah terlaksanakan, begitu pula dengan keluarga De Jong sangat suka cita melihat anaknya memilih lelaki pilihan mereka.


Tapi tidak dengan Vivian, dia melihat acara yang disiarkan live di televisi nasional itu sangat membuatnya terpukul sekali.


"Rachel, kau akan membayarnya."


Begitu pula dengan Axcel yang hadir bersamaan dengan assisten Liu. Bergabung bersama dengan kedua pasangan itu.


"Sawn, kau harus hati-hati denganku. Sedikit saja kau lengah aku akan merebut Rachel."Goda Axcel.


"Silahkan kalau kau ingin mencari mati."Dengan gelak tawa menyertai semuanya.


Secara tidak langsung dengan pertunangan itu, Sawn mengumumkan tentang keberadaan Rachel sebagai calon istrinya. Otomatis semua kabar dan isu yang sempat heboh terbantahkan dengan telak.


"Kamu terlihat sangat cantik sekali.."Sawn membisikannya di telinga Rachel.


"Kamu juga.. terlihat sangat tampan"


Mereka saling berpandangan satu sama lain, menikmati malam yang romantis dan tak kan pernah terlupakan.


Semua yang hadir ikut bergembira. Dua perusahaan itu semakin tak terbantahkan di dunia bisnis.


----------------------------------


Malam itu setelah acara pertunangan selesai, Sawn menyuruh Rachel untuk ikut tinggal dengannya.


"Sawn, ingat jaga Rachel baik-baik. Lebih aman untuk Rachel tinggal denganmu.. Bagaimana Tuan Jong?."Tanya Nyonya Park.


"Aku setuju saja kalau itu tak memberatkanmu Sawn."Timpal Ayahnya Rachel, yang keadaannya sudah mulai membaik.


"Rachel akan aman denganku.. dari pada dia tinggal sendiri itu akan menakutkan untukku."Ucapan Sawn membuat Rachel tersipu malu.


"Oh anakku kau manis sekali.. Baru sekarang aku mendengarmu semanis ini."Nyonya Park mengolok-olok Sawn.


"Nyonya Park, baiklah kita pamit terlebih dahulu. Ini sudah sangat larut malam."Nyonya Wang, ibunya Rachel berpamitan pada semua keluarga yang ikut hadir.


Keceriaan nampak di wajah semua keluarga pada malam itu.


 

__ADS_1


*Bersambung*.....


 


__ADS_2