My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Nasehat


__ADS_3

" Liu.. hari ini tepat akan keluar hasil autopsi kedua mayat yang ditemukan di lokasi.. Apa ada info lain lagi?."


" Ya.. dokter forensik beserta tim akan datang langsung ke lokasi dalam satu jam ini.."


" Baiklah.. ayo kita berangkat sekarang."


Wartawan dan beberapa polisi memenuhi area lokasi yang sudah dibatasi garis polisi. Dokter forensik mengumumkan secara jelas bahwa kematian kedua mayat yang ditemukan di area lokasi adalah murni pembunuhan, ditemukan bekas pukulan benda tumpul di badan dan area kepala mayat yang bernama. Ahyan sedangkan mayat satunya lagi yang ditemukan dalam galian bernama Kim sengaja dibunuh dengan cara diracun. Kandungan racun mematikan dalam tubuh Kim mendapat sorotan paling banyak dari publik.


" Tuan Sawn.. Itu yang dapat saya sampaikan." Dokter Forensik selesai menyampaikan terkait temuannya pada autopsi kedua mayat.


" Terimakasih.. Selanjutnya kalau ada informasi lain bisa langsung beritahukan assistenku Liu.."


Ujarnya seraya berlalu dari keramaian orang-orang yang ingin menyaksikan secara langsung konfrensi pers dari pihak kepolisian.


" Tuan Sawn...Apa ada yang ingin anda sampaikan terkait penemuan kedua mayat di lokasi proyek anda?."

__ADS_1


" Presdir Sawn.. Apakah benar kedua mayat itu adalah para pekerja anda?."


Beberapa awak media mencoba mengkonfirmasi dari mulut Sawn sendiri, Sawn tampak memghindari buruan wartawan dan segera pergi dari sana.


Sawn masuk ke dalam mobil berlalu dengan cepat kembali ke Villanya. Ia merasa sangat stress masalahnya belum selesai. Saat ini ia hanya ingin diam sendiri di ruang bacanya. Sampai Rachel pun tidak ingin mengganggunya sedikitpun.


Rachel menerima panggilan dari ibu Park dan Tuan Suman terkait masalah di proyek. Setelah mendengar penjelasan menantunya Tuan Suman secara langsung mendatangi Sawn di Villanya. Tuan Suman tahu ego anaknya sangat tinggi, Sawn tidak akan mungkin mau meminta saran atau bantuan padanya.


" Ayah.. Untunglah ayah datang. Aku harap ayah bisa bicara dengan Sawn, aku rasa masalah kematian pekerjanya membuatnya stress kali ini." Rachel menyambut kedatangan ayah mertuanya dengan perasaan cemas.


" Tenanglah Rachel.. Semuanya akan baik-baik saja! Ayah akan bicara pada Sawn." Tuan Suman menepuk pundak Rachel dan segera naik ke lantai atas menuju ruang baca.


" Ada apa ayah kemari?." Sikap angkuhnya tidak pernah hilang, sama persis ketika Suman masih muda.


" Tunda dulu egomu itu Sawn, Aku datang kemari karena melihat berita dari media. Dibandingkan dengan masaku dulu kematian dua pekerjamu tidak ada apa-apanya. Aku bukan menyepelekanmu tapi aku mengingatkanmu."

__ADS_1


Tuan Suman lalu menyalakan cerutunya dan menyesapnya.


" Kamu jangan menyepelekan lawan bisnismu Sawn, presdir G tidak ada apa-apanya dibandingkan diriku."


" Apa ayah tahu sesuatu?." Tanya Sawn penasaran.


" Aku tahu sedikit banyak.. Presdir G mengincar posisimu di bisnismu yang sedang berkembang sekarang. Mereka mencoba menjebakmu dengan menjadikan kematian pekerjamu sebagai langkah awal kemunduran bisnismu. Aku pernah mengalami situasi seperti ini, bahkan hampir 10 pekerjaku waktu itu mati akibat kompetitorku."


" Jadi ayah ingin aku lakukan apa?."


" Hadapilah.. Cari tahu dalam tubuh perusahaanmu siapa saja yang telah mangkir! Itu saja dulu nanti kamu akan tahu langkah apa selanjutnya yang bisa kamu selesaikan."


" Perusahaan?."


" Ya.. Keseluruhan perusahaanmu.. Bukan hanya perusahaan utama tapi seluruh anak cabang yang tersebar!."

__ADS_1


-----


Maaf guys baru up lagi setelah tiga hari sibuk mengolah nilai untuk anak didikku di sekolah karena kesibukanku sebagai pengajar juga dan ibu dari dua anak cukup membuatku agak kerepotan. Insha Allah kedepannya lancar jaya lagi yah.. 😊


__ADS_2