
Wajah Rachel semakin terlihat tegang. Dia sudah tidak fokus untuk memilih-milih pakaian yang ada di tempat itu.
"Red, lebih baik kita pulang..!"
" Baik nona, anda jangan takut."
Rencana Rachel untuk membelikan beberapa pakaian batal. Dia memilih untuk pulang dari pada harus berada di tempat yang tidak aman. Ketika akan memasuki mobil yang terpakir di parkiran VIP seorang lelaki berbadan besar tadi menghadang pintu sehingga Rachel tak bisa menutupnya. Otomatis Rachel sangat ketakutan sekali, Red segera mengatasi lelaki tersebut dengan menodongkan senjata yang diberikan oleh Sawn padanya.
"Singkirkan tanganmu!!." Red terlihat garang dengan menodongkan senjata di balik kemudi.
Lelaki itu mengangkat kedua tangannya lalu mundur teratur, kesempatan itu digunakan Red untuk segera pergi dari tempat itu.
"Huuh.. Untunglah.." Rachel bernafas lega ketika mobil yang dikendarainya bersama Red berhasil lolos.
"Red, kenapa tidak kamu tembak saja lelaki itu?."
" Maaf nona, saya tidak tahu motif apa yang dilakukannya dan juga saya bukan melarikan diri, itu hanya untuk menghindari sesuatu yang terjadi pada nona, jarak nona yang berdekatan dengannya memungkinkan nona untuk dengan mudah dicelakainya.. Sedangkan saya tidak bisa menggunakan senjata sembarangan.. Hanya untuk menakut-nakuti saja.." Red menjelaskan secara detail.
"Ooh.. Aku baru tahu."
"Maaf nona lain kali saya akan lebih berhati-hati."
__ADS_1
Ponsel Rachel berdering sangat keras, Rachel sengaja meninggikan volume suaranya agar bisa terdengar jelas, Sawn selalu mengomel ketika Rachel tak menjawab panggilannya selama beberapa kali.
" Sawn meneleponku.."
" Sawn.." Sapa Rachel lembut..
"Kau sedang dimana?."
" Aku sedang dalam perjalanan pulang.. Bersama Red."
" Berikan ponselmu padanya..!."
Rachel memberikan ponselnya pada Red, sepertinya Sawn ingin mengetahui hal apa yang terjadi hari itu.
"Ninja? Jadi benar dia akan melakukan hal yang berbahaya pada Rachel.. Kau terus awasi jangan sampai lengah.."
" Baik tuan.. Hari ini hanya menakuti saja.. Untuk membuat nona down.."
" Baiklah.. Aku akan bicara nanti denganmu saat aku kembali.. katakan pada Rachel aku tutup teleponnya."
Sawn mengakhiri pembicaraannya lewat sambungan telepon. Rachel sempat mendengar Red menyebutkan pasukan ninja..
__ADS_1
" Pasukan ninja adalah suatu pasukan rahasia yang dimiliki presdir G."
"Presdir G? Kenapa kamu bisa tahu itu pasukan ninja..?."
"Iya nona.. Presdir G adalah gembong mafia yang cukup berbahaya. Bisnisnya mencakup obat-obatan terlarang yang meraup omzet yang sangat besar."
"Pasukan ninja terlihat dari kecepatan mereka bergerak.. Malah kita hampir tidak bisa menyadarinya kalau lengah. Makanya tadi saya tidak mengetahui kalau salah satu dari mereka sudah berdiri disamping nona.."
"Apa motifnya...?."
▪ Denmark
" Motif presdir G adalah menyakiti semua orang yang dekat denganku.. Untuk membuatku hancur dan lemah.. Dia sangat tahu kelemahanku.."
Sawn berbicara pada assisten Liu melalui video call.
" Kamu harus berhati-hati. Dan Rachel untunglah kita sudah mengirim Red untuk melindunginya. Bagaimana kabar Anran di sana?."
" Aku sudah membuatnya dikurung untuk waktu yang sangat lama.. Otoritas hukum negara disini sangat bagus. Aku yakin dia tidak akan mudah bisa lepas. Dia melakukan beberapa kasus penipuan di sini.. Dan itu sangat mudah untuk menjebloskannya ke penjara."
" Kau tak ingin membebaskannya?."
__ADS_1
" Aku takkan mengampuni orang yang membuat kesulitan bagi orang-orang yang aku sayangi.. Kau tahu Liu, Rachel pernah akan kehilangan nyawanya karena Anran.."