
" Baik tuan Sawn,, Saya siap melaksanakan tugas yang anda berikan."
"Duduklah dulu.. Aku ingin membicarakan beberapa hal denganmu!."
Red dengan sigap menuruti perintah majikannya itu.
"Red, kau akan bertugas mengikuti kemanapun calon istriku pergi, namanya Rachel. Kau harus bersabar sedikit dengan sikapnya. Terlebih ikutilah yang dia inginkan.. "
Red mengangguk-anggukan kepalanya.
"Jangan sampai lengah, karena ini menyangkut keselamatan Rachel. Ada beberapa pihak yang disinyalir mencoba menyelakainya, terutama dari pihak grup G ini yang paling berbahaya. Yang lain-lainnya masih bisa di atasi."
"Baik Tuan, saya mengerti."
" Dan jaga dia selama aku pergi! Besok aku berencana untuk ke luar negeri."
" Baik Tuan.. Saya akan menjaga nona Rachel."
"Baiklah.. Kau boleh menemuinya sekarang di rumahku.. Semua fasilitasmu sudah tersedia. Liu yang akan memberikannya padamu."
"Baik.. Tuan. Saya mohon undur diri."Red membungkukan setengah badannya kemudian berlalu dari hadapan Sawn.
▪ Ruang kerja Assisten Liu.
" Tok.. Tok.."
" Masuklah...!" Sahut assisten Liu dari dalam.
" Maaf Tuan Liu, saya Red.."
" Oh Red.. Senang melihatmu di sini. Tidak kusangka kau akan cepat sampai.."
Assisten Liu mempersilahkan Red untuk masuk.
" Iya Tuan, saya langsung menuju kemari setelah mendapat tugas. Tuan Sawn menyuruh saya untuk menemui anda.."
__ADS_1
" Oh ya.. Aku disuruh untuk memberikanmu kunci mobil ini dan juga ini.. "
Assisten Liu menyerahkan kunci mobil dan juga senjata berupa pistol canggih untuk melindungi diri. Pistol yang sudah terdaftar legalitasnya.
Pistol yang berukuran kecil itu mampu menampung 17 peluru sekali tembak. Jika musuh sudah terdeteksi, pistol itu bisa digunakan untuk mengancam atau sekaligus menembak dari jarak dekat.
" Maaf Red, bukan aku menyepelekanmu.. Tentunya kau pasti sudah mempunyai senjata pribadimu.. Tapi Tuan Sawn menyuruhku tetap memberikan senjata ini padamu."
" Tidak apa-apa tuan.. Ini sebagai senjata tambahan untukku berjaga-jaga, lagi pula pistol ini sangat canggih.. "
" Ya.. Tuan Sawn memang bukan orang yang suka memberi setengah-setengah. "
" Red, harus diingat.. Lawan kita kali ini cukup berat, seorang mafia..."
" Tidak masalah tuan Liu.. Saya berusaha untuk tidak lengah.."
" Aku percaya kemampuanmu Red, kau salah satu prajurit yang dikirim saat perang di timur tengah.. Dengan kau bisa kembali itu membuktikan kau sangat ahli."
" Baiklah silahkan untuk segera menemui nona Rachel.." Sambung assisten Liu.
" Siapa wanita diluar sana?." Agnes mengamati seseorang yang sedang berjalan di halaman rumah.
"Siapa?." Tanya Rachel ikut-ikutan melihat keluar jendela.
" Tampaknya dia akan masuk.."Ucap Agnes.
" Aku akan membukanya.." Tambah Agnes lagi seraya berjalan ke arah ruangan depan untuk membuka pintu.
"Selamat siang..." Sapa Red.
" maaf anda siapa?."Tanya Agnes mengamati gaya Red dari atas sampai bawah.
" Saya Red, saya pengawal pribadinya nona Rachel. Apakah anda nona Rachel??"
" Pengawal pribadi? Ooh bukan.. Saya iparnya. Rachel ada di dalam. Mari silahkan masuk...!."
__ADS_1
Red membuntuti Agnes dari belakang.
"Siapa itu Agnes?." Tanya Rachel dari arah dalam.
"Pengawalmu.. "
" Pengawalku?."
"Oh apakah ini wanita yang diminta Sawn untuk mengawalku.."
"Maaf nona.. Saya Red, mulai saat ini juga menjadi pengawal pribadi anda." Red memperkenalkan dirinya.
" Hallo Red, aku Rachel. Apakah Sawn yang memintamu?."
" Benar nona.."
"Okee baiklah.. Aku tidak akan menyulitkanmu.. Karena sekarang aku ada di rumah, maka kau bersantailah dulu.."
" Saya akan bersantai ketika tugas saya selesai nona.."
" Oh begitu ya.. Kalau begitu lakukanlah apa yang kau mau.."
Rachel tampak canggung dengan sikap Red yang terlalu formal.
"Saya akan mulai berkeliling mengitari rumah terlebih dahulu.."
" Silahkan..."
Red mulai menjalankan tugasnya sebagai pengawal pribadi Rachel.
*Bersambung*.....
__ADS_1