My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Pertanggung Jawaban


__ADS_3

Happy Reading ...!!


-----


" Nona, ini sudah 8 minggu kehamilan nona sebaiknya beritahukan tuan.. Lagi pula perut nona semakin membesar tidak cukup hanya menutupinya dengan pakaian longgar."


Rachel gelisah bagaimana ia bisa memberitahukan kehamilannya sedangkan hubungannya dengan Sawn tidak sebaik sebelumnya. Ia merenungi perkataan Red barusan, ibu Park sudah ia beritahu sebelumnya tentang kehamilannya. Sangat girang bak memenangkan hadiah lotre. Tapi ibu Park juga setuju untuk tetap merahasiakan terlebih dahulu perkara kehamilannya. Masalah keluarga De Jong Rachel akan memberitahukannya nanti setelah semua masalahnya selesai. Rachel tidak mau sampai ibunya tahu rumah tangganya tengah bermasalah.


-----


" Sawn.... " Jenny menangis terisak memeluk Sawn dengan tiba-tiba, membuat Sawn risih.


" Jenny lepaskan! Ini dikantorku. Aku tidak mau orang sampai ada yang salah paham melihatmu seperti ini." Terdengar seperti sebuah hardikan.


" Sawn.. Kamu harus bertanggung jawab. Apa yang sudah kamu lakukan padaku."


Sawn mengerutkan alisnya, wajahnya menampakan sebuah kebingungan yang kentara.


" Apa maksudmu? Tanggungjawab apa?."


" Aku hamil Sawn.. Kamu harus tanggungjawab."


" Hamil?."


" Hubungannya denganku apa?." Sawn semakin tidak mengerti kenapa wanita itu tiba-tiba memberitahukan kehamilannya dan memintanya bertanggungjawab.


" Apa kamu pura-pura lupa. Beberapa minggu yang lalu, kamu masuk kekamarku dalam keadaan tidak sadar dan kamu melakukan hal itu padaku. Kamu lupa Sawn?." Jenny tidak dapat menahan emosinya, ia berteriak sampai assisten Liu mendatangi ruangan Sawn. Tanpa sadar Rachel tengah berdiri mematung menyaksikan adu mulut antara suaminya dengan Jenny.

__ADS_1


" Rachel.. Kenapa kamu diam disini." Assisten Liu bertanya merasa bingung apa yang sedang diperbuat istri presdir itu di daun pintu.


Sontak membuat Sawn menengok seketika ke arah mereka berdua. Jenny trsenyum licik akhirnya Rachel dapat melihat pertunjukan yang baru ia mulai itu.


Rachel maju selangkah demi selangkah mendekati Sawn dan Jenny, ingin memastikan apakah kabar yang ia dengar langsung itu benar atau tidak.


" Sawn.. Katakan padaku apa itu benar?."


Sawn diam terpaku, ia tidak yakin dengan apa yang diperbuatnya. Tapi ia mengakui bahwa memang ia pernah masuk ke kamar Jenny tapi bukan dalam keadaan mabuk melainkan kepalanya pusing setelah ia minum minuman yang disodorkan Jenny padanya.


" Aku tidak yakin."


Rachel terhenyak.. Ia kira Sawn akan segera menepis kabar kehamilan Jenny. Tapi Sawn pun ragu dengan apa yang diperbuatnya.


Rachel berubah pikiran tiba-tiba ia ingin memberitahukan kabar gembira itu pada Sawn dan berpikir siapa tahu hubungannya akan membaik. Malah Rachel membuat janji dengan ibu Park untuk bertemu dengannya di kantor dan berencana akan merayakannya bersama.


" Ibu kau disini?."


" Ya aku disini. Aku dan istrimu berencana bertemu disini untuk memberimu kejutan tapi tidak aku sangka justru aku yang terkejut. Bahkan jantungku rasanya seperti mau berhenti."


" Ibu... Sudahlah mari kita pergi dan lupakan saja."


Ibu Park menahan tangan Rachel.


" Sawn.. Aku dan Rachel datang kesini untuk memberitahukan kabar bahagia untuk kalian. Kamu tahu Rachel tengah hamil?."


Sawn terkesiap mendengar perkataan ibunya. Antara percaya dan tidak percaya, senyumnya mengembang tapi hanya sesaat setelah mulut berbisa Jenny bicara lagi.

__ADS_1


" Sawn.. Rachel hamil bisa saja bukan anakmu. Tapi anaknya dengan lelaki lain, kamu tahu sendiri kan kalau akhir-akhir ini dia sering bertemu dengan lelaki pujaannya dibelakangmu."


" Itu tidak benar Sawn.. Dengarkan aku!."


" Cukup!." Sawn menghela nafas panjangnya.


" Apa yang dikatakan Jenny benar.. Mana aku bisa percaya kalau itu anakku. Sedangkan kamu dan Axcel sering bertemu diam-diam tanpa sepengetahuannku."


Tangis Rachel seketika pecah bagaimana mungkin Sawn bisa melontarkan kata-kata jahat yang menyakiti perasaannya.


" Dasar anak kurang ajar, aku malu mengakuimu anak." Sebuah tamparan tepat didaratkan Ibu Park dipipi kanan Sawn.


" Rachel.. Pulanglah. Tidak ada gunanya kamu berada disini bersama orang-orang kurang ajar menjijikan."


Rachel tidak bisa berbuat banyak, ia mengikuti saran ibu mertuanya untuk pergi dari hadapan Sawn dan Jenny.


" Sawn... " Jenny masih terpaku dihadapan lelaki yang dicintainya itu.


" Bukannkah kamu sangat menginginkan anak.. ini saatnya Sawn darah dagingmu. Walaupun kamu ragu melakukannya denganku tapi mana bisa aku berbohong padamu. Sedangkan Rachel sudah jelas-jelas dia mengkhianatimu."


" Sudahlah Jenn... Aku tidak ingin membahasnya sekarang. Kita akan membicarakannya dirumah, sekarang kamu pulanglah."


" Baiklah.. Kalau itu maumu. Aku akan pulang sekarang dan menunggumu pulang."


Sawn terdiam membisu, ia merenungi perbuatannya yang salah saat itu. Salah dengan ucapan yang ia lontarkan pada Rachel. Disisi lain ia juga merasa bingung apa yang sudah diperbuatnya pada Jenny.


-----

__ADS_1


Haii berikan cinta kalian dengan memberikan komen, like dan votenya ya.. 💕💕💕


__ADS_2