
"Nyonya Rachel berdasarkan pemeriksaan anda sudah boleh pulang."Ucap dokter jaga menyampaikan kepulangan Rachel dari Rumah Sakit.
"Baiklah dokter terimakasih atas bantuannya selama saya di rawat."Rachel mengucapkan terimakasihnya.
Setelah mengobrol dengan dokter jaga, Rachel bersiap-siap berkemas merapikan pakaiannya dibantu oleh Suri.
"Aku akan menelepon kakakku agar kita dijemput pulang."Kata Suri dengan memencet tombol ponselnya.
"Iya Suri apa ada sesuatu?."Tanya Sawn di ujung telepon sana.
"Hari ini kak Rachel diperbolehkan pulang, jemput kami!!."Jawab Suri dengan suara khas nya yang melengking.
"Oh begitu baiklah aku akan menjemput kalian, tunggu dalam 1 jam."Sawn mengakhiri pembicaraan dan menyelesaikan pekerjaannya sedikit lalu pergi ke Rumah Sakit untuk menjemput Rachel dan Suri.
"Liu kau ikutlah denganku !."Perintah Sawn
Segera. Sawn dan Liu menuju Rumah Sakit tidak jauh dari apartement Rachel.
Diperjalanan Sawn menerima kabar kalau pihak dari perusahaan grup Sing datang ke kantor dan memohon agar Sawn membatalkan untuk mengakhiri kerjasamanya dengan Moon. Rupanya Sawn sudah tidak berminat untuk mengurusi hal tidak penting.
Rachel berdiam diri begitupun Suri menanti kedatangan Sawn.
Setibanya di Rumah Sakit mereka langsung mengangkat barang bawaannya dan bergegas untuk kembali ke apartement.
__ADS_1
▪ Aparterment Marinna
"Apa kau yakin untuk kembali tinggal di sini?."Sawn bertanya pada Rachel dengan sedikit ragu.
"Ya aku yakin, memangnya kenapa kalau aku tinggal di sini."Rachel menimpali.
"Tidak ada yang menemanimu di sini, lagi pula kamu gadis ceroboh.. tidak mempersiapkan apa-apa untuk keperluan darurat."Sawn mengerlingkan matanya pada assisten Liu.
"Nona Rachel anda sebaiknya ikut saja tinggal dengan tuan Sawn sampai anda sembuh. Di sana ada bibi yang merawat. "Sawn mencuri pandang pada Rachel.
"Bagaimana mungkin tuan Liu , saya tidak mau merepotkan presdir. Apa kata orang nanti kalau saya tinggal di sana. Akan menjadi gosip yang heboh nanti."Ujar Rachel dengan senyumannya.
"Kalau begitu untuk sekarang sampai sembuh aku akan menemani kakak, bagaimana apa aku boleh menginap di sini."Pinta Suri sedikit memohon.
"Baiklah sudah deal ya, kakak lebih baik istirahat di kamar. Aku akan membereskan barang-barang ini."Sambung Suri.
Sementara Sawn dan assisten Liu berada di ruang tamu apartement dengan menikmati secangkir cappuccino panas.
"Apa yang kau tunggu?."Tanya assisten Liu.
"Sebaiknya mulailah sekarang. Aku dan Suri akan mengobrol di sini. Apa aku yang harus mengajarimu."Sambung assisten Liu menyuruh Sawn untuk menjelaskan pertanyaan hatinya.
Sawn berjalan ke depan pintu kamar Rachel, Rachel tampak sedang duduk bersandar di ranjang. Pintu kamar yang terbuka membuat Rachel melihat Sawn ada di depan pintu.
__ADS_1
"Masuklah presdir, apa mau di sana saja untuk mematung."Rachel sedikit mengolok.
Sawn yang sudah dipersilahkan masuk langsung duduk di kursi samping tempat tidur.
Sawn merasa bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
"Aku tau ini bukan ranahku untuk ikut campur, tapi aku perlu tahu apa yang terjadi antara kamu dan Luccas. Anggap saja aku penengah untuk assistenku sendiri."Sedikit memberi alasan yang meyakinkan.
Terkadang kalau kau ingin sembuh kau harus terbiasa dengan semua yang terjadi
Jangan lari... Tapi hadapi
Karena lari terkadang akan membuka luka lama kembali sakit.
*Jangan mengusik hati wanita bahkan tubuhnya pun..
Sebaliknya kalau kau inginkan wanita maka luluhkanlah hatinya bukan menyakitinya..
Bersambung*.....
__ADS_1