My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Gaun Pengantin


__ADS_3

"Ah.. " Sawn sedikit meringis saat dokter pribadinya sedang mengganti perban pada lukanya.


"Kapan luka ini akan kering?."


" Saat kau tidak banyak bergerak dan juga tidak terkena air.. Jadi kalau mandi usahakan jangan terkena air. Lukamu masih baru dan ini bukan luka biasa Sawn.."


"Kau tahu?."


"Ya.. tentu aku tahu."


" Sejenis racun tapi tidak terlalu berbahaya.. Tapi walaupun tidak terlalu berbahaya tetap harus ada penawarnya.. Dibiarkan saja lukanya akan membesar.."


" Kau carikan aku penawarnya sampai dapat.. Kalau tidak kau akan ku pecat.."


Rachel tersenyum mendengar perkataan Sawn pada dokter pribadinya.


"Lihatlah calon suamimu selalu menindasku di setiap keadaan.." Dokter sekaligus teman terdekat Sawn itu pun tertawa.


"Kau harus memakluminya Ted.. "


" Ya kau benar.. Aku akan segera pergi sebelum dia menerkamku."


"Bagaimana rasanya sekarang?." Tanya Rachel selepas Teddy pergi.


"Pusingnya sudah hilang hanya saja lukanya memang terasa bukan luka biasa.."


" Kau harus cepat pulih.. Kita harus mempersiapkan pernikahan kita.."Rachel bermanja-manja dipelukan Sawn.


" Tentu saja.. Mulai hari ini kita akan mempersiapkan semuanya. Kau bersiap-siaplah.."


" Sekarang?."


" Tentu saja.. Apa kamu ingin kita menundanya?." Sawn mengecup bibir Rachel.


" Tentu tidak.. Aku akan bersiap sekarang."Rachel segera menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Sementara Rachel berganti pakaian, Sawn dan Red berbincang-bincang di lantai bawah.

__ADS_1


"Red, kau sudah bicara dengan Liu??"


"Sudah Tuan.. Tuan Liu sudah menyelidiki kelompok GFG."


" Aku hanya ingin Rachel tidak khawatir, Jadi dia tidak perlu tahu. Dan aku ingin sebelum pernikahanku digelar, mereka sudah dibereskan.!!"


Red terdiam..


"Tuan akan sedikit sulit kalau Tuan Suman tidak turun langsung."


Sawn menghela nafas panjang.. Keningnya mengernyit.. Lalu membuang nafasnya.


" Oke aku akan pikirkan lagi nanti."


" Sawn, aku kira kamu masih di kamar.. Ayo kita berangkat." Rachel terlihat menuruni tangga.


" Ya.. Ayo.. "


"Red.. Kau ikut!."


" Baik Tuan.. "


Rachel masih terdiam di dalam mobil, ia sedikit ragu untuk melangkahkan kakinya keluar.


"Kenapa.. Kamu memikirkan sesuatu?."


"Kenapa ke butik?."


" Bukankah kita harus memilih gedung terlebih dahulu?."


" Gedung persoalan belakangan.."


" Sawn, kita harus memilih gedung terlebih dahulu, kalau-kalau gedungnya penuh pas tanggal yang kita pilih bagaimana?." Rachel menunjukan sikap kesalnya.


" Jadi tanggal berapa kita menikah?."Tanya Sawn kemudian.


Rachel tertegun dan tidak dapat menjawab.

__ADS_1


"Nah.. Kau pun tidak bisa menjawab karena kita belum menentukan tanggalnya. Untuk urusan gedung aku akan menyuruh mereka untuk datang menemuiku dan membawa serta pilihannya. Tapi kalau urusan gaun pengantin, aku tahu kau orangnya cukup ribet untuk urusan yang satu ini, dan itu membutuhkan waktu cukup lama."


Rachel tersipu malu mendengar semua penuturan Sawn.


"Aku terkesan dengan semua rancangan gaun pengantin di sini.." Rachel sangat takjub melihat gaun pengantin yang berjajar dengan model berbeda-beda.


" Pilihlah.. !!." Ucap Sawn.


"Aku suka semuanya.. "


" Oke aku akan membelikanmu semua.. asalkan kau pakai.."


Red tersenyum melihat kedua pasangan serasi namun lucu itu.


" Baiklah.. Aku akan memilih satu.. Aku tidak mau calon suamiku melakukan pemborosan besar.."


Tak sampai satu jam Rachel belum juga menemukan pilihannya.


"Masih belum?."


Rachel menggeleng.


Assisten di butik itu pun seperti ikutan bingung dengan apa yang Rachel inginkan.


" Panggilkan Kate..."


" Baik Tuan.."


Assisten itu pun segera masuk ke kantornya untuk memanggil Kate, perancang busana terkenal di butik itu.


" Sawn.. Kenapa kau tidak bilang padaku kalau akan datang." Kate menyapa Sawn dan Rachel.


" Kejutan Kate.. Aku ingin kau pilihkan gaun pengantin untuknya.."


"Haha.. Sykurlah aku ikutan senang, kemarin kalian datang untuk acara pertunanganmu dan sekarang kalian datang untuk pernikahanmu.. Aku sungguh merasa tersanjung ikut terlibat dalam momen spesial kalian."


"Sawn.. Kau sudah keliru. Kalau Rachel tidak menemukan pilihannya itu wajar. Oleh karena aku akan merancang gaun pengantin khusus sesuai keinginannya.. Bukankah begitu Rachel?."

__ADS_1


" Ya kau benar Kate.. Rancangkan yang sesuai keinginanku." Jawab Rachel.


" Itulah maksudku Rachel.. Kau butuh waktu yang cukup lama, karena gaun yang kau mau harus dibuatkan secara khusus.."Timpal Sawn.


__ADS_2