
Sawn menyeka peluh dipelipis Rachel saat mereka berdua selesai berolahraga malam. Rachel merasa sedikit kurang nyaman semenjak hamil ketika harus berhubungan intim. Walaupun dokter menyarankan agar dikurangi intensitasnya, sering berhubungan intim saat hamil muda bisa membuat kontraksi palsu serta rentan keguguran.
Sawn yang biasanya penuh gelora dan gairah, saat ini melakukannya dengan lembut dan penuh kehati-hatian tidak ingin sampai membuat jabang bayi yang berada dalam kandungan istrinya bermasalah.
" Terimaksih sayang." Satu ciuman hangat diberikan Sawn di kening Rachel. Sawn berpikir Rachel selama ini sudah cukup bersabar menghadapi semua sikapnya.
Ketika pagi tiba Rachel masih memejamkan matanya, rasanya saat ini ia hanya ingin tertidur sampai siang dan tidak ada yang mengganggunya. Melihat istrinya masih tertidur lelap Sawn tak sampai hati membangunkannya, Sawn memilih pergi ke perusahaan tanpa memberitahu Rachel sebelumnya.
Kepergian Sawn ke perusahaan membuat masalah kecil menjadi besar. Rachel seolah Sawn sudah tidak menyayanginya seperti dulu, Sawn sudah berubah padanya. Rachel berpikir sebentar lagi bukan hanya perutnya saja yang akan membesar, seluruh badannya akan ikut-ikutan membengkak. Rachel menangis kecil diam sendiri di dalam kamarnya, ia tidak ingin membuat keluarganya ikut menertawai kelakuan bodohnya. Rachel sadar apa yang terjadi pada emosinya tapi ia sendiri pun tidak dapat membendung perasaannya sendiri.
Rachel berencana ingin datang ke perusahaan, ia takut disana Sawn sedang asyik berdua dengan wanita lain. Pikirannya sudah tidak masuk akal, Keanu, Nyonya Wang bahkan ibu mertuanya sendiri pun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Rachel.
Rachel kesal pada awalnya hari ini Sawn akan menemaninya menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besarnya. Rachel belum selesai mengitari Mansion yang sangat besar malah suaminya pergi tanpa pamit sedikitpun.
" Rachel.. kamu sebaiknya tunguu sampai suamimu pulang ya.. Biar Keanu yang menemanimu disini.." Bujuk Nyonya Wang. Rachel tetap bersikeras ingin pergi saja ke perusahaan Moon, berdalih membawakan makan siang untuk suami tercintanya yang khusus ia masak sendiri.
__ADS_1
-----
Setibanya di perusahaan Rachel disambut baik dengan penuh hormat oleh semua orang yang melihatnya, Istri dari presdir mereka sedang berjalan anggun. Pakaian dan semua yang ia kenakan hari ini sangat berkelas, pakaiannya tidak terlalu ketat karena perutnya sudah mulai terasa besar.
" Hai Sani.. " Sapa Rachel pada sekretaris setia suaminya.
" Rachel... Oh sorry nyonya Sawn." Sani meralat kembali panggilannya. Sudah sangat lama rasanya Rachel tidak mengunjungi kantor tempat ia bekerja dahulu.
" Tidak perlu sungkan.. Aku masih Rachel yang dulu. Apa suamiku ada di dalam?."
" Ada.. Sedang memeriksa berkas yang baru saja aku antarkan.."
" Oke.. aku akan masuk, aku membawa makan siang untuk suamiku. Aku lupa Sani maafkan aku tidak membawakanmu sekalian.."
" Sudahlah.. Nyonya presdir tidak perlu repot. Aku akan meminta bagianku nanti saja haha.."
__ADS_1
Mereka berdua tertawa lepas. Rachel mengingat kebersamaannya dengan Sani, mereka akan tertawa bersama dan mengobrol tentang pekerjaannya masing-masing. Pekerjaan yang hampir membuat mereka tidak punya waktu istirahat yang banyak. Sani menilai Rachel masih sama dengan yang dulu, pribadi Rachel yang baik membuat semua orang yang mengenalnya akan betah bersama dengan dirinya.
Rachel membuka handle pintu ruangan presdir, Sawn mendongakan wajahnya lurus menatap pintu masuk. Terlihat istrinya sangat cantik mengenakan gaun bermotif sambil membawa wadah bekal makanan.
" Rachel.. apa yang kamu lakukan disini? Harusnya kamu beristirahat saja.." Sawn segera memapah tangan Rachel agar duduk di sofa.
" Harusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kamu lakukan disini tanpa pamit padaku?." Wajah judesnya kembali terlihat.
" Kamu sangat menggemaskan kalau seperti ini.. Aku banyak pekerjaan yang tidak bisa ditunda, baru saja aku ada tamu penting.. Lagian aku lihat tadi pagi kamu sangat lelap mana tega aku membangunkanmu." Jelas Sawn. Rachel menghela nafasnya, kali ini ia tidak ingin memperpanjang masalah.
Rachel menyodorkan wadah makanan dan menyuruh Sawn untuk makan bersama dengannya saat ini juga.
Dengan sangat senang hati Sawn menyantap makan siang dari istrinya tercinta.
__ADS_1
Rachel senang Sawn sangat menyukai masakannya. Sudah sangat lama sejak tinggal dengannya Rachel tidak sedikitpun diizinkan untuk pergi memasak. Bukan karena masakannya tidak enak tapi Sawn tidak ingin istrinya kelelahan.