
Dua minggu kemudian...
" Jangan sebut namaku Jenny kalau aku tidak bisa mengusirmu dari sini Rachel sayang.." Dengan menyobek-nyobek foto Rachel penuh amarah Jenny lantas membuangnya ke tempat sampah.
Ia lalu pergi menemui fotografer bayaran untuk selalu membuntuti kemana saja Rachel pergi dan dengan siapa saja terutama bila bertemu dengan laki-laki lain..
Sebelumnya Rachel dan Red memang merencanakan sesuatu untuk membuat Sawn sadar bahwa Jenny mempunyai niat licik untuk memisahkan mereka berdua.
" Siapa laki-laki yang sangat tuan cemburui nona?."
Rachel mencoba mengingatnya walau tidak tahu pasti tapi ia yakin kalau Sawn mencemburui Axcel.
" Aku rasa Sawn cemburu pada Axcel."
" Tapi aku tidak yakin.. Axcel berada di Jerman sekarang apa mau membantuku."
" Kenapa tidak dicoba, siapa tahu tuan Axcel bersedia membantu."
" Baiklah, aku akan coba bicara padanya sekarang, aku akan meneleponnya."
Kemudian Rachel mengambil ponselnya dan menghubungi Axcel, tak lama sambungannya terhubung tanpa basa-basi lagi Rachel menceritakan duduk permasalahannya pada Axcel.
" Maaf Axcel aku tidak berniat untuk memanfaatkanmu, tapi hubunganku dengan Sawn akhir-akhir ini sedikit terganggu."
" Aku tidak merasa terganggu sedikitpun Rachel dan kamu beruntung karena besok aku berencana untuk pulang, ibuku sakit dan menyuruhku untuk segera kembali."
" Benarkah Axcel? Oh suatu kebetulan sekali, aku akan menjemputmu di Bandara besok."
"Baiklah.. Kita akan bertemu besok Rachel. See you bye.."
" Bye.."
Rachel bernafas lega akhirnya satu masalah akan terpecahkan dengan kedatangan Axcel besok. Tiba-tiba kepalanya terasa pusing, ia kembali duduk di kursi sebuah restoran.
__ADS_1
" Nona tidak kenapa-napa?."
" Kepalaku tiba-tiba pusing, sepertinya aku masuk angin Red.. Badanku juga terasa tidak enak."
" Dan rasa-rasanya aku ingin muntah.."
" Kita kedokter sekarang ya.."
Rachel menggeleng, ia memilih untuk segera pulang dan ingin beristirahat.
-----
Keesokan harinya sesuai rencana Rachel dan Red menjemput Axcel di Bandara, mereka berangkat setelah Sawn pergi ke kantor. Niat awal ingin membuat Sawn cemburu dengan kedekatan Rachel dan Axcel tapi diluar dugaan mereka sesuatu telah direncanakan terlebih dahulu oleh Jenny.
Jenny berhasil mendapatkan gambar Rachel sedang berjalan dipapah oleh Axcel, padahal disana ada Red mengawal mereka. Saat itu Rachel merasa kepalanya pusing lagi seperti hari kemarin sampai ia sulit untuk berjalan sendiri. Sampai akhirnya Axcel membantunya untuk berjalan menuju mobil.
Senyum licik mengembang dibibir Jenny, ia pergi sendiri menemui Sawn dikantornya dan memperlihatkan gambar Rachel dari ponselnya. Sesuai dugaan Sawn begitu murka, dari dulu sampai sekarang rasa cemburunya pada Axcel tidak berkurang sedikitpun. Hatinya geram ingin sekali saat itu pergi menemui istrinya dan menanyakan sendiri kebenaran foto itu.
" Sawn.. Aku rasa lelaki ini sangat dekat dengan Rachel, maaf bukan aku memanasimu tapi aku hanya melihatnya sekilas dari foto."
" Ti-tidak.. Aku mendapatkannya dari temanku. Kebetulan dia kenal dengan istrimu." Jenny gelagapan dengan pertanyaan Sawn.
" Sawn.. Lebih baik aku pamit, Sally aku tinggalkan dengan ibu. Aku takut dia mencariku tadi aku pamit pergi berbelanja dan mampir sebentar."
Sawn mengangguk.. Ia tidak banyak bicara.
-----
Tak banyak bicara sejak Jenny pulang dari kantor Sawn, ia pun memutuskan pulang dari kantor dan mencari Rachel. Memastikan apakah istrinya sudah berada dirumah atau masih bersama dengan Axcel.
" Tuan.. Tumben masih sore anda sudah pulang." Bibi An membantu Sawn memegang tas yang dibawanya.
" Iya Bibi An, hari ini aku tidak terlalu sibuk. Rachel dimana?."
__ADS_1
" Nona muda berada dikamar, sepertinya sedang tidak enak badan."
"Baiklah aku akan naik menemuinya."
Langkahnya semakin cepat, rasanya Sawn sudah sangat tidak sabar ingin menemui istrinya.
Tampak Rachel sedang terbaring di atas tempat tidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Rachel menggeliat mendengar suara handle pintu terbuka. Dan melihat Sawn sudah berdiri disampingnya.
" Apa kamu sakit?."
" Aku tidak enak badan, aku mual-mual dari tadi."
" Mungkin kamu masuk angin."
" Sepertinya begitu. Kenapa kamu sudah pulang bukankah ini belum waktunya?."
Sawn terdiam..
" Tadi kamu kemana?."
" Aku tadi dirumah."
" Kenapa berbohong.. Bukankah tadi kamu bersama Axcel?."
Rachel terkesiap.. Tak menyangka suaminya sudah tahu ia bersama Axcel.
" Iya aku bersama Axcel tadi."
Nafas Sawn naik turun dengan cepat, rupanya ia sedang menahan amarahnya yang hampir meledak.
------
**Tolong berikan cinta kalian dengan memberikan komen, like dan votenya ya.. Ditunggu thanks
__ADS_1
💕💕💕
Jangan lupa baca karyaku yang lainnya juga ya judulnya Romansa Sang Playboy, Surat Wasiat Kakek dan Menikah dengan Pria Tampan**.