My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Dresden


__ADS_3

Sawn mengepulkan asap rokoknya ke langit-langit kamar hotel setelah ia dan sang istri selesai melakukan hubungan intim, rencananya utamanya ke Jerman memang murni untuk pekerjaan tapi soal bulan madu tak bisa ia pungkiri harus tetap dijalankan sesuai rencana awal.


Rachel masih terbaring dengan selimut menutupi tubuhnya, sebagian rambut menutupi bagian kanan wajahnya.. Cantik alami.


" Tok.. Tok..."


Sawn berdiri membuka pintu kamar hotel, assisten Liu tengah berdiri di depan pintu bersama Red.


" Sawn.. Ada yang ingin disampaikan.."


"Oke.. Aku akan ke kamarmu sekarang."


Sawn menyilangkan kakinya ketika ia sedang duduk serius membicarakan hal penting dengan assisten Liu.


" Jadi orang itu suruhan kelompok GFG?."


" Benar Sawn.. Orang kita berhasil menangkapnya.. Sekarang dia sudah diamankan."


" Bagus.. Gerak cepat, apa motifnya?."

__ADS_1


" Istrimu.."


" Aku sudah menduganya, dia tahu kelemahanku.. "


" Kau harus segera menyelesaikan masalah ini.. Kalau tidak ini akan berlarut-larut."


" Aku berpikir hal yang sama denganmu.. Kita akan atur untuk menemui mereka secara langsung.."


"Apa kau sendiri yang akan menemui mereka?."


" Iya.. Aku tahu kelemahan mereka. Sangat kurang elegan kalau aku sendiri tidak turun."


" Hahaha..."Sawn tertawa sangat keras sampai assisten Liu tidak mengerti apa sebenarnya yang direncanakan Sawn.


-----------------------------------


" Sayang... Apa hari ini kamu sibuk lagi dengan pekerjaanmu?."


Rachel menatap wajah Sawn di depan cermin saat ia sedang memeluk suaminya itu dari arah belakang.. Menyenderkan kepalanya di punggung bidang sang suami..

__ADS_1


"Tidak.. Hari ini adalah hari kita, aku kan menemanimu berkeliling.. Kamu punya rencana mau kemana?."


" Benarkah.. Aku sangat senang sekali akhirnya dapat waktu untuk kita.. Sayang, aku ingin kita ke Dresden."


" Dresden?." Sawn mengernyitkan keningnya..


" Ya.. Dresden.. kota romantis untuk pasangan yang baru menikah.."


"Baiklah.. Aku akan menyuruh Liu menyiapkannya. Sesuai permintaanmu sayang.."


Semenjak Rachel bertemu dengan Sawn, hidupnya bak seperti seorang ratu, segala hal yang ia minta dan butuhkan selalu terpenuhi.. Walaupun Rachel masih keturunan keluarga ningrat tak sampai membuatnya memanfaatkan kondisi keluarganya. Itu salah satu yang membuat Sawn tertarik...


-----


Dresden merupakan kota yang dikenal sebagai Jewel Box atau Kota Permata. Dikenal demikian karena arsitekturnya yang elegan dan mewah. Salah satu tempat wisata romantis di Jerman ini terletak di bagian timur dan disebut Florence at the Elbe karena lokasinya yang sangat indah di tepi sungai. Romantisnya sungai Elbe dan keindahan pertunjukan opera di nikmati pasangan muda yang baru menikah itu. Selain itu mereka menyaksikan mural porselin terbesar di dunia dan arsitektur Istana Zwinger yang memancarkan aura kebangsawanan. Senyum bahagia Rachel terpancar sangat jelas di wajahnya.. Tempat yang sudah lama ia ingin datangi akhirnya menjadi kenyataan..


" Kamu ingin kemana lagi?." Sawn bertanya pada sang istri yang dilihatnya masih sangat bersemangat menyusuri Dresden. Dengan pakaian yang kasual memungkinkan ia bisa bergerak dengan aktif.


" Aku ingin makan..."

__ADS_1


"Hahaha... Maaf sayang aku hampir lupa.. Kita belum makan sejak datang tiba di Dresden.. Maafkan aku.." Sawn menunjukan rasa bersalahnya dengan wajah dibuat sedih.. Rachel tahu kalau suaminya itu sedang mengoloknya.. Sawn tak mungkin sampai ceroboh melupakan waktu makan mereka. Assisten Liu dan Red dengan setia selalu menemani pasangan pengantin itu. Pengawalan yang ketat tapi tidak mencolok perhatian publik untuk mejaga keamanan.


__ADS_2