My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Mencari


__ADS_3

"Akhirnya aku sudah boleh pulang..."Rachel sangat senang seperti anak kecil yang diberi permen.


"Rachel... Kamu akan tetap tinggal dengan Sawn, Itu akan membuatmu aman sayang."Nyonya Park menggenggam tangan Rachel.


"Iya.. Ibu juga setuju. Ibu takut kalau kecelakaan itu adalah perbuatan orang jahat yang ingin menyelakaimu."Ujar Nyonya Wang.


Rachel mengangguk..


"Kalian seharusnya cepat menikah.. Itu akan membuatku tenang."Tambah Nyonya Park.


"Iya bu.. aku akan membicarakannya dengan Sawn dulu."


"Bicarakanlah dengannya.. lalu persiapkan pesta pernikahan seperti apa yang kalian inginkan. "


Setelah 2 jam...


"Ini sudah terlalu lama menunggu.. Bisakah kita pulang sekarang?."Pinta Rachel.


"Kita akan menunggu Sawn. Tadi Sawn menelpon akan menjemputmu sendiri. Mungkin Sawn masih ada urusan. Aku akan menghubunginya lagi."Nyonya Park mencoba menghubungi ponsel Sawn.


"Hallo... "Suara Sawn di seberang telepon.


"Sawn.. Apa pekerjaanmu sudah selesai?."


"Iya bu.. Aku sedang menuju kesana, sebentar lagi sampai."


"Baiklah kita menunggumu."Nyonya Park menutup pembicaraan.


10 menit kemudian...


"Maaf aku datang telat, tadi ada perkerjaan mendesak di kantor."

__ADS_1


"Tidak apa-apa.. Kita pulang sekarang ya.. Aku sudah tidak kerasan tinggal di sini."Rengek Rachel.


------------------------------------


▪ Villa Kediaman Sawn


"Nona muda... Anda sudah kembali.. Sykurlah anda sudah sembuh."Bibi An menyambut kedatangan Rachel.


"Iya Bibi An.. Aku sudah kangen pulang. Makanan di Rumah Sakit tidak enak.. Bibi An, maukan memasak makanan enak untukku."


"Tentu saja dengan senang hati. Sekarang bibi akan langsung memasak. Biar sekalian yang lainnya makan bersama."Bibi An semangat dan pergi memasak ke dapur.


"Aku akan pergi ke kamar terlebih dahulu."


"Aku akan ikut denganmu."Sawn mengikuti langkah Rachel dari belakang.


Membuka pintu kamar...


Tiba-tiba Sawn memeluk Rachel dari belakang.


Rachel membalikan badannya sehingga mereka berdua saling berhadapan.


"Apa kamu akan meninggalkanku?."


"Pertanyaan macam apa itu...."Sawn menelungkupkan kepala Rachel di dadanya.


"Melihatmu terbaring sakit saja aku sudah hancur, apalagi sampai kehilanganmu."


"Aku beruntung memilikimu Sawn."


Sawn mendaratkan ciuman hangat di bibir Rachel, Rachel membalasnya saling berpagutan.

__ADS_1


Makan malam keluarga..


"Rachel, aku turut senang melihat dirimu seperti sedia kala. Kamu tahu selama kamu di Rumah Sakit, Sawn terlihat sangat kacau."Suman Arthur turut serta dalam acara makan malam keluarga menyambut kesembuhan Rachel.


"Terimakasih ayah.. Semua ini berkat kalian juga. Sekarang Sawn bisa istirahat dengan tenang. Juga bekerja dengan fokus lagi."


"Bu, tinggalah dulu untuk malam ini. Aku ingin ditemani ya.."Pinta Rachel pada ibunya, Nyonya Wang.


"Sayang.. Ibu bukannya tidak ingin bersamamu lebih lama.. Sudah melihatmu kembali sehat saja sudah membuatku sangat senang. Tapi ibu minta maaf, lain kali ibu dan ayahmu akan berkunjung. Sekarang kesehatannya kembali kambuh."Nyonya Wang terlihat sedih.


------------------------------------


▪ Perusahaan Moon


"Liu, apa kamu sudah dapat informasinya?"


"Belum Sawn, pihak kepolisian pun masih belum ada pergerakan."


"Braakk...."Sawn menggebrag meja kantornya.


"Kenapa kepolisian kerjanya lambat sekali. Tuan Dong apa dia terlibat?."


"Aku sudah selidiki, ini tidak ada kaitannya dengan Tuan Dong. Meskipun Tuan Dong ingin menjebak orang-orang kita dengan menyelundupkan barang di Bea Cukai, itu saja yang dia perbuat."Jawab assisten Liu.


"Sawn.. Apa kau tidak curiga dengan Lusy. Wanita yang menjebakmu itu?."


"Dia bisa nekat seperti itu kenapa tidak. Selidiki dia, kalau perlu ancam dia dengan keluarganya."Ucap Sawn.


"Darah memang tidak akan pernah bisa berbohong. Di darahku mengalir darah ayahku. Sedikitnya aku pun mewarisi watak ayahku."Sawn mengepalkan tangannya.


 

__ADS_1


*Bersambung*.....


 


__ADS_2