My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Rival


__ADS_3

Siang itu matahari menampakan sinarnya sangat terik sekali. Sawn dan assisten Liu sedang mengadakan pertemuan kerjasama dengan perusahaan asing di sebuah hotel, itu merupakan pertemuan ketiganya sebelum proyeknya benar-benar goal.


Sementara Rachel menghandle semua pekerjaan yang ada di kantor. Dia di bantu Sani menyiapkan beberapa dokumen yang kadang diminta mendadak untuk di antarkan ke hotel tempat pertemuan itu.


Rachel yang cekatan tak perlu diragukan lagi kepiawaiannya dalam bekerja dan Sani merasa sangat terbantu sekali dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang berat. Walaupun gaji untuk karyawan yang bekerja di perusahaan Moon sangat besar tapi di sana dituntut untuk bekerja dengan maksimal dan dedikasi yang tinggi. Perusahaan yang lain pun pasti menerapkan aturan yang sama demi kemajuan perusahaan mereka.


Seorang lelaki muda tampan, tinggi, berkharisma, berhidung mancung, mata tegas tak lebih seperti sosok gambaran Sawn. Dia berjalan menuju ruangan presdir. Rachel dan Sani yang sedang berada di ruangan Rachel, melihat ada seseorang yang masuk ke sana. Lelaki itu mencari Sawn yang justru sedang tidak ada di tempat. Sani keluar dari tempat Rachel dan menghampiri lelaki itu.


"Tuan Axcel... apakah itu anda?."Tanya Sani pada lelaki yanh bernama Axcel.


Axcel tersenyum manis menambah ketampanan yang memancar dari dirinya.


"Hai Sani,, iya ini aku. Apa kabarmu?."Axcel memyapa balik pada Sani. Sani tampak sangat senang melihat kepulangan Axcel dari luar negeri.


Axcel adalah sahabat baik Sawn dan assisten Liu, mereka bertiga bersahabat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar sampai sekarang persahabatan mereka masih terjaga. Axcel yang menetap dan mendirikan perusahaan di luar negeri berencana untuk tinggal sementara di negeri kelahirannya.


"Dimana Liu dan bosmu yang galak itu Sani?."Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Tuan Sawn dan assisten Liu sedang mengadakan pertemuan dengan perusahaan asing di hotel dekat sini tuan Axcel."Ujar Sani sambil mempersilahkan Axcel untuk duduk dan menunggu Sawn beserta assisten Liu datang.


"Sahabat macam apa mereka.. Bahkan menjemputku di bandara pun tidak."Gerutu Axcel dan duduk dengan menumpangkan kakinya.


"Tuan Axcel apakah ingin sesuatu?."Tawar Sani.


"Hmm... Aku minta air mineral dingin saja ya."Ucap Axcel dengan mengerlingkan matanya sebelah pada Sani.


Axcel di kenal sebagai sosok lelaki yang baik, tapi tidak terlepas dari sosok perempuan. Sebagai seorang pengusaha sukses, tak heran banyak perempuan yang mengejarnya. Axcel terkesan open minded terhadap perempuan dan terkenal playboy. Berbeda dengan Sawn, Sawn lebih tertutup tapi sering di gosipkan dengan banyak perempuan. Sedangkan assisten Liu sudah melepaskan masa lajangnya.


Sani menyodorkan sebotol air mineral yang dingin beserta dengan gelasnya ke meja di ruangan presdir.


Axcel membuka ponselnya dan menghubungi assisten Liu.


"Kapan kalian akan kembali ke kantor?."Tanya Axcel tetiba.


Assisten Liu terkejut Axcel bertanya seperti itu dan menduga bahwa dia sudah kembali dari liar negeri.

__ADS_1


"Axcel apa kamu sudah kembali?."Suara assisten Liu di ujung telepon sana.


"Ya aku sudah kembali barusan, tapi kedua sahabatku rupanya tidak mau aku datang. Menjemput pun juga tidak. "Ucap Axcel pura-pura marah.


"Aku bahkan tidak tahu kamu akan kembali, Sawn pun tidak memberitahuku kau akan datang."


"Tunggulah sebentar di sana, kami akan segera kembali setelah urusan ini selesai."Ucap assisten Liu.


"Baiklah."Axcel menutup telepon mengakhiri pembicaraannya.


Sani sibuk menyelesaikan kembali pekerjaannya yang tertunda. Sementara Axcel sibuk melihat-lihat seisi ruangan predir perusahaan Moon itu. Axcel menangkap sesosok perempuan cantik di balik sebuah ruangannya itu. Ruangan dimana Rachel berada.


"Siapa perempuan cantik ini?."Bisik Axcel dalam hati.


 


*Bersambung*....

__ADS_1


 


__ADS_2