My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Jerman


__ADS_3

" Sayang.. Maafkan aku. Bulan madu kita harus menyesuaikan dengan pekerjaanku.. Sesuatu hal tidak terduga terjadi."


"Sebenarnya aku kecewa, kali ini kita tidak pergi ke tempat tujuan yang aku inginkan. Tapi yah apa boleh buat.. Kamu sudah melakukan yang terbaik untukku. "


Sawn juga tampak sangat kecewa, tatapannya ia tuju ke bawah.. Pagi-pagi ia mendapat kabar persetujuan bisnis dengan perusahaan asing terkendala izin pemerintah setempat, padahal itu bukan untuk pertama kalinya bagi perusahaan Moon menjalin kerjasama dengan perusahaan asing.


" Sawn.. Kamu tidak perlu menyesalinya aku tidak apa-apa, lain kali kita bisa pergi berbulan madu ke tempat lain. Karena setiap waktu denganmu merupakan bulan madu untukku.." Rachel mengangangkat dagu Sawn ke atas.. Mata mereka saling bertautan..


" Maaf aku mengganggu waktu kalian.." Assisten Liu tiba-tiba datang..


" Pesawat akan segera berangkat.. Kita harus segera bersiap-siap.."


-----


Tangan sepasang pengantin baru itu tak terlepas satu sama lain, seolah tidak ingin terpisah.. Pandangan mereka sesekali bertemu, senyum selalu menghiasi bibir mereka. Setelah menikah mereka sering menunjukan rasa romantisme masing-masing.. Sungguh indah.


" Senyummu selalu tersimpul manis tapi kenapa sesekali terlihat meringis?."


"Masih terasa perih..." Rachel memang terlihat sesekali meringis..


"Apanya yang masih terasa perih?." Sawn mengernyitkan keningnya.


" Apa kamu tidak mengerti?."

__ADS_1


Kedua bahu Sawn terangkat ke atas menandakan ia tak mengerti sama sekali apa yang dikatakan istrinya.


" Bekasmu semalam.. Aku hampir merasakan sakit saat berjalan."


" Hahahaha..."Kali ini Sawn mengerti apa yang dikatakan istrinya.


Ketika Sawn berhasil menerobos merobek selaput dara keperawanan sang istri.. Butuh perjuangan untuk sampai ke tahap itu. Sawn tersenyum kecil mengingat kejadian panas semalam. Malah istrinya belum merasakan pelepasan sama sekali.


"Maafkan aku.. Tapi nanti juga akan hilang.. Siap-siap saja, aku akan memberikannya lagi setelah kita sampai di hotel.." Lelaki itu tersenyum nakal.. Rachel begitu menikmati setiap candaan dari sang suami, Sawn memang terlihat sangat romantis. Dibalik sikapnya yang dingin, ia menyimpan berjuta kelembutan yang ia persembahkan untuk wanita yang dicintainya.


Bahkan ketika malam pertama mereka, Sawn sangat memperlakukan Rachel dengan lembut.. Bak porselen yang mudah pecah.


" Aku ingin segera punya anak.." Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Sawn.


" Ya anak.. Aku tidak ingin menunda, kamu tidak perlu memakai obat anti hamil atau apalah itu namanya.."


" Obat anti hamil? Aku bahkan tidak punya obat semacam itu.." Sanggah Rachel.


"Aku tahu.. Maksudku. Kita jangan menundanya.. Ya.. "


" Apa kamu sangat ingin sekali?."


" Tentu saja.. Siapa yang akan mewarisi semua harta kekayaanku.. Dan juga anak sebagai penghangat dalam keluarga." Ia memandang jauh ke jendela pesawat melihat awan-awan lembut seperti permen kapas.

__ADS_1


------------------------------------


Perjalanan yang sangat panjang hampir kurang lebih 9 jam di atas pesawat akhirnya sampailah di negara tujuan untuk berbulan madu sekaligus dalam rangka perizinan proyek kerjasama..


Jerman...


Beberapa utusan dari perusahaan rekanan Mr. Adolf telah sampai untuk menyambut kedatangan tamu istimewa mereka..


"Hallo Presdir Sawn.. " Mr. Adam selaku assisten pribadi Mr. Adolf menyambut kedatangan Sawn dengan sangat hangat.


" Hallo.. Senang bertemu dengan anda.."


" Mari saya akan membawa anda bertemu dengan Mr. Adolf.. "


" Baiklah.." Sawn dan assisten Liu segera mengikuti jejak dari Mr. Adam untuk bertemu langsung dengan Mr. Adolf.


Sementara Rachel beserta Red terlebih dahulu di utus untuk menunggu di sebuah hotel mewah di seputaran kota Berlin.


"Kita akan menginap di hotel mana?."


"Tuan memerintahkan kita untuk menginap di hotel sekita kota Berlin.. " Seketika mobil limo yang membawa Rachel dan Red berhenti di sebuah hotel mewah megah di Berlin.


Hotel yang terlihat mewah bukan hanya dari luar tapi nampak di dalam pun sangat teramat mewah.. Pelayanan exslusif yang diberikan staff hotel membuat Rachel berdecak kagum..

__ADS_1


Sawn memberikannya pelayanan yang sempurna..


__ADS_2