
" Aku menamainya Blue Mansion..." Ujar Shawn menghentikan tatapan Rachel yang hampir tidak berkedip. Bukan Mansion biasa, yang Sawn bangun adalah sebuah mansion luar biasa.
Mansion dengan 13 kamar khusus untuk peristirahatan keluarga besar Moon dan De Jong.
Selama Rachel hamil Sawn berencana akan tinggal di Mansion. Suasana daerah tempat berdirinya Mansion sangat nyaman dan membuat pikiran tenang. Sawn sengaja membangunnya karena sejak ia berhubungan dengan Rachel banyak lawan dan musuhnya secara terang-terangan ingin menghancurkannya.
Rachel butuh suasana baru dan kenyamanan, pikiran ibu hamil akan mempengaruhi janin yang dikandungnya.
" Kita akan tinggal disini? Lalu bagaimana dengan villa yang kita tempati Sawn?."
" Kita akan tinggal disini sampai kamu melahirkan dan bila kamu kerasan ingin selamanya tinggal disini aku tidak akan keberatan sayang."
" Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu, tempat ini lumayan jauh dari perusahaan."
" Tidak masalah sayang, aku tidak harus berangkat ke kantor setiap hari karena aku bisa memantaunya dari sini.. Apa gunanya aku punya Liu dan yang wakilku kalau mereka tidak bisa bekerja dengan baik."
Rachel tertawa...
" Sawn, kamu terlihat tua bila cerewet seperti itu.."
__ADS_1
" Walaupun aku terlihat tua tapi masih banyak perempuan yang mau denganku." Ujar Sawn tidak mau kalah dan perkataannya membuat istrinya marah besar.
" Sudah.. sudah.. Kalian terus saja ribut seperti anak kecil, ayo kita masuk yang lainnya sudah menunggu!." Suara mertua Rachel, nyonya Park terdengar dari arah belakang mengagetkannya.
" Ibu!!." Pekik Rachel menghambur memeluk nyonya Park.
" Apakabarmu sayang.. Si bodoh itu rupanya sudah sadar dan membuatkanmu istana ini.." Sindir nyonya Pakr melihat ke arah Sawn.
" Sudahlah bu, jangan menyindirku seperti itu.. Aku memang bersalah. Aku pastikan kedepannya tidak akan berbuat kesalahan yang fatal." Sawn memasang wajah memelasnya pada sang ibu tercinta. Didikan keras Sawn tidak lain karena ada campur tangan ibunya yang juga keras dan disiplin. Sejak kecil Sawn selalu diajarkan agar keluar dari bayang-bayang ayahnya, Suman Arthur. Nyonya Park berpikir bahwa saat itu peran ayahnya tidak untuk dilakukan Sawn dikemudian hari.
" Baiklah aku pegang kata-katamu. Mari kita masuk.. !!."
Rachel terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya saat akan masuk ke dalam Mansion. Sawn tidak tanggung-tanggung menggelontorkan uangnya untuk sebuah Mansion mewah beserta isinya. Kamar pribadinya pun bak seperti kamar dalam istana lebih besar dan lebih mewah dari pada kamar miliknya di Villa.
" Bukan! Aku sudah membangun ini lama sebelum permasalahan kita."
" Hmm... Haruskah aku percaya padamu?." Rachel menatap ragu.
" Tidak.. Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku. Tapi aku akan buktikan hingga kamu bisa mempercayaiku sendiri."
" Oke baiklah Mr. Right.." Ucap Rachel sambil manggut-manggut.
__ADS_1
" Apa Mr. Right?."
" Yes.. You are Mr. Right.. Karena kamu selalu benar." Ucap Rachel kesal. Sawn sangat susah untuk diajak bercanda. Sekalipun dia bercanda akan terdengar sangat garing.
" Apa kalian akan terus berdiri disana dan membiarkan kami kelaparan di sini?." Laki-laki tampan berteriak dari arah depan membuat keduanya memalingkan wajah mereka.
" Kak.. Kak Keanu!!." Rachel berlari mengahmbur memeluk kakak tercintanya yang sengaja datang untuk ikut merayakan kehamilan adik tercintanya.
Sawn meringis.. Ia takut istrinya akan tersandung dan jatuh.
" Pelan Rachel... kamu sedang mengandung keponakanku!."
" Iya kakak tenang saja.. aku rindu padamu!." Ujar Rachel manja menciumi pipi Keanu tanpa henti.
" Keanu.. Aku rasa kamu harus menghindar! Aku saja suaminya tidak pernah dicium sampai terus-terusan seperti itu." Ucap Sawn kesal.
" Iya.. Aku tidak pernah menciummu terus-terusan tapi kamu membuat perutku sebesar ini." Timpat Rachel tanpa malu membuat wajah Sawn memerah.
-----
Haii... Berikan dukungan kalian dengan menambahkan komen, like dan votenya ya.. Oh iya pantengin juga novel baru aku yang judulnya
__ADS_1
MY PERFECT HUBBY... Thanks..