
Kembalinya Red membawa kebahagaiaan tersendiri di hati Rachel, Red sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri bahkan lebih dari itu. Red menyayangkan tentang kejadian yang menimpa Rachel, sangat tahu bagaimana kegigihan Rachel saat itu untuk mendapatkan seorang anak. Tapi Red cukup menyimpannya dalam hati karena sebelumnya Sawn melarang dirinya untuk membahas hal itu ketika tiba.
" Nona muda..."
" Red, aku merindukanmu." Ucap Rachel memeluk Red dengan erat.
" Terimakasih nona sudah begitu memperhatikan saya, maaf saya ada urusan penting sekali sehingga saya lama tidak kembali." Sesal Red sedikit mengiba.
" Tidak usah seperti itu! Suamiku memperlakukanku seperti tahanan sepeninggalmu tapi tetap saja aku yang bandel sampai kehilangan-."
" Maaf nona, bisakah kita masuk rasanya kakiku sedikit kebas." Sela Red tahu kalau Rachel akan menceritakan kejadian tentang kehilangan bayinya.
" Oh maaf Red, aku hampir lupa. Kita masuk karena aku dan bibi An sudah menyiapkan makanan yang banyak untukmu. Aku tahu perjalanan panjang pasti sangat melelahkan sekali kan." Rachel merangkul Red dan membawanya ke ruang makan keluarga. Menyaksikan Rachel kembali ceria membuat bibi An tenang dan juga ikut tersenyum senang melihat Red ada di tengah-tengah mereka.
" Red, kamu sedikit kurusan. Ada misi apa sampai kamu tidak kembali dalam waktu dekat?." Omel bibi An sudah menganggap Red seperti anaknya sendiri.
" Maaf bibi, aku mengawal seorang gadis anak pejabat di sana. Gadis itu cukup merepotkan, dia manja senang sekali mengatur dan aturannya sangatlah membuat jengkel." Red mulai bercerita tentang pengalamannya di sana.
" Kenapa gadis itu sampai dikawal? Pejabat seperti apa orang tuanya?."
" Mm, ayahnya pejabat pemerintahan seorang perdana menteri. Gadis itu terlalu ceroboh karena merasa anak pejabat, dia seenaknya menggunakan wewenang ayahnya untuk membuat onar. Kesombongannya untuk pamer tapi otaknya tidak mampu dalam hal pelajaran sampai ia di bully habis-habisan oleh teman-temannya di sekolah. Ini yang membuat ayahnya memerintahkan untuk mengawalnya. Karena dimanapun dia berada sering menjadi bahan bullyan." Jelas Red mengenang masalahnya.
" Dari mana publik tahu kalau gadis itu kurang dalam mata pelajaran?." Selidik Rachel tertarik pada cerita Red sambil sesekali menyantap makanan yang ada di depannya, begitupun Red sudah tidak sungkan lagi menambah porsi makannya kali ini.
" Ada temannya di sekolah memviralkannya di media sosial hingga membuat publik tahu, anak pejabat yang sombong tapi bodoh dalam menggunakan otaknya. Tagar seperti itu sangat viral dalam sebulan kemarin, hingga akhirnya pak perdana menteri menyuruhku untuk membersihkan nama baik anaknya dan mulai mengajari bagaimana dalam bersikap, anda tahu nona saya sampai harus mendatangkan staff khusus untuk merubah perilakunya dan juga guru mata pelajaran untuknya. Akhirnya ia melaksankan pembelajaran home schooling. " Red berkelakar bagaimana akhirnya dia bisa mengatasi anak manja seperti itu.
__ADS_1
" Untunglah kamu bisa mengatasinya Red dan cepat kembali." Timpal Bibi An.
" Iya bibi, aku lebih baik disuruh berkelahi atau mengawal seperti nona Rachel dari pada mengurusi gadis manja seperti itu hehe." Mereka tertawa bersama melepaskan kerinduan masing-masing.
" Oh iya apa bibi An juga ikut pindah tak kala nona harus ke mansion?." Tanya Red.
" Iya, tuan menyuruhku untuk selalu ikut saat nona kembali ke mansion atau ke villa. Tuan takut nona kecapean." Sahut bibi An.
" Seharusnya memang seperti itu bi.. Karena aku tidak ada teman sementara nona dengan tuan."
" Red, kamu sudah bisa mulai bercanda rupanya." Rachel menyebikkan bibirnya.
Ketika sedang berkelakar bersama, Sawn datang kembali ke mansion membawa beberapa kantong makanan yang sebelumnya dipesan Rachel.
" Tapi kamu yang memesannya tadi siang sayang."
" Aku?." Rachel mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Memang benar di sana ada pesan terkirim pada suaminya.
" Aku bermaksud mencatatnya saja di memo ponselku tapi ternyata terkirim padamu. Tadinya aku akan membuat semua makanan ini bersama bibi An. Tapi berhubung kamu membelikannya aku tidak perlu repot lagi." Sawn menghela nafasnya menyaksikan tingkah lucu istrinya cukup berbelit-belit.
" Tuan, apa kabarnya?." Sapa Red berdiri dan membungkukan badannya.
" Baik Red, jangan seperti itu teruskan saja makannya. Aku akan ke kamarku dulu dan meminjam wanita cantik ini bersamaku." Goda Sawn menarik tangan Rachel agar ikut bersamanya.
Sampai di kamar Rachel membantu suaminya melepaskan jasnya, membuka dasi dan sepatunya.
__ADS_1
" Sayang ada sesuatu yang aku mau bicarakan padamu." Sawn mendudukan dirinya di sofa dan bersandar.
" Apa sayang?."
" Keanu menghubungiku tadi, dia menanyakan padaku untuk mengurusi beberapa hal tentang acara liburan dengan mereka."
" Apa bulan madu?." Sawn mengangguk.
" Astaga, aku lupa sayang. Ini sudah satu bulan sejak pernikahan mereka. Kamu katakan saja pada kakak untuk segera bulan madu saja tanpa kita!."
" Apa kamu yakin tanpa kita? Bukankah kita akan ikut berbulan madu, kita bisa berlibur dan menikmatinya berdua." Rachel mendekatkan dirinya, menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
" Aku yakin sayang, tidak usah bulan madu ke luar negeri karena bagiku setiap saat, setiap waktu adalah bulan madu bagi kita." Ucap Rachel manja. Sawn mengecup mesra bibir istrinya. Hampir satu bulan ini ia cukup menahan diri untuk tidak menyentuh wanita yang sedang bersamanya kini."
" Apa kita bisa melakukannya malam ini?." Bisik Sawn ditelinga Rachel.
" Bisa, kita akan melakukannya sekarang." Ucap Rachel disertai anggukan Sawn dan segera ia mengangkat tubuh istrinya ke atas tempat tidur.
" Apa kamu tidak mau mandi terlebih dulu?."
" Tidak!! Aku sudah tidak tahan lagi sayang." Sawn merekatkan dirinya pada tubuh istrinya. Hingga malam tiba mereka berdua sibuk dengan peraduannya yang sangat mesra dan panas.
-----
Haii readers... Lama tidak up membuat jari tangan ini sedikit pegal hehe. Untuk kesekian kalinya author minta untuk selalu memberikan komen, like dan votenya ya.. Makasih
__ADS_1