
Siapa sangka ketika mereka akan pulang dari restoran, Rachel berpapasan dengan Luccas bersama dengan seorang perempuan. Perempuan yang sama, waktu Luccas berselingkuh darinya.
Rupanya Luccas tidak menerima kalau masalahnya dengan Rachel akan berimbas pada pemutusan kontrak kerjasama dengan perusahaan Moon.
"Tuan Sawn, seharusnya anda berhati-hati pada perempuan ini. Dia adalah wanita berhati busuk. Mana mungkin aku berselingkuh darinya kalau dia wanita baik-baik. Dan perlu kamu ingat tuan Sawn, Dia wanita sampah.. Wanita bekas yang sudah tak layak pakai." Tak ayal perkataan Luccas membuat Rachel berurai air mata.
"Cukuuuuuppp... !!!!"Teriaknya dan bergegas pergi dari tempat itu yang langsung diikuti oleh Axcel.
Sawn yang geram tak kuasa menahan dirinya, langsung sebuah pukulan mendarat di wajah Luccas meninggalkan luka yang cukup parah. Tapi dengan sigap assisten Liu langsung melerainya ditakutkan ada kamera yang menangkap kejadian itu dan langsung jadi headline pemberitaan utama media.
"Kau cepat pergi dari hadapanku kalau kau sampai menampakan dirimu lagi di hadapan Rachel maka aku akan menghabisimu dan perusahaanmu dengan sekejap mata."Ujar Sawn dengan amarah yang membara.
Luccas langsung di bopong oleh perempuan itu ke mobilnya dan pergi dari sana.
"Jangan khawatir Axcel sudah menyusul Rachel."Ucap assisten Liu. Seperti menahan kesal Sawn pergi dan pulang ke Villanya.
__ADS_1
Rachel yang tadi pergi dengan menaiki taxy berhenti di sebuah bar. Langkahnya membawanya masuk ke dalam.
Pertama kalinya dia menginjakan kakinya, bahkan untuk seumur hidupnya.
Suasana yang agak pengap, lampu remang-remang dan lagu yang membangkitkan gairah.
Axcel yang juga mengikuti Rachel dengan membuntutinya dengan taxy itu langsung menyusulnya. Axcel sudah menebak apa yang ada dipikirannya itu, Rachel pasti sedang melarikan dirinya dari masalah.
Ternyata benar Rachel memesan beberapa gelas minuman untuknya sendiri. Axcel yang menatapnya merasa kasihan dengannya.
"Seperti yang tuan lihat tadi. Aku tak pantas. Lebih baik tuan pergi dari sini. " Ucap Rachel.
"Jangan panggil aku tuan, panggil saja Axcel.
Bagaimana bisa kamu minum-minuman beralkohol seperti itu. Tidak cocok untukmu."Tambah Axcel.
__ADS_1
"Biarkan aku untuk minum-minuman ini, aku hanya ingin melupakan masalahku sejenak.. hanya sejenak."Ucap Rachel seraya menutupkan kedua tangannya pada Axcel.
"Aku memang baru kenal denganmu sudah tak seharusnya aku ikut campur dalam urusanmu. Tapi kamu itu assisten pribadi Sawn. Jadi aku berhak ikut campur. Baiklah nona kalau kamu mau minum silahkan. Aku akan ajari agar kamu tidak mabuk."Axcel mencoba agar Rachel tidak bertindak gegabah untuk menenggelamkan dirinya pada hal-hal yang buruk.
Tapi apalah daya Rachel yang baru pertama mencoba minuman beralkohol bisa langsung mabuk hanya dengan 2 sloki, mungkin kandungan alkoholnya yang terlalu pekat atau dirinya yang belum terbiasa.
Axcel yang tak bisa membiarkan Rachel terlalu banyak minum mencoba menghentikannya dan membawanya untuk pulang. Dengan terlebih dahulu menanyakan alamat tempat tinggal Rachel pada assisten Liu.
Malam yang tersungkur oleh kegelapan. Rachel berjalan sendiri ke dalam apartementnya dengan keadaan kacau, matanya merah dan dari nafasnya tercium aroma alkohol yang kuat. Dia di antarkan oleh Axcel dengan menaiki taxy. Rachel menolak Axcel untuk mengantarnya ke dalam. Axcel hanya memandanginya dari luar sampai Rachel tak terlihat.
*Bersambung*....
__ADS_1