My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Skenario Indah


__ADS_3

Asmara memang selalu terkait dengan yang namanya cinta


Tapi akan dibawa ke mana asmara tanpa cinta?


Bila dua hati saling mencinta, salahkah untuk menyatu...


"Jangan lupa pertemuan nanti malam, jam 7.00 PM di Hotel Rich."


Pesan yang di terima Sawn dari ibunya.


Sawn mencoba memejamkan matanya, dia teringat Rachel. Sudah beberapa kali untuk menghubunginya tapi tidak ada jawaban. Mulai gelisah yang dirasakan.


"Apa aku harus berbicara padanya...?."Sawn mulai bimbang.


"Liu, ikutlah denganku malam ini. Aku tunggu."Sawn menghubungi ponsel assisten Liu.


Sementara itu di kediaman keluarga De Jong..


Rachel melihat-lihat sebuah gaun yang telah di siapkan ibunya, tapi hatinya tak nampak bahagia. Dia merasa tertekan dengan apa yang sedang dihadapi. Sebuah perasaan bersalah menghantam dadanya.


"Sayang,, cepatlah bergegas waktunya sebentar lagi, kita akan segera berangkat."Ibu Rachel menyuruh putrinya untuk segera berdandan.


"Bu...."


"Sudahlah.. Kau sudah berjanji untuk ikut."Ibunya menyanggah.


"Tapi bu,, Aku seperti dijebak untuk pulang."


"Sayang, kita akan bicara nanti sepulangnya dari acara itu. Ibu janji."


Rachel dengan perasaan gundah gulana menuruti apa kata ibunya.


Hotel Rich merupakan hotel bintang 7 yang fasilitas dan kemewahannya tidak diragukan lagi. Biasanya digunakan oleh kalangan kelas atas.


"Aku seperti melihat Sawn..."Gumam Rachel dalam hati. Rachel melihat ke arah sekelilingnya tapi tak nampak lelaki itu...


"Sayang, sedang mencari siapa?"Ibunya bertanya.


"Oh tidak.. hanya perasaanku saja."


"Baiklah,, ayo kita masuk. Kita sudah ditunggu. Jaga sikapmu."Pinta ibunya dengan memegang pundak Rachel.


Menuju ke tempat yang sudah di reservasi, tapi alangkah terkejutnya Rachel melihat ada sesosok lelaki yang memang tidak salah dilihatnya tadi..

__ADS_1


"Sawn...." Rachel menatap lurus ke arah Sawn. Seketika Sawn mengangkat wajahnya dan terkejut bukan main.


Nyonya Park dan Nyonya Wang, ibunya Rachel sama-sama saling melempar senyum.


"Bu, katakan apa semua ini?."Sawn bingung dengan apa yang terjadi.


"Baiklah akan kami jelaskan, sekarang mari semua kita duduk terlebih dahulu."Nyonya Park memulai untuk menjelaskan kenapa mereka semua bisa bertemu.


Tampak dari keluarga grup Moon hanya ada ibu dan ayahnya saja, Suman Arthur. Sedangkan keluarga grup De Jong Ibu dan kakak laki-laki Rachel yang hadir. Semuanya tampak bahagia terkecuali Sawn dan Rachel, mereka masih bingung dengan pertemuan ini.


"Tuan Suman, senang bertemu denganmu. "Sapa Nyonya Wang.


"Ya .. Nyonya Wang, Aku juga sangat bahagia sekali. Hari ini hari paling bahagia untukku karena putra putri kita bisa bertemu.. Setelah sekian lama menanti. Sayang sekali Tuan Jong tidak ada di sini."Suara yang serak dan berat Suman Arthur


"Nyonya Wang, Kita akan membicarakan topik utama pertemuan kita ini, sebelum hidangannya datang, kita akan membicarakan apa yang sudah kita rencanakan sejak beberapa tahun lalu. Aku akan jujur saja padamu."Nyonya Park sejurus melihat ke arah Sawn.


"Aku sudah membicarakan ini pada putraku Sawn tentang perjodohan ini, Kau tahu sendiri kan Nyonya Wang kalau Sawn selalu menolak. Untuk itu aku tidak akan memaksakannya lagi, pilihannya ada pada Sawn sendiri."Nyonya Park menunjukan rasa bersalahnya.


Nyonya Wang tersenyum simpul.


"Aku tidak akan keberatan apapun keputusan dari Sawn, anak kita berhak bahagia dengan pilihan mereka. Benarkan Rachel?."


Rachel memanggukan kepalanya, dia merasa bingung entah apa ayang harus dilakukannya. Melihat Sawn hanya terdiam dan mendengarkan tanpa melakukan penolakan.


"Rachel wanita yang ibu pilih untuk jadi istrimu.. Rachel yang selama ini ibu maksud."


Sawn terperangah dengan penjelasan ibunya. Begitupun Rachel, dia tak mengira kalau selama ini laki-laki yang dihindarinya adalah bosnya sendiri. Bahkan dia sampai lari dari keluarganya demi untuk menghindari perjodohan itu beberapa tahun lalu. Bodoh sekali...


"Kenapa aku dan Sawn tidak tahu akan hal ini?."Rachel bersuara.


"Bagaimana kau tahu, ibu belum mempertemukanmu tapi kamu malah lari. Sawn juga sama sepertimu terus menghindar. Kalian benar-benar cocok."Nyonya Wang menimpali pertanyaan Rachel.


"Kami sudah menyerah untuk menjodohkan kalian, karena kepergian Rachel yang cukup lama. Kalau saja aku tidak melihat Rachel waktu itu di kantormu, mungkin ibu takkan tahu kalau Rachel putri keluarga De Jong. Sekilas aku ingat wajahnya, dan untuk memastikannya ibu mendatangi Nyonya Wang, ternyata benar kau Rachel kecilku."Nyonya Park menceritakan awalannya.


"Kami menyusun rencana untuk mempertemukan kalian."Sambung Nyonya Park.


Hidangan makan malam datang ketika pembicaraan sedang berlanjut.


"Kenapa harus Rachel?."Pertanyaan Sawn membuat Rachel sedikit kesal, seolah-olah Sawn tidak menginginkan dirinya.


"Sawn, keluarga kita berhutang terlalu banyak pada keluarga De Jong, Aku dan ayahnya Rachel bersahabat sangat erat. Dulu sewaktu kalian masih kecil, usahaku hampir saja bangkrut . Tapi ayahnya Rachel membantuku sangat banyak sampai aku bisa mengembangkan usahaku di berbagai bidang. Itu janjiku untuk menjodohkan kalian, karena ayahnya Rachel tidak mau aku ganti dengan mengembalikan semua yang sudah di berikan. Hanya ingin Keluarga Moon dan Keluarga De Jong menjadi sebuah keluarga besar."Ayahnya Sawn, Suman Arthur menjelaskan latar belakang masalahnya.


Baru pertama keduanya mendengar tentang awal mula perjodohan mereka.

__ADS_1


"Bu, lanjutkanlah perjodohan ini!."Pinta Sawn mengagetkan semua orang yang ada di jamuan makan malam itu.


"Kau serius?."Tanya Nyonya Park.


"Aku serius, aku akan menuruti semua kemauan keluarga ini."


Rachel tersenyum bahagia dengan keputusan Sawn.


"Sawn, jaga adikku... Jangan sampai dia terluka lagi."Pinta kakaknya Rachel, Keanu.


Sawn mengangguk setuju. Dia tidak menyangka kalau wanita yang selama ini dia tolak dengan berbagai alasan adalah wanita yang sangat dia cintai. Kenapa tidak dari dulu mencari latar belakang keluarga Rachel. Mungkin dia tidak akan tersiksa dengan menahan perasaannya.


Malam itu kedua keluarga sangat berbahagia, melihat kebersamaan antara Sawn dan Rachel.


"Bu, Aku akan kembali ke apartement. Sampaikan pada ayah, aku akan mengunjunginya nanti. Besok aku harus pergi bekerja. Terlalu jauh kalau harus berangkat dari rumah."Rachel mohon izin pada ibunya.


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik"Nyonya Wang memeluk tubuh putrinya itu.


"Apa kau akan bekerja di perusahaan kita?."Keanu melontarkan pertanyaan untuk Rachel.


"Aku tidak memikirkannya Kak, Aku hanya sedang menikmati pekerjaanku sekarang."


"Baiklah... "Keanu pun mengecup kening adik yang sangat disayanginya itu.


"Nyonya Park, saya mohon pamit."


"Biasakan untuk memanggilku ibu."


Sontak semuanya langsung tersenyum menggoda Rachel, tak terkecuali dengan Sawn.


"Rachel akan pulang bersamaku dan Liu."Sawn dan Rachel berpamitan pada semuanya dan menaiki mobil yang di kemudikan oleh assisten Liu. Tak lama mobil mewah itu pun melaju menuju apartement Rachel.


Di dalam mobil.


"Ini adalah hari paling bersejarah dalam hidupku dan hari paling bahagia tak terlupakan... Memilikimu.."Sawn tiba-tiba menarik tangan Rachel dan menciumnya.


"Sawn.....malu.. ada tuan Liu."


Assisten Liu tertawa mendengar perkataan Rachel.


 


*Bersambung*....

__ADS_1


 


__ADS_2