
Sawn merasa kesulitan ketika akan melepaskan pakaian dari tangan kanannya, luka yang belum kering membuatnya sedikit kesakitan.. Ia membutuhkan bantuan seseorang.. Untunglah Rachel mendapati Sawn dikamarnya.. Rachel hanya memperhatikan tingkah Sawn sambil berdiri.
"Ckck... " Rachel berdecak.. Tangannya bersidekap..
" Kau.. Kemarilah.. Bantulah aku.. Jangan hanya berdiri di sana." Tatapan mata Sawn mampu membuat Rachel beranjak dari tempatnya berdiri semula.
" Kamu.. Kenapa selalu saja ribet.. Kau tinggal panggil aku untuk membantumu.. "
" Bantu aku untuk mandi.. Aku kesulitan melakukannya.."
Sawn membaringkan badannya di bathtub.. dan melucuti semua pakaiannya kecuali hanya celana dalam yang ia kenakan.
Rachel memulai dengan membasahi rambut Sawn, ia duduk di belakang bathtub agar mudah baginya untuk membersihkan rambut Sawn. Mulai menggosok pelan kepala calon suaminya itu dengan menambahkan Shampo yang aromanya sangat wangi dan enak.. Untuk urusan rambut saja Sawn sangat peduli, ia memilih menggunakan semua produk terkenal hanya untuk keperluan tubuhnya saja.
Memijat kepalanya sedikit lalu turun ke area belakang leher. Kulit putihnya memerah saat pijatan itu diberikan Rachel di sekitar leher sampai bahunya. Selesai semua segera Rachel membilasnya dengan air hangat, air hangat dipercaya efektif untuk meredakan stress.
" Mau kemana.. Belum selesai!!."Sawn menarik tangan Rachel, akibatnya Rachel yang kaget tercebur ke dalam bathtub.. Alhasil pakaian yang ia kenakan basah semua.
Bra berwarna hitam dengan sembulan payudara menggoda tercetak jelas dibalik kemeja putih yang Rachel kenakan..
" Sungguh pemandangan yang indah.." Sawn berdecak kagum melihat Rachel terduduk dipangkuannya.
__ADS_1
Tanpa basa-basi Sawn segera memanfaatkan situasi yang ada.. Lumatan demi lumatan di berikan pada bibir Rachel yang merekah merah. Gejolak hasratnya tak bisa ia tahan lagi. Berpindah dari bibir menuju leher.. Kecupan demi kecupan sampai meninggalkan bekas merah di lehernya.. Kecil tapi terlihat jelas.
" Sawn... " Rachel mencoba melepaskan diri dari pelukan Sawn yang semakin beringas tak tertahan.
Hanya satu cara yang bisa ia lakukan untuk menghentikan perbuatan lelaki itu.. Gigitan pada bibir Sawn..
Ampuh..
Sampai Sawn meringis kesakitan..
Sawn mendengus kesal.. Wanitanya tak mau melayani kemauan terbesarnya itu..
" Aku belum mendapat jawaban dari ibumu.. Atau keluargaku.. Kenapa apa ada masalah?." Rachel terlihat serius menanggapi perkataan Sawn.
" Ya.. Sangat serius, sampai aku tidak bisa tidur dengan baik setiap kali memikirkannya.." Wajah datarnya masih terlihat.
" Apa?."
" Kau..!! Aku ingin segera menyetubuhimu.. Kamu membuatku sangat penasaran.." Masih dengan wajah yang sangat datar.. Entah dari mana Sawn mendapatkan ekspresi seperti itu.. Ayah atau ibunya .. Sama sekali tidak. Mereka terlihat sangat ramah dengan senyum yang selalu terpasang.
" Jadi hanya tubuhku yang kau inginkan?." Rachel mulai menunjukan rasa tak sukanya..
__ADS_1
" Tidak itu salah satunya.."
" Lalu apa lagi?."
" Kecantikanmu..."
Rachel mendekatkan dirinya selangkah..
" Lalu apa lagi?."
" Hatimu.."
" Ini hadiah untukmu sayang.." Rachel mencium bibir Sawn bahkan mengulumnya dengan brutal, hal semacam itu belum pernah ia lakukan sebelumnya.. Ia teramat sangat pemalu untuk urusan berciuman atau mengumbar nafsu.. Masih amatir dibandingkan dengan Sawn.. jauh telak.
" Apa kamu ingin kita pindah ke dalam kamar..?." Bisik Sawn di sela-sela telinga Rachel.
"Tempat ini sudah terasa sangat panas.. "Tambah Sawn sudah sangat tak sabar..
" Tidak.. aku takut kamu akan berbuat lebih.."
Rachel hanya menggoda diri Sawn yang sudah tidak bisa menahan gejolaknya..
__ADS_1