My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Pendekatan 2


__ADS_3

Setibanya di restoran yang dituju dengan perjalanan yang hanya berjarak 15 menit dari kantor. Mereka berdua turun dan masuk menuju tempat yang sudah direservasi.


Pelayan mempersilahkan duduk dan mencatat pesanannya. Sembari menunggu pesanan datang Sawn dan Rachel mulai terlibat pembicaraan di luar urusan kantor.


"Kau tinggal dimana?." Tanya Sawn


"Saya tinggal di apartement Marinna ."


"Sudahlah kau boleh memanggilku Kau atau yang lebih akrab lagi, seperti terlalu formal dengan panggilan anda dan saya." Selorohnya lagi. Rachel hanya tersenyum manis, rona merah di wajahnya terlihat jelas menahan malu. Sungguh cantik dan Sawn pun mulai tertarik.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Sawn mengamati setiap gerak dan ekspresi gadis yang ada dihadapannya itu. Ternyata Rachel adalah gadis yang periang tapi lugu dan mempunyai kepribadian unik. Dilihat dari cara bicaranya dan cerita-ceritanya sewaktu di Paris.


"Sepertinya Rachel bukan gadis sembarangan, Pakaiannya pun keluaran perancang terkenal. Kalaupun ia kenapa dia mau bekerja di perusahaanku."Tanya Sawn dalam hatinya.

__ADS_1


Pembicaraan pun selesai setelah pesanan tiba. Selesai menyantap makan siang Rachel segera bergegas untuk kembali ke kantor.


"Kau mau kemana?." Sawn merasa keheranan melihat Rachel segera berdiri dan menenteng tas tangannya.


"Kembali ke kantor, ini kan sudah lewat dari jam makan siang."


"Kau lupa kalau aku presdir di perusahaan? kalaupun telat juga tidak masalah." Sawn mulai sedikit sombong.


"Oh harusnya aku sadar kalau dia lelaki sombong sejak insiden kopi tumpah itu minta maaf pun dia tak mau." Batin Rachel sembari melebarkan senyumnya dengan terpaksa.


"Bip... bip... " Pesan masuk di ponsel Sawn.


"Tuan Sawn .. Apa yang akan kau berikan padaku sebagai imbalan untuk informasi nona Rachel." Mencoba negosiasi


"Apapun itu, bahkan kalau kau ingin mengundurkan diri pun aku kabulkan." Sawn membalas dengan kejam.

__ADS_1


"Aku kira kau tak akan sekejam itu padaku." Liu sedikit merajuk. Sawn dan Liu menjalin persahabatan yang sangat erat. Mereka memainkan peran secara profesional. Di kantor mereka seperti atasan dan bawahan. Tapi di luar itu justru kebalikannya. Sangat akrab bak keluarga. Liu sangat mengenal baik Sawn.


"Aku tunggu kabarmu di kantor 30 menit lagi." Balas pesan dari Sawn.


▪Perusahaan Moon...


Sawn dan Rachel kembali dari tempat makan siang hari itu. Berjalan melewati tempat kerja karyawan yang sedang sibuk dengan tugas masing-masing. Tak kala mereka berdua berlalu melewati tempat itu.. Tempat kerja yang setengahnya adalah karyawan wanita berubah menjadi arena bergosip ria. Tak disangka Sawn kembali lagi dan memperingatkan mereka semia yang bergunjing tentang Rachel di belakangnya


"Siapapun di sini yang memulai bergosip tentang assistenku berarti dia sudah tidak mau lagi bekerja di perusahan Moon."Suara lantang Sawn tegas menggelegar di ruangan yang besar menampung puluhan pekerjanya itu. Seketika mereka terperanjat, terkejut, dan tak berkutik lagi.


Sontak Rachel kaget bahwa atasannya yang dingin itu mempunyai hati yang baik juga. Dia membela Rachel di hadapan semua orang, yang menadakan dan membenarkan secara tidak langsunh kalau ada hubungan di antara mereka berdua, hubungan istimewa bukan antara presdir dan assisten.


Waktu berlalu .. awan mendung mulai menyelimuti. Sementara Rachel masih terdiam, dia diperintahkan untuk tidak mendahului Sawn pulang. Matanya mulai lelah, sudah semakin gelap. Ini sudah 2 jam berlalu dari jam pulang.


 

__ADS_1


*Bersambung*.....


 


__ADS_2