My Presdir I Love You

My Presdir I Love You
Kemenangan


__ADS_3

" Sepertinya dalam rumah tangga Sawn kali ini akan terjadi perang dunia ke tiga, bagaimana menurutmu Liu?." Teddy menepuk pundak Liu memperhatikan kepergian Sawn dari hadapan mereka.


" Hmmm.. Sawn terlalu emosi dalam menghadapi permasalahan dengan istrinya. Aku tahu dia memang pencemburu berat kalau sudah menyangkut Axcel. Tapi kali ini aku salut Sawn setidaknya sudah banyak berubah dibandingkan dulu sebelum bertemu Rachel."


" Ya kamu benar. Apalagi dulu kelakuannya benar-benar membuat geleng-geleng kepala Hahaha.." Mereka berdua tertawa bersama mengingat kejadian di masa lalu.


Sawn mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas batas normal, ia tidak takut dihentikan polisi. Yang ada dipikirannya saat itu adalah ingin segera membawa pulang kembali Rachel ke sampingnya dan sudah menyadari sepenuhnya kesalahan yang telah ia perbuat.


Untunglah jalanan saat itu tidak terlalu padat, karena yang ia lewati bukanlah jalan bebas hambatan.


Sawn menghentikan mobilnya di depan gerbang pintu masuk berwarna emas dan menyuruh securuty membukakan gerbangnya.


" Tuan Sawn.. Silahkan masuk.."


Mereka sudah mengenal Sawn sebagai sahabat dari Axcel.


Sawn menekan bel berkali-kali secara tidak sabaran ingin segera melihat Rachel dan membawanya pergi.


Pintu terbuka dan dari dalam munculah sosok yang ingin ia temui.

__ADS_1


" Sawn..." Suara Rachel terhenti serasa ada duri menahan suara ditenggorokannya.


" Rachel.." Suaminya melihat Rachel dari ujung atas sampai ujung bawah. Lalu menarik tangan Rachel secara paksa. Red tidak bisa berbuat apa-apa dan memilih untuk menjauh dari keduanya. Red cukup sadar diri Sawn dan Rachel sedang menyelesaikan urusan rumah tangga mereka.


" Sawn... Lepaskan! Sakit." Rachel meringis kesakitan tangannya dipegang sangat erat.


" Apa yang kamu kenakan? Lihatlah apa kamu sadar kamu tinggal di rumah laki-laki lajang dan berpakaian seperti ini." Sawn menunjuk baju tidur longgar di atas paha yang dikenakan Rachel.


" Aku tidak punya pakaian lagi, semuanya sudah tidak muat.. Sesak."


" Kamu punya suami kaya kenapa tidak meminta!."


" Aku cukup sadar diri Sawn.. Mana bisa aku memanfaatkan harta suamiku saat aku sudah pergi dari rumahnya."


" Kamu yang pergi dari rumahku sendiri.. Bukan aku yang menyuruhmu!."


" Tapi kamu tidak berusaha menghentikanku. Suami macam apa kamu itu?."


Sawn berusaha untuk tidak terpancing emosinya, ia tahu watak istrinya itu sangat perasa dan ia kali ini tidak ingin salah dalam memperlakukan istrinya lagi. Apalagi mengingat kalau saat ini istrinya sedang hamil buah hati mereka.

__ADS_1


" Rachel.. Pulanglah sekarang. Ikut denganku!."


Rachel mengempaskan pegangan Sawn dari pergelangan tangannya.


" Kamu lupa.. Kamu sudah mencurigaiku bahkan janin ini pun kamu ragu.." Rachel sangat terpukul apabila mengingat kembali perlakuan Sawn beberapa hari kebelakang.


" Aku salah.. Tapi itu semua tidak serta merta aku mengingkarinya sayang.. Kalaupun aku ragu pasti kali ini aku sudah hidup dengan Jenny."


Rachel berdecih kesal mendengar nama Jenny diucapkan dihadapannyaa.


" Kamu tidak usah khawatir.. Tidak akan ada yang menyakitimu lagi. Jenny dan ibunya sudah aku usir keluar."


" Diusir? Tapi kan dia sedang hamil anakmu."


Sawn menarik tubuh Rachel agar mendekat ke arahnya.


" Apa kamu pikir aku sebodoh itu sampai harus tidur dengan perempuan lain? Kalau pun aku mau bisa saja aku melakukannya di tempat lain, di hotel misalnya. Aku akui apa yang aku lakukan padamu itu adalah hal terbodoh dalam hidupku. Aku hanya dikuasai oleh rasa cemburu mendalam di jiwaku. Aku tidak mau kamu dekat dengan axcel, sekalipun dia adalah sahabatku!."


Rachel merasakan hawa kemenangan menyeruak di sekujur tubuhnya. Akhirnya Sawn bisa mengakuinya dengan sangat jelas bahwa ia mencemburui sosok Axcel sejak lama.

__ADS_1


-----


Haii.. Berikan dukungan kalian dengan menambahkan komen, like dan votenya ya..


__ADS_2