
Dokter dan perawat datang tergopoh-gopoh tak kala Sawn berteriak-teriak meminta tolong untuk segera menangani Rachel. Rachel di tangani di ruang IGD, luka yang parah membuatnya harus melalui serangkaian pemeriksaan medis. Mulai dari pemasangan selang oksigen, sampai alat pacu jantung pun dilakukan pada pasien kecelakaan itu. Cukup lama Rachel harus berjuang untuk bertahan hidup.
Sawn terduduk lemah tak berdaya, pakaiannya penuh dengan darah Rachel. Dia menangisi perbuatannya, menyesali yang sudah diperbuatnya.. Andaikan dia tak bersikeras dan mau mengalah pada wanita itu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.
Sawn menghela nafas risau, takut terjadi hal di luar dugaan pada diri Rachel.
Tampak dari depan assisten Liu telah sampai di depan ruang IGD. Melihat Sawn hancur sekali. Biasanya dia terlihat seperti batu karang yang kuat diterjang ombak. Tapi kali ini dia lemah tak berdaya.
Assisten Liu yang sudah menghubungi keluarga Moon dan keluarga De Jong untuk segera datang ke Rumah Sakit.
Tidak terlalu lama datang terlebih dahulu Nyonya Park dan Suman Arthur mendatangi Rumah Sakit, tak kuasa menahan tangis melihat putra yang selalu terlihat angkuh sedang menangis menahan pilu. Ibunya memeluk tubuh putranya tunggalnya itu. Menciumnya dan menenangkannya. Assisten Liu sudah menjelaskan semua yang terjadi.
"Ini kesalahanku bu.."Sawn meratap
"Tidak anakku.. Ini kecelakaan. Jangan menyalahkan diri sendiri."
"Jadikan ini sebagai pelajaran, jangan sampai ego di nomor satukan."
Datang seorang wanita meraung-raung dari kejauhan, terlihat lebih dekat wanita itu adalah Nyonya Wang, ibu Rachel. Mencoba untuk menerobos masuk ke ruang IGD, tapi dengan sigap beberapa perawat menahan wanita paruh baya itu.
Sawn berdiri menghampiri Nyonya Wang. Berusaha sebisa mungkin untuk tetap tegar. Nyonya Wang menarik-narik pakaian Sawn, meminta penjelasan apa yang terjadi pada putrinya itu.
Nyonya Wang hanya terdiam lesu, tatapannya kosong, mendengar apa yang dijelaskan Sawn.
"Aku tak menyalahkanmu.. Ini memang kecelakaan. Siapa yang mau ini terjadi."Nyonya Wang bersikap untuk bijaksana menghadapi peristiwa nahas itu.
__ADS_1
Sudah begitu lama dokter dan perawat yang menangani Rachel belum juga keluar. Tak berselang lama 10 menit kemudian dokter jaga pun keluar menemui keluarga Rachel.
"Maaf disini siapa keluarga pasien?."
"Saya ibunya dokter."Nyonya Wang langsung berlari ke arah dokter. Semua keluarga termasuk Sawn pun bergegas ingin mendengar penjelasan dokter.
"Saya sudah semaksimal mungkin menangani pasien, untunglah pasien masih bisa di selamatkan. Tapi sekarang kondisinya kritis karena benturan keras di kepalanya dan pasien akan kami pindahkan ke ruang ICU."
"ICU?."Nyonya Wang meratap.
"Iya Nyonya, pasien harus ditangani lebih intensif agar bisa keluar dari masa kritisnya."
"Baiklah dokter, lakukan yang terbaik."
-----------------------------------
Rachel terbaring di ranjang ruangan itu,, bunyi detak jantung terdengar dan mesin yang mengontrol kesadaran pasien. wajahnya pucat, Kepalanya di perban, di wajahnya terlihat sedikit lebam dari daerah mata sampai ke pipi.
▪Hari kedua di ICU
Sawn di kejutkan oleh kedatangan dua orang polisi, assisten Liu memberitahukan bahwa polisi datang untuk mengorek informasi dari Sawn, karena dia adalah saksi kecelakaan itu.
"Tuan Sawn, saya mengganggu waktu anda sebentar."Polisi dari distrik kota itu.
"Tentu saja silahkan."Sawn mempersilahkan kedua polisi itu untuk duduk mengobrol dengannya di depan ruang ICU.
__ADS_1
"Saya sudah memeriksa tempat kejadian perkaranya, memang di jalur yang sama hanya mobil nona Rachel dan tuan Sawn saja dari pantauan CCTV. Tapi ternyata ada rekaman yang memperlihatkan sedikit kejadian ganjil, truk yang menabrak nona Rachel dari pinggir itu seperti dengan sengaja menunggu mobil nona Rachel lewat."Polisi menjelaskan detail kejadian kecelakaan.
Sawn yang mengira itu kecelakaan biasa sontak begitu tidak percaya dengan apa yang dikatakan polisi.
"Selidiki kejadiannya.. cari pelakunya sampai dapat kalau memang ini bukan murni kecelakaan.."
"Baik tuan Sawn. Untuk itu saya mohon bantuan anda untuk memeriksa CCTV mobil anda. Karena CCTV mobil anda adalah kunci jawabannya."
Sawn pun membantu polisi untuk menangani kasus tersebut.
Sawn terus setia menemani nya... Ini sudah hari ketiga Rachel tak sadarkan diri. Assisten Liu pun menyuruh Sawn untuk segera beristirahat.
"Sawn, aku membawakan beberapa baju ganti untukmu, ganti dan pergilah beristirahat di kamar tunggu. Rachel tidak akan suka melihat penampilanmu yang berantakan."Assisten Liu berusaha menghibur Sawn.
"Aku ingin melihatnya terbangun."
"Kita semua ingin melihatnya terbangun. Axcel juga ada di depan. Dia datang bersamaku. Sementara aku akan pergi ke kantor menghandle semua pekerjaanmu untuk beberapa hari ke depan."
"Terimakasih Liu.. Polisi belum mengabarkan sesuatu yang baru padaku. Aku ingin kamu cari tahu penyebab Rachel seperti ini. Siapa dalang di balik kejadian ini, hidup dan mati bawa padaku!."
"Baiklah akan aku selidiki."
Selepas assisten Liu pergi. Sawn di paksa oleh Nyonya Wang untuk beristirahat. Sementara Rachel di tunggu oleh ibunya dan Nyonya Park.
__ADS_1
*Bersambung*.....