
Happy Reading ganks...
-----
" Rachel... Maafkan ibu nak, ibu tidak bermaksud membuat urusan dengan suamimu tambah runyam, hanya saja dia perlu diberi pelajaran agar otaknya sedikit cerdas untuk urusan hati. Kamu tahu kan maksudku?."
" Aku menyerahkan semua urusan ini pada ibu, aku sudah tidak sanggup lagi untuk berpikir bu." Tangisnya terus saja membasahi pipinya sedari ia angkat kaki dari kediaman Sawn.
" Baiklah kalau kamu menyerahkan semua urusan ini padaku, ibu tidak akan segan lagi. Yang harus kamu lakukan sekarang adalah menuruti semua perintah ibu tanpa berkata " Tidak" kamu paham?."
Rachel mengangguk.. Saat ini ia memang tidak punya pilihan lain. Otaknya sudah benar-benar tidak dapat berpikir untuk semua hal. Ia hanya bisa menangis dan menangis.
" Ibu sudah merencanakan sejak tadi, kamu akan tinggal sementara di rumah Axcel. Red akan selalu menemanimu.. "
" Axcel?."
" Iya Axcel, bukankah kamu juga merencanakan sesuatu sebelum ini dengan Axcel kan?."
"Axcel sudah seperti putraku sendiri, dia tidak akan keberatan. Karena ibunya saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit jadi kamu tidak perlu canggung."
" Iya bu.. Terserah ibu saja. Aku tahu ibu pasti melakukan yang terbaik untuk keluarga kita."
" Bersabarlah.. Terkadang si bodoh itu perlu dikasih pelajaran ekstra. Ingat untuk tidak komplen dan selalu mengiyakan setiap perkataanku!."
" Iya ibu..."
Setelah melalui perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit sampailah mereka disebuah rumah mewah milik keluarga Axcel.
Axcel sudah menyambut dengan menunggu di depan pintu masuk rumah, senyum yang sangat manis selalu mengembang dibibirnya.
Nyonya Park menjelaskan panjang lebar perihal masalah yang terjadi hari itu, Axcel pun tidak percaya dengan reaksi yang diperlihatkan Sawn. Untuk itu Axcel bersedia membantu walaupun ia harus berhadapan langsung dengan sahabatnya itu.
Rachel hanya terdiam, tatapannya kosong. Tidak bergairah sama sekali..
__ADS_1
" Ibu Park.. Tenang saja. Aku akan membantu kalian. Ya walaupun taruhannya adalah rusaknya hubungan kami. Tapi aku yakin setelah mengetahui kebenarannya Sawn tidak akan memperpanjang urusan ini."
" Aku bisa mengandalkanmu Axcel. Hatiku sudah tidak tahan, ingin rasanya memasukannya kembali ke dalam perutku.."
Akhirnya Rachel bisa tersenyum sedikit mendengar hal konyol yang diucapkan ibu mertuanya.
" Aku senang kamu bisa tersenyum seperti itu,
Rachel.. ingat jaga kehamilanmu jangan sampai terjadi apa-apa!."
" Kalau begitu.. Aku titipkan Rachel padamu Axcel. Tolong jaga baik-baik! Rachel ibu akan pulang dulu.. Nanti ibu akan menghubungimu lagi."
" Tenang saja ibu Park.. aku akan menjaganya."
" Iya ibu.. Aku akan memgantarkanmu sampai depan."
" Tidak usah! Kamu duduklah dan istirahat wajahmu terlihat pucat sekali."
" Red.."
-----
" Praangg... Praangg...." Vas bunga yang terbuat dari kaca dan beberapa pajangan cantik di ruangan presdir perusahaan Moon telah hancur terpecah belah berkat tangan Sawn yang melemparnya ke lantai. Sawn sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi kali ini.
Ibunya sendiri, Nyonya Park memberitahunya bahwa Axcel akan bertanggung jawab atas kehamilan Rachel dan tentu saja setelah urusannya perceraian dirinya dengan Rachel dilakukan.
Assisten Liu segera lari menemui Sawn setelah Sani memberitahunya ketika mendengar beberapa barang terjun bebas ke lantai.
" Ada apa Sawn? Apa yang kamu lakukan dengan semua ini?."
" Axcel akan bertanggung jawab terhadap kehamilan Rachel.."
" Apa? Tanggung jawab? Apa maksudmu Rachel adalah istrimu.. Kenapa Axcel yang bertanggung jawab."
__ADS_1
" Sudah jelas kalau Axcel dan Rachel berselingkuh dibelakangku.." Kali ini Sawn menarik kerah kemeja yang dikenakan assisten Liu dengan kasar dan penuh emosi.
" Ini yang kamu bilang sahabat.. Dia sahabatmu bukan sahabatku, dia sudah meludahi wajahku sendiri.. Apa kamu masih ingin membelanya haah?!!." Sawn mengempaskan tubuh assisten Liu sehingga ia sedikit terdorong ke dinding tembok.
"Ada yang tidak beres.. Mana mungkin Axcel berbuat seperti ini, aku tidak percaya." Gumam assisten Liu dalam hatinya.
" Ini!!." Assisten Liu menyodorkan ponsel milik Sawn, Liu sudah terlebih dahulu menyambungkan hubungan teleponnya dengan Rachel. Sawn terpaksa menerimanya, ia sebenarnya juga ingin menanyakan kabar berita itu langsung.
" Hallo..."
" Rachel.. Aku ingin bicara."
" Sawn... Apa yang ingin kamu bicarakan?."
" Apa benar semua yang dikatakan ibuku? Kamu dan Axcel?."
" Ya.. Ibumu benar.. Apalagi yang aku tunggu darimu. Kamu dan Jenny juga melakukan hal yang sama.."
" Oh ya.. " Sawn melonggarkan dasi yang ia pakai, terasa sangat mencekik saat mendengar perkataan Rachel barusan.
" Kalau begitu kita harus berpisah terlebih dahulu, apa kamu yakin berpisah denganku?."
" Aku sangat yakin.. Kamu urus saja semuanya."
" Tampaknya kamu sudah sangat tidak sabaran.. Ingat Rachel, sebelum kamu menikah dengan Axcel.. Aku yang akan terlebih dahulu menikahi Jenny!."
" Tut.. Tut..." Sawn menutup pembicaraanya dengan Rachel.. Ia sudah tidak tahan sekali. Seandainya ada samsak disana pasti sudah jadi bulan-bulanannya dalam mengeluarkan semua amarahnya.
" Kau dengar sendiri Liu.."
Assisten Liu terdiam tidak dapat menimpali pertakaan Sawn yang dilontarkan padanya..
-----
__ADS_1
Haii lovers... Berikan cinta kalian dengan menambahkan komen, like dan votenya ya.. Thanks.. 💕💕💕