
▪ Restoran
"Pesanlah apa yang kamu mau... " Sawn menyodorkan menu makanan kepada Rachel.
" Kamu saja yang pesankan... Samakan."
"Baiklah." Sawn memesankan beberapa makanan untuk santapan makan malam mereka.
" Sawn, aku tidak pernah melihat Axcel.. Apa dia sudah kembali ke Jerman?." Rachel menanyakan perihal Axcel di sela-sela menunggu makanan datang.
"Ya.. Dia sudah kembali ke Jerman. Mengurusi perusahaannya di sana dan kembali entah kapan, tapi dipastikan kita akan melakukan bisnis bersama-sama."
"Kenapa roma wajahnya berubah.. Apa Sawn tidak suka aku menanyakan tentang Axcel.. Mungkin dia sudah salah paham."
"Oh begitu.. Aku hanya menanyakannya saja tidak ada maksud lain."
Makanan yang ditunggu akhirnya datang, Rachel bisa langsung mengalihkahkan pembicaraan tadi pada makanan yang ada dihadapan mereka.
Setelah selesai mereka berdua segera pulang menuju kediaman Sawn.
" Aku akan mandi terlebih dahulu... Setelah itu kamu tidurlah. Pasti hari ini melelahkan
" Sawn berlalu dari hadapan Rachel. Rachel menangkap perubahan yang terjadi pada diri Sawn selepas membicarakan Axcel.
Pagi Hari
Ketika Rachel sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor, Rachel melihat Sawn dari jendela kamarnya sudah pergi dengan mobilnya terlebih dahulu tanpa menunggunya. Rachel terduduk kecewa di tepian tempat tidurnya.
"Apa dia semarah itu tentang Axcel semalam.. Sampai-sampai dia tega pergi tanpa aku."
Rachel mulai kesal dengan perlakuan Sawn terhadapnya. Dia memutuskan untuk pergi keluar sekadar mencari udara segar.
__ADS_1
" Nona.. Anda mau kemana?." Tanya security di pos keamanan.
" Oh aku akan pergi ke kantor, tadi Sawn terburu-buru pergi."
"Baiklah akan saya suruh sopir untuk mengantar nona.."
" Oh tidak perlu.. Itu aku sudah memanggil taxy. Aku pergi dulu." Rachel segera beranjak dari kediaman Sawn dengan berbohong pada security keluarga itu.
" Pak.. Kita pergi ke caffee dekat Gedung G ya... "
▪ Perusahaan Moon
"Bip.. Bip..."
Sawn menerima pesan di ponselnya.
" Tuan.. Nona Rachel pergi ke sebuah caffee dekat gedung G..."
Rachel Rupanya lupa kalau Sawn menyuruh beberapa pengawal untuk mengikuti kemana pun dia pergi.
" Siapa yang keluar rumah?." Assisten Liu menimpali Sawn yang sedang bicara sendiri.
"Rachel, dia keluar rumah. Aku tadi sengaja meninggalkannya. Aku masih marah dengannya. "
" Aku kasih saran.. Jangan berlaku seperti itu padanya. Kalau kamu tidak mau kehilangannya lagi."
" Ya.. Aku tahu..." Ucap Sawn singkat.
" Kring... Kring...." Ponsel Sawn berdering.
" Hallo bu..."
__ADS_1
" *Sawn.. Apa hari ini kamu sibuk?."
" Kenapa?."
"Hari ini Agnes sepupu jauh mu akan tiba... Ibu tidak bisa menjemputnya.. Jemputlah dia di bandara*."
"Agnes...."
Sawn ingat Agnes adalah sepupu jauhnya, Anak dari adik tiri ibunya.
"*Baiklah.. Aku akan menyuruh sopir untuk menjemputnya, hari ini aku ada rapat penting dengan para pemegang saham."
"Baiklah itu tak masalah*..."
Sawn tersenyum sinis sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu yang menarik.
▪ Caffee
Rachel termangu seorang diri di sana.. Sudah beberapa makanan dia habiskan. Sekedar berdiam diri seperti itu membuatnya sedikit tenang. Rachel masih terpikirkan sikap Sawn padanya.
"*Orang itu sulit untuk dimengerti..."
▪* Perusahaan Moon
Seorang wanita datang dengan gayanya yang melenggak lenggok bagaiakan seorang model yang sedang bergaya di catwalk. Menuju ke ruangan presdir.
Masuk setelah di persilahkan oleh Sani.
" Haiii.... Sawn... Sepupuku."Agnes tiba-tiba datang secara mendadak, meraih tangan Sawn dan mencium kedua pipinya.
__ADS_1
*Bersambung*.....