
Flashback on
Sore hari disebuah rumah mewah dengan halaman yang luas, seorang anak laki-laki berumur 7 tahun sedang bermain bersama seorang balita perempuan berwajah oriental yang sangat menggemaskan. Anak perempuan itu baru saja bisa berjalan. Dengan langkah yang masih tertatih ia berusaha mengejar anak laki laki itu sambil tertawa renyah. Anak laki- laki itu bernama Justin Stefen Ganendra. Putra seorang dokter di sebuah rumah sakit umum di kota itu. Kala itu Michael hanya mempunyai sebuah klinik kecil yang buka setelah ia selesai praktek di rumah sakit.
Michael merupakan sahabat dekat sekaligus dokter pribadi keluarga Gunawan, yang tak lain adalah orang tua Jesslyn Kimberly Gunawan. Saat itu hidup Ayah dan anak itu masih belum seperti sekarang. Mereka tinggal di sebuah kompleks perumahan sederhana. walaupun begitu mereka hidup dengan bahagia, meskipun tanpa ada kasih sayang ibu.
Saat ada waktu luang Frans, ayah Jesslyn sering kali mengundang sahabatnya kerumah bersama sang putera. Frans dan Feli sangat menyayangi Justin, bahkan mereka menganggap Justin seperti putera mereka sendiri. Feli tak mungkin bisa mengandung lagi, karena ada tumor yang bersarang, rahimnya harus diangkat setelah ia melahirkan Jess.
Saat ayahnya dinas keluar kota, sering kali Justin dititipkan dirumah Frans. Tentu saja Feli merasa sangat bahagia. Justin sendiri juga sangat menyayangi Jess kecil. Justin adalah anak yang tertutup, tidak mudah bergaul dengan anak seusianya. Justin kecil lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca dan bermain komputer. Tapi jika dengan Jess, Justin bisa menjadi anak yang hangat.
Sore itu, Michael bermaksud untuk berpamitan. Ia mendapat beasiswa S2 kedokterannya di luar negeri. Tentu saja ia mengajak Justin bersamanya. Frans dan Feli sebenarnya ingin jika Justin tinggal di rumah mereka, tapi Michael menolak. Dengan alasan Justin juga akan mendapatkan pendidikan lebih baik disana. Frans dan Feli pun hanya bisa merelakan kepindahan mereka.
"Jesslyn..kakak pergi dulu ya..suatu saat pasti kita bertemu lagi..kakak janji, kalau sudah besar nanti kakak akan menjagamu. " kata Justin sambil terisak. Karena sebenarnya ia tidak rela berpisah dengan adik kecilnya itu.
Jess yang seperti tahu akan ditinggal kakaknya pun menangis keras. Bahkan ia tidak mau melepaskan pelukannya dengan Justin. Walaupun balita itu belum bisa berbicara, tapi dia seperti tak ingin berpisah.
Setelah kepergian Justin, Jess sempat mogok makan dan jatuh sakit. Tapi perlahan ia pun melupakan kejadian itu. Dan tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang ceria.
__ADS_1
Beberapa tahun kemudian, Michael kembali ke tanah air dan berniat mendirikan sebuah rumah sakit yang sekarang menjadi Ganendra Medichal Center. Tapi dia sudah kehilangan kontak dengan Frans dan Feli sahabatnya. Justin yang juga berniat menjadi dokter seperti ayahnya memilih tetap tinggal di London untuk melanjutkan study nya. Kejeniusan Justin menjadikannya seorang dokter yang hebat. bahkan di usia 27 tahun di sudah menjadi seorang dokter bedah umum.
Meskipun begitu, ia tetap tidak melupakan adik kecilnya, Jess. Sesampainya di tanah air, Justin membulatkan tekad untuk mencari Jesslyn kecilnya itu.
Sampai pada saat kejadian di kafe, ia seperti merasa tidak asing dengan seorang pelayan berwajah oriental itu. Saat Jess menyebutkan namanya, Justin seperti tidak percaya. Mana mungkin Jesslyn ku menjadi seorang pelayan kafe. Bukankah ayah dan ibunya aeorang pengusah hebat. Tapi firasatnya sangat kuat bahwa gadis itu adalah Jesslyn, bayi kecil yang dicarinya.
Michael yang pernah ditolong oleh Jesslyn dan mendengar cerita dari Justin, seperti kembali menemukan putrinya yang hilang. Ada perasaan bahagia luar biasa yang dia rasakan. tapi juga duka mendalam karena kedua sahabat dekatnya sudah meninggal. Bahkan sebelum mereka bertemu setelah terpisah selama 20 tahun.
Michael dan Justin terus mencari tahu tentang kehidupan Jesslyn. Michael merasa sangat berutang budi dengan orang tua Jesslyn. Mungkin kalau tak ada mereka, Michael tidak bisa menjadi dokter seperti saat ini.
Michael memang berasal dari keluarga yang cukup terpandang, tapi setelah kematian ibunya dan ayahnya menikah lagi, dia seakan disingkirkan oleh keluarga itu. karena faktanya ayah Michael kecil lebih menyayangi anak tirinya daripada darah dagingnya sendiri.
Setelah bertemu Jesslyn, Michael bertekat membalas budi kepada keluarga Jesslyn. Michael ingin Jesslyn menjadikannya menantu di keluarga itu. Karena jika dilihat, Jesslyn mempunyai sifat yang baik. Terlepas dari bagaimana nanti respon dari Justin dan Jess.
FLASHBACK OFF
Malam itu Justin kembaali menginap di rumah sakit. Dia merasa tak tega meninggalkan Jesslyn sendirian. Ayahnya yang akan pulangvkerja juga menyempatkan diri untuk menengok putri sahabatnya itu.
__ADS_1
"Justin...apa kamu akan menginap di rumah sakit lagi?" tanya Michael.
" Iya ayah...aku khawatir sewaktu waktu Jess bangun dia merasa sendirian" jawab Justin.
"Bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Michael sambil membetulkan aliran infus Jess.
"Kondisinya sudah stabil ayah, hanya saja aku sedikit khawatir dengan cardiomiopati nya yang sepertinya menghambat kesadaran Jess." kata Justin.
"jagalah tekanan darah dan juga aturasi nya..jangan sampai menurun. Dan jangan lupa terus berdoa." kata Michael.
" iya ayah..segeralah pulang, biar aku yang menemani Jesslyn disini." kata Justin.
" Waah..sepertinya anak ayah sudah mulai jatuh cinta ya...baiklah kalau begitu ayah pulang dulu. Jaga putri ayah baik baik, jangan sampai lecet, ingat!!"
" Ayah..kan aku yang anak ayah kenapa sekarang aku malah jadi anak tiri?" kata Justin tak terima.
Mendengar Justin yang tidak terima, ayah nya pun terkekeh. Dan berlalu meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Setelah ayahnya pergi, Justin bergegas untuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket karena keringat. Kemudian ia segera memesan makanan karena perutnya sudah terasa lapar.