My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Heran


__ADS_3

Jess masih berkutat di depan laptop dengan tugas tugas kuliahnya siang itu. Ia mengerjakan di meja kerja Justin ditemani secangkir kopi buata Leni dan setoples biskuit coklat buatan Michael yang ada di meja Justin. Sesekali ia merenggangkan otot ototnya. karena terasa kaku setelah duduk lebih dari 1 jam.


Tok tok tok..suara pintu diketuk dari luar. Jess langsung menoleh ke monitor kecil sampingnya, untuk melihat siapa yang masuk, ternyata orang itu adalah Revan.


"Masuk.." kata Jess.


"Jess...kamu disini? apa Justin belum selesai operasiny?" tanya Revan dengan bahasa non formal. Karena saat ini sebenarnya bukan jam kerja Revan.


"Belum Kak...katanya memang operasi besar jadi sedikit lama." kata jess.


"memang ada apa kakak kemari?bukannya hari ini harusnya kakak tidak bekerja?" tanya Jess.


"Hmmm..aku kesini untuk memberikan berkas data calon sekretaris baru untuk Justin, karena sebentar lagi aku harus mengurus perusahaan ayahku, Jadi dengan berat hati aku harus resign" kata Revan.


"Ini berkasnya tolong kamu serahkan pada Justin ya..aku harus ke ruanganku karena ada urusan penting, tolong bilang ke Justin aku mencarinya.Jangan lupa..Okey..!" lanjut Revan.


"iya kak...nanti pasti aku sampaikan,..." kata Jess.


Revan pun keluar dari ruangan Justin dan pergi menuju ruangannya yang berada di seberang ruangan Justin.


Jess sebenarnya sudah sangat lelah, tapi tugas yang diberikan setiap dosen membuatnya harus terus berkonsentrasi mengerjakan tugas- tugas itu. Kalau Justin tidak sibuk, dia selalu membantu Jess dengan senang hati, tapi untuk saat ini ia harus berusaha sendiri.


Beberapa jam kemudian, Justin yang baru keluar dari ruang operasi kembali ke ruangannya.Ia merasa sangat lelah, karena operasi yang dilakukan hari ini memakan waktu yang cukup lama dan menguras energi. Justin tersenyum melihat calon istrinya sedang tertidur pulas dengan posisi terduduk dan kepal tertelungkup di meja kerjanya.


"Honey....pinggangmu bisa sakit kalau posisi tidurmu seperti ini.."kata Justin kepada kekasihnya.


Ia pun segera mengangkat tubuh Jess dan membawa ke kamar pribadinya yang ada di dalam ruangan itu.Justin juga ikut merebahkan diri disana.


Ia terus memandangi wajah polos Jess yang sedang tertidur pulas. Begitu cantik walaupun tanpa make up berlebih. Kemudian dengan lembut ia mengusap bibir imut Jess, dan mengecupnya. Entah mengapa bibir itu telah menjadi candu untuk Justin. Seakan ciuman mereka menjadi asupan energi untuk Justin disaat ia merasa lelah.


Jess terlihat menggeliat karena tidurnya terganggu, dengan perlahan Jess membuka matanya. Ia tersenyum saat melihat Justin di hadapannya.


"Honey...kenapa kamu bangun? apa aku mengganggu tidurmu?" tanya Justin.


"Tidak kak..aku tadi mengerjakan tugas tapi ketiduran. Jam berapa sekarang?" tanya Jess.


"Sudah jam 4 sore. Apa tadi Revan kesini?" tanya Justin.


" Iya kak..Tadi kak Revan kemari katanya memberikan berkas calon sekretaris kakak yang baru, Dia juga memberikan map ini dan menyuruh kakak menghubunginya kalau kakak sudah melihatnya." kata Jess.


Justin pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Jess mandilah sekalian disini, kita ke butik untuk mencari gaun pertunangan kita nanti." kata Justin sembari mengecup kening Jess.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bawa baju ganti Kak.."ucap Jess.


"Aku akan menyuruh anak buahku untuk mencarikan baju ganti untukmu, cepatlah mandi sana, Bau ilermu sudah sangat menyengat..apa kamu tidak malu pada calon suamimu yang sangat tampan ini?"kata Justin dengan kenarsisannya.


"Kumat...!!" kata Jess sambil memincingkan bibirnya. Ia pun menuju ke kamar mandi untuk mandi, karena tubuhnya memang sudah terasa lengket karena keringat.


30 menit kemudian Jess sudah selesai mandi tubuhnya terasa sangat segar. Iapun keluar kamar mandi dengan tubuh berbalut handuk kimono dan rambut yang digulung asal.Justin memandangi Jess tak berkedip, ia terus meneguk salivanya. Jess begitu menggoda dengan penampilan seperti itu.


"Apa baju gantiku belum datang kak?" Tanya jess, tapi Justin tetap tidak bergeming, ia masih terus memandangi Jess.


"Kak justin..! dengar aku tidak??" tanya Jess sedikit keras.


"Eh...iiya..apa?"kata Justin tergagap.


"Aku tanya...baju gantiku mana Kak..?!" tanya Jess kesal.


"eh..iya...maaf aku begitu terpesona denganmu sampai tidak dengar kamu tanya apa..bajumu masih diantar ke sini, kamu sabar ya.."Kata Justin sambil terus memandang Jess, ia pin segera mendekat i Jess dan mengecup bibir yang sudah menjadi candu baginya. Kecupan itu perlahan berubah menjadi *******, merekapun saling bertukar saliva, saat Justin akan menarik tali kimono Jess, tiba tiba...


tok..tok..tok..


Pintu ruangan itu diketuk.


"Shitt..."umpat Justin, kesal. Justin pun segera membuka pintu ruangannya.


"Ini baju nona yang tuan muda pesan tadi.."kata bodyguard itu.


"Iya..terimakasih, Kau boleh pergi."kata Justin.


Ia pun memberikan baju itu pada Jess agar ia segera berganti baju. Jess pun segera menuju kamar pribadi Justi untuk berganti baju. 15 menit kemudian, Jess keluar kamar dengan memakai gaun berwarna biru muda tanpa lengan dengan panjang selutut. Rambut panjangnya tergerai begiti saja, membuat Kecantikannya begitu memancar.


Justin yang melihat Jess, lagi lagi ternganga sesekali menelan salivanya.


"Jess..kamu cantik sekali.."kata Justin tak sadar.


"Aku memang sangat cantik kak..memang hanya kakak saja yang tampan...?" kata Jess sambil tersenyum manis.


"Kalau begitu ayo kita segera berangkat, agar nanti kita pulang tidak kemalaman". kata Justin yang telah berganti dengan pakaian casual.



Jesslyn.


__ADS_1


Justin dengan pakaian casualnya.


Mereka berdua berangkat dengan mobil sport milik Justin, mobil yang mereka tumpangi melaju sedang membelah kemacetan di sore itu.


......................


Sementara di ruang Revan, seorang Gadis cantik berkulit putih sedang terduduk dengan wajah tertunduk.


"Hei gadis...kenapa wajahmu tertunduk seperti itu?apa kamu tidak bisa menghargai orang yang mengajakmu berbicara" Kata Revan sambil menatap gadis itu yang lain adalah Leni, seorang Office Girl yang tidak sengaja menabrak Revan tadi siang.


"Ma...maaf tuan...saya tidak berani..tolong jangan pecat saya.." kata Leni memohon.


" Tapi kamu sudah membuat file file yang aku siapkan berantakan karena kecerobohanmu!" Kata Revan dengan nada kesal.


"Apa yang bisa saya lakukan untuk Tuan, pasti akan saya lakukan Tuan..saya sangat membutuhkan pekerjaan saat ini..saya mohon jangan pecat saya." kata Leni yang terus memohon.


"Baiklah kalau begitu, silahkan susun segera berkas berkas yang kamu kacaukan ini dalam waktu 5 menit. Kalau sampai tidak selesai, kamu tahu kan resikonya?" kata Revan dengan tatapan tajam.


"ba..baik..Tuan"jawab Leni ragu.


Dengan berbekal panduan dari laptop milik Revan, Leni segera menyusun berkas berkas yang jumlahnya mencapai sekitar 50 halaman, ia menyusunnya dengan sangat teliti dan cepat. Revan yangelihatnya dibuat sangat heran dengan pekerjaan Leni, bahkan ia pun bisa memerlukan waktu lebih dari 1 jam untul menyusun berkas yang sudah berserakan itu.


Leni sama sekali tidak terlihat kesulitan saat menyusunnya. Ia terlihat sangat tenang.


"Bagaimana bisa?" gumam Revan sambil melongo.


Tepat 5 menit, Berkas berkas yang halamannya berantakan tadi sudah tersusun kembali dengan rapi. Revan terbengong samapi tak sadar bahwa berkas itu sudah disodorkan oleh Leni


"Tuan..ini sudah selesai. Apa masih ada lagi?"Tanya Leni pada Revan yang masih terbengong.


"Tuan..maaf..apa masih ada lagi.."tanya Leni lagi.


"eh...oh..tidak...tidak kamu boleh pulang sekarang." kata Revan tergagap.


"Maaf..apa Tuan masih akan memecat saya?"tanya Leni dengan nada takut.


"Tidak..kamu tidak saya pecat, kamu boleh pulang sekarang ". kata Revan.


"Terimakasih Tuan..Terimakasih...saya tidak akan mengulangi kecerobohan saya lagi..saya akan bekerja lebih giat lagi." kata Leni dengan mata berbinar. Revanpub mengangguk dan leni mohon untuk pamit.Ia pun meninggalkan ruangan Revan dengan perasaan lega, Ia pun segera pulang ke rumah. Karena anak anak yang les ditempatnya pasti sudah menunggu.


Revan yang tertarik menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang leni.


"Pastikan besok laporan kalian sudah ada di mejaku saat aku datang." kata Revan.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda". jawab anak buah itu.


__ADS_2