
Flashback
Mungkin aku memang harus membuka hatiku,Sweetheart..apakah kamu akan marah jika aku mencari penggantimu sayang?" batin Michael yang tanpa sadar ia tertidur di sofa kantor.
"Sarah...kamu cantik sekali Sweetheart..." kata Michael ketika melihat seorang wanita yang sangat ia kenal.Ia adalah Sarah, istri Michael. Mereka yang saling merindukan saling berpelukan erat. Namun secara perlahan Sa4ahelepaskan pelukan itu.
"Iya Mas..aku datang padamu, aku sangat merindukanmu juga anak kita." kata Sarah sambil tersenyum.
"Teruskanlah hidupmu Mas...Kamu berhak bahagia tanpa aku, karena aku sudah berbahagia di sini. Dan maafkan orang orang yang ada di masa lalumu. Mereka sangat membutuhkanmu." kata Sarah yang perlahan mundur dan menghilang.
Michael membuka matanya, Ia teringat dengan ayahnya yang tempo hari datang padanya. Ia sedikit merasa kasihan dengan orang tua itu. Tubuh gagahnya hilang berganti dengan tubuh yang ringkih ditopang dengan tongkat penyangga tubuh.
" Andai saja Ayah tidak membuangku kala itu, mungkin tidak ada Michael yang sekarang." batin Michael sambil mengusap sudut matanya.
tak berapa lama Pak Han datang. Freddy dan Justin mengajaknya keluar. Mereka pun memutuskan menunggu Jess dan Pak Han di ruangan lain.
Flashback Off.
Jess bangun saat jam sudah menunjukkan pukul 23.00 da ia langsung membersihkan badannya karena sore tadi Jess belum sempat mandi. Ia merasa sangat lapar dan memutuskan untuk turun ke dapur mencari makanan di kulkas.Saat ia menuju dapur, Ia melihat Justin seperti baru pulang.
" Kakak darimana pulang selarut ini?" tanya Jess.
"Aku baru bertemu Revan Honey..apa kamu baru bangun?" kata Justin sambil mengecup pucuk kepala Jess.
" Kamu baru mandi ya?wangi banget..." lanjut Justin.
"Iya kak...aku baru bangun dan mandi, habis lengket sekali badanku...Habis itu aku lapar..makan yuk Kak.." ajak Jess.
"Aku baru saja makan tadi dengan Revan..aku tadi makan bebek goreng langganan kita. Aku juga membawa pulang beberapa..kamu mau?"tanya Justin.
Jess pun mengangguk, Ia pun segera mengambil piring dan nasi kemudian membawanya ke meja makan.
" Hmmmm...baunya sedap sekali..." kata Jess saat ia membuka kotak puyoh berisi dagung bebek goreng beserta sayur lalapny.
__ADS_1
" Kakak tadi sengaja membelikannya untukmu, karena kamu pasti bangun jam segini untuk makan." kata justin.
"Ah...kakak selalu tahu kalau aku kelaparan...hehe" kat Jess sambil terkekeh. Ia mengambil nasi dan daging dengab tangannya lalu menyuapkanke mulut Justin. Justin pun menerima suapan Jess.
"Enak sekali makan dari tanganmu..." kata Justin. Setelah ia menelan makanannya, Justin kembali membuka mulutnya.
"Lagi?" tanya Jess. Justin mengangguk.Jess kembali memasukkan makanannya ke mulut Justin.
"Kalau kakak terus makan makananku,kapan aku jadi makan Kak...aku kan sudah kelaparan.." kata Jess sambil menyebik.
" Kamu sambil makan juga lah..kan masih banyak dagingnya.Jadi Kamu makan sambil nyuapin aku.." kata Justin.
Mendengar suara Justin dan Jess, Michael yang sedari tadi bermain game di ponselnya jadi ikut turun.
" Hmmm....baunya enak seperti bebek goreng..ayah kok nggak diajak makan...?"kata Michael saat turun dari lantai atas.
"Ayah mau?"tanya Jess.
"Mau...sebentar ayah ambil nasi di belakang dulu." kata Michael sembari mengambil piring dan nasi di dapur.
" Kak Justin yang membeli tadi waktu pulang dadi bertemu Kak Revan" kata Jess.
"Wah...anak Ayah sekarang makanannya makin melokal..dulu kamu nggak pernah mau ayah masakin makanan Indonesia selain Ayam kecap." kata Michael terkekeh.Ia pun segera menyantap makanan tersebut.
"Aya jangan makan terlalu banyak ini sudah malam, apalagi makanan tinggi kolesterol, masih ingin gendong cucu kan?" kata Justin.
" Ish..ayah juga tidak setiap hari makan beginian...kalau kamu tidak bawa makanan enak ini, ayah juga nggak akan makan di tengah malam seperti ini." kata Michael sedikit kesal.
"Kamu sendiri, tadi pasti sudah makan, sekarang makan lagi, apa nggak tambah buncit tuh perut. Ingat minggu depan kamu menikah, awas kalah jasmu sampai tidak muat gara gara perutmu tambah besar, bisa bisa kamu nikahnya pakai sarung ayah...hehehe..." Lanjut Michael meledek Justin.
Jess seperti diperingatkan,saat Michael meledek Justin. ia langsung menyudahi makannya.
" Oh ya aku hampir luoa kalau minggu depan menikah...Oh tidak..semoga saja gaun pengantinku masih muat." batin Jess.
__ADS_1
" Ayah aku sudah selesai," kata Jess.
"Princess.. makananmu belum habis. Kenapa kamu makannya sedikit sekali?"tanya Michael.
" Jess sudah kenyang Yah..Jess mau istirahat dulu.Kak Justin..jangan sampai di pernikahan kita nanti?,kakak pakai sarungnya Ayah..nggak lucu tau.." kata Jess sedikit berbisik pada Justin.
Justin terperanjat dan langsung ikut menyudahi makan tengah malamnya.
" Ayah aku juga sudah kenyang.." kata Justin.
" Lhoh kok kalian sudah semuanya, ini masih banyak lho..siala yang akan menghabiskan?" kata Michael pura pura tak tahu.
" Ayah habiskan saja...tapi resiko tanggung sendiri" Jawab Justin.
" Ini ayah habiskan ya..." kata Michael.
"Iyaaaaa..." jawab Justin dan Jess bersamaan. mereka langsung menuju kamar masing masing.
Tinggalah Michael seorang diri yang sedang makan. Salah seorang pelayan senior yang sedang mengambil air di dapur melihat michael yang sedang makan. Ia menghampirinya.
"Maaf Tuan saya mengganggu. Tapi mengapa Tuan tidak memanggil kami jika ingin makan, kami bisa menyiapkannya." kata pelayang yang bernama Kartika itu.
"Ah..tidak apa apa Kar..tadi Justin yang membelinya. Dan kami makan bersama. Daripada saya membangunkan kaliah hanya karena nasi, kami bisa ambil sendiri. Lagipula ini sudah malam waktunya kalian istirahat."Kata Michael.
"Kalau itu memang tugas kami Tuan...kami siap melayani selama 24 jam. Apa masih ada yang perlu di bantu Tuan?" tanya Kartika .
" Ah..tidak pergilah istirahat nanti aku bersihkan sendiri" jawab Michael dengan tersenyum ia pu lanjut makan lagu. Tak terasa tiga porsi bebek goreng dan sepiring nasi Ssudah habis.
"Saya permisi dulu Tuan."kata Kartika, Michael hanya mengangguk.
Justin yang terbawa oleh kata kata ayahnya dan Jess tidak langsung tidur, ia segera menuju ruang Gym dan mulai berlari di treadmill untuk membakar kalorinya.
"Aarggghh..jangan sampai tubuh atletisku berubah jadi perut buncit.Apa kata Jess nanti." Gumam Justin.
__ADS_1
Berbeda dengan Jess, ia merasa mengantuk lagi setelah makan. Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan tertidur. Ia terlalu lelah menjalani aktivitasnya hari ini. Dan besok adalah acara yang cukup penting di kantornya. Karena besok adalah hari Penyambutan dirinya sebagai CEO baru di dua perusahaan sekaligus.