
Selama di Paris Jess dan Justin banyak menghabiskan waktu siang hari dengan berjalang jalan. Sebenarny ajustin lebih suka di dalam kamar. Tapi Jess selalu mengancam dia akan pulang duluan kalau Justin tak menurutinya.
Pagi ini, kedua sejoli itu kembali memulai aktifitasnya dengan olahraga ranjang beberapa kali. Entah kenapa Jess yang dulunya malu malu jadi makin berani swtelah menikah.
"Honey....kita dikamar aja ya...lanjut buka pabriknya.."Kata Justin yang terus memberikan rangsangan rangsangan kecil pada bukit kembar Jess.
"By...hari ini aku udah mimpin dua ronde..kamu masih kurang?" kata Jess.
"Kamu makin hari makin h** Hon..makanya bikin aku makin betah di kamar.."kata Justin tak mau berhenti.
"Ya sudah percuma kita ke Paris kalau di kamar terus, mendingan di Indo sama aja kan?"kata Jess merajuk.
"Ya beda dong Honey .kan anak kita jadi made in Paris.."kata Justin yang kini berganti dengan memeluk Juss dari belakang.
"By...sebenarnya ada hal yang ingin aku tanyakan sama kamu..." kata Jess.
"Apa itu honey?"
"Aku pernah menjalani miomektomi..apa aku masih bisa memberikan keturunan untukmu By?" kata Jess dengan kepala tertunduk.
Justin langsung menarik Jess dalam pelukannya.
" Honey...miomektomi yang kamu jalani, hanya mengangkat fibroid yang tumbuh di luar rahimmu. Itu tak berpengaruh terhadap kesuburanmu sayang....Aku akan memberimu vitamin agar kamu cepat hamil...kalau perlu aku akan memanggil obgyn terbaik untukmu..." kata Justin menenangkan.
"Apa kamu lupa siapa suamimu ini.Hmmm?Kamu tak usah berpikir macam macam,kalau Tuhan sudah berkehendak pasti akan terjadi. Yang harus kamu lakukan,kamu harus menjaga pola makanmu...dan rutin chek up, karena fibroid itu bisa tumbuh lagi kalau kamu tidak menjaga gaya hidupmu, Honey..." kata Justin.
"terimakasi Hubby...terimakasih kamu menjadi suamiku...terimakasih kamu selalu ada dalam suka maupun dukaku..." kata jess sambil terisak di pelukan Justin. Justin pun mengusap punggung Jess sampai ia benar benar tenang.
"Sekarang bersiap siaplah...setelah itu kita sarapan di bawah.Kamu ingin kemana hari ini?"kata Justin.
"Aku ingin di kamar saja By...capeek.." kata Jess.
"Hahh...yang benar?" kata Justin sedikit terkejut.
"Iya..aku cuma pengen tidur By..." kata Jess.
" Kamu nggak sakit kan, Hon?" tanya Justin sambil memegang kening Jess.
__ADS_1
"Tidak By..aku sehat..aku hanya ingin beristirahat saja, aku capek jadi keeper terus..." kata Jess.
"Loh..tadi katanya kalau ke Paris cuma buat junior mending tetap di Indo aja." kata Justin yang bingung dengan sikap istrinya yang berubah ubah.
"Aku capek By...nanti malam saja kita jalan jalan.." Kata Jess langsung menenggelamkan kepalanya di bawah selimut.
"Kita sarapan dulu ya...aku akan pesan makanan untuk dibawa ke sini.Kita sarapan di kamar saja." kata Justin.
Jess hanya mengangguk. Sikap Jess pagi ini benar benar aneh. Ia sangat mengetahui sikap istrinya. biasanya Jess akan kekeh kalau punya keinginan, tapi pagi ini dia sedikit aneh, apalagi sampai menanyakan soal kehamilan.
"Aku harus cari tahu." kata Justin pada dirinya.
Justin memesan sarapan Salad Nicoise yaitu salad dengan tuna, kacang panjang,irisan tomat,potongan Kentang,telur rebus dan olive oil. Croissant,roti khas Perancis dan Crème Brulee sebagai dessert nya. Ia memesan untuknya dan untuk Jess.
"Honey ayo kita sarapan dulu..."kata Justin sambil menggoyang goyangkan tubuh Jess. Jess pun bangun dengan sedikit malas.
"Ayo makan dulu...atau biar kita kuat buat bikin adonan J.J juniornya." kata Justin sambil menyuapi makan Jess.
"Ih...Pak dokter ini lama lama tambah mesum..aku jadi khawatir melepasmu merawat pasien..." kata Jess sambil mengerucutkan bibir.
"Aku mesumnya hanya denganmu sayang..tidak dengan yang lain..." kata Justin.
"Siapa yang gombal..memang benar kok..." kata Justin.
Mereka pun melanjutkan sarapannya di kamar itu. Dan setelah selesai sarapan Jess membersihkan tubuhnya kemudian langsung melanjutkan tidurnya.
Saat Jess tertidur Justin membuka ponsel istrinya.Jess tak pernah memakai sandi pada ponselnya.
"Oh..jadi ini yang buat istriku takut?" gumam Justin saat melihat pesan di grup alumni SMA Jess. Ia melihat sebuah artikel yang disebarkan di grup itu.
"Benar benar artikel tak bermutu, harusnya kalau mau menulis sebuah artikel apalagi kesehatan harusnya tanya ke dokter dulu,bukan ngawur seperti ini..ck..."gumam Justin. walaupun ia merasa kesal, tapi Juztin juga lega karena telah menemukan sebab istrinya ketakutan jika ia tidak bisa hamil.
Justin pun menyusul Jess yang tengah tidur lelap.
3 jam kemudian, Jess dan Justin bangun. Justin mengajak Jess berbelanja, berharap suasana hati Jess sedikit membaik.
"Honey...belanja yuk..." kata Justin.
__ADS_1
"Aku nggak suka buang buang duit By..." kata Jess.
"Ayolah...sesekali nggak apa apa kan? Jarang jarang loh yang punya suami pengertian kaya aku..." kata Justin.
"Narsis.."
"Jesslyn...suamimu tidak menerima penolakan!" kata Justin
" Iya..iya...ganti baju dulu."kata Jess.
Ia mengganti lingerie yang dipakaianya dengan celana jeans panjang da
n kaos kerah putih. Justin juga hanya memakai celana jeans hitam selutut yang dipakainya semalam.
Mereka meminta tolong pada Pak Hasan untuk mengantar ke Avenue Montaigne,yaitu shoping street di Paris yang berjajar toko dari brand brand ternama yang lahir di negara itu.
"Sekarang belanjalah sepuas hatimu Honey..." kata Justin. Ia menyerahkan Black Card miliknya.
"Tapi aku juga punya sendiri By..."tolak Jess.
"No....you're my wife, apa yang kamu pakai,apa yang kamu makan dan apa yanh ada padamu adalah tanggungjawabku. Walaupun kamu CEO dari dua perusahaan raksasa sekaligus, kamu tetaplah istriku, kamu harus menerima apapun dariku walaupun kamu lebih mempunyai segalanya dari aku." Kata Justin tegas.
Mendengar kata kata suaminya, Jess langsung menghambur ke pelukan Justin. Ia merasa sangat beruntung mempunyai suaminyang sangat bertanggung jawab seperti suaminya, Justin.
Jess masuk ke toko milik brand Christian Dior, ia memilih sebuah Hand bag yang dirupiahkan sekitar 51 juta rupiah.
"Sudah By.."
"Hanya itu?" tanya Justin dan dibalas anggukan oleh Jess.
"Aku kan sudah bilang By...aku tak suka belanja, aku hanya akan membeli satu atau dua barang yang kubutuhkan." kata Jess.
" Baiklah kalau itu maumu..kita kemana sekarang?" kata Justin.
"By...beli jam tangan ya...tapi kali ini aku yang membelinya. Tidak ada penolakan". kata Jess.
"Oke lah..kali ini aku menerimanya."kata Justin.
__ADS_1
Jess juga membeli jam tangan couple untuk Justin dan juga untuk dirinya. Saat mereka berdua keluar dari toko,tiba tiba
Bruukk....