
Justin bangun di sore hari saat matahari hampir terbenam, saat ia terbangun ia melihat sang istri sudah tak berada di sampingnya lagi. Ia pun langsung membersihkan dirinya di kamar mandi.
Sementara itu Jess sedang berada di dapur untuk memasak malam mereka setelah tadi selesai membagikan oleh oleh untuk para pekerja di rumahnya.
"Nyonya kenapa turun ke dapur?" tanya salah satu pelayan senior saat ia melihat Jess sedang memilih bahan masakan di depan kulkas.
"Saya mau masak untuk suami Bi..." jawab Jess.
"Biar Bibi saja Nyonya...ini tugas bibi.. " kata pelayan itu.
"Bibi kerjakan yang lain saja, atau nanti bantu aku saja. Aku ingin buat makan malam spesial untuk suamiku Bi." kata Jess.
"Ya sudah...bibi bantu nyonya saja..." kata pelayan itu yang sudah hafal sifat keras kepala Jess sejak kecil.
"Bi Narti...bisa tidak kalau bibi jangan panggil aku dengan sebutan Nyonya? kok aku jadi berasa tua banget ya...." kata Jess saat ia mulai mengeluarkan isi kulkas.
"Kan sekarang Nyonya Jesslyn sudah menikah, jadi sudah sepantasnya dipanggil seperti itu," kata Bi Narti.
"Tapi kan rasanya aneh Bi...Bi Narti panggil kaya dulu saja biar nyaman gitu..." kata Jess.
"Baiklah Non Jesslyn jika itu buat Nona jadi senang...." kata Bi Narti yang dari Jess kecil sudah bekerja dirumahnya.
"Tapi aku lebih senang kalau di panggil dengan sebutan "Nduk" kalau Bibi sedang jengkel sama aku..hehe" kata Jess sambil memeluk Bi Narti seperti ibunya.
"Non Jesslyn memang tidak berubah, masih saja manja seperti dulu..." kata Bi Narti sambil mengelus rambut Jess. Sejak Jess kecil, ia memang sudah menyayangi putri majikannya itu seperti puterinya sendiri.Karena memang Bi Narti tak mempunyai anak.
Sore ini, Jesslyn memasak tumis tauge dan ayam goreng crispy kesukaan Justin lengkap dengan sambalnya.Ia sengaja memasak menu toge dan kacang kacangan karena dipercaya dapat menyuburkan rahim dan menambah kualitas ******.
Saat sedang asyik memasak, sebuah tangan kekar memeluknua dari belakang dan salah satu tangannya masuk ke dalam kaos Jess untuk mer**as sesuatu di dalamnya.
"aakkhh...Hubby..bikin jantungan saja..." teria Jess.
"Masak apa Honey..."kata Justin yang tangannya sudah tak terkondisikan lagi.
"Hubby....malu sama Bi Narti jangan seperti itu..." kata Justin.
" Bibi sudah ku suruh pergi tadi..ada yang busa dibantu nyonya..." tanya Justin sambil terus mengecupi punggung istrinya, sampai si empunya merasa kegelian.
"Hubby..geli aaaahhhh....." kata Jess manja.
"Makanya jawab, apa yang bisa aku bantu?" tanya Justin. yang tak menghentikan aksinya.
__ADS_1
" Sekarang berhenti menciumi punggungku By...kamu duduk di sana dan tunggu aku masak..biar cepat matang." kata Jess sambil menunjuk sebuah mini bar di depan dapur.
"Baiklah ratu ku...hamba akan menunggumu di sana.Sekalian buatkan aku kopi ya...jangan pakai gula." kata Justin yang sudah mendudukan diri di minibar dapurnya.
"ok..." jawab Jess singkat.
30 menit kemudian, masakanpun sudah matang.Jess dan Justin makan malam bersama meja makan kecil di dapur. Walaupun hanya dengan menu sederhana, mereka sangat menikmati makan malamnya, karena memang sudah sangat lapar.
"Honey..besok sudah mulai ke kantor kan?" tanya Justin.
"Iya...mulai kuliah juga..." jawab Jess.
"Jangan terlalu lelah...kalaupun kamu tidak bekerja,suamimu ini masih sanggup menghidupimu dan membiayai kuliahmu Honey." kata Justin.
"Aku bekerja kan bukan cari uang saja, tapi juga cari pengalaman dan meneruskan apa yang diperjuangkan orang tua dulu By..." jawab Jess.
"Lebih baik kamu fokus dengan salah satu saja Honey..sedang yang lain biar papa Freddy yang menghandle..kan beliau juga sudah berhenti dari kantor pengacaranya." kata Justin.
" Iya aku tahu By..aku juga sudah bicara dengannya, kalau aku mau fokus dengan perusahaan papa dan kuliahku." jawab jess.
" Iya aku selalu mendukungmu Honey...." kata Justin.
Setelah makan malam,mereka langsung beristirahat, karena pekerjaan dibesok hari telah menanti.
Keesokan harinya, Justin dan Jess sudah bangun pagi pagi sekali, tak lupa Jess menyiapkan segala keperluan Justin sebelum ia bersiap siap.Mulai dari kemeja, celana,sepatu, jam tangan dan lain lain.
"Honey aku bisa bersiap sendiri...kamu hanyab perlu bersiap untuk diriku.." kata Justin ketika ia baru bangun mendapati istrinya sudah kesana kemari menyiapkan pakaiannya.
"By...ini semua sudah menjadi tanggungbjawabku sebagai istrimu, aku harus terbiasa melakukan itu seperti di novel novel yang oernah aku baca, biar suamiku makin cinta sama aku....hehe" kata Jess yang menghampiri Justin dan langsung duduk di pangkuannya. Yang seketika membuat juniornya terbangun.
"Morning Kiss....." ucao Jess setelah mengecup bibir Justin.
"Honey...kamu ingin makan?"kata Justin dengan suara yang sudah memberat.
"Ya belum lah By...kan belum mandi...?" kata Jess polos. Ia malah menggerakkan tubuhnya.
" Tapi aku jadi ingin memakanmu sekarang...." kata Justin. Seketika pipi Jess menjadi merah merona.
Justin langsung mencium bibir Jess dan lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut. Tak lama kemudian terjadilah apa yang seharusnya terjadi. ( Bayangin aja sendiri ya...🤧🤧😍🙃🙃).
Karena mereka tak cukup sekali melakukannya, Jess dan Justin terlambat di hari pertama mereka kerja setelah menikah. Mereka memutuskan berangkat sendiri sendiri. Jess diantar supir dan dikawal beberapa bodyguard. sedangkan Justin berangkat sendiri menuju rumah sakit.
__ADS_1
Ia menyetir dengan kecepatan tinggi, karena sekarang jarak rumahnya ke Ganendra Medichal Center lebih jauh. Dan ia sudah terlambat lebih dari 15 menit. Pagi ini ia ada jadwal operasi penting.
Sementara itu, Jess Sudah sampai terlebih dahulu karena memang kantornya lebih dekat. Di lobby kantor Jess sudah disambut oleh Freddy dan seorang wanita yang masih asing untuk Jess.
"Selamat pagi Princess...hari pertamamu bekerja lagi kenapa sudah terlambat sayang..." kata Freddy dwngan lembut tapi tetap tegas.
"Maaf Pa...tadi bangun kesiangan dan harus menyiapkan segala sesuatunya..." jawab Jess berbohong.
"Iya Papa mengerti, tapi besok jangan diulang lagi,kamu sebagi bos harus datang lebih pagi dari para karyawamu." kata Freddy.
"Iya..maafkan Jess Pa.." ucap Jess.
"Ayo kita keruanganmu Nak..Papa ingin memperkenalkanmu dengan seseorang." kata Freddy.
Merekapun masuk bersama sama menuju ruangan Jess dan menggunakan Lift khusus untuk CEO. **Tak lupa Jess mengabari Justin bahwa ia sudah sampai kantor. Tapi belum ada balasan darinya.
"Ah..mungkin dia sedang di Jalan." batin Jess.
Mereka bertiga, duduk di sofa ruangan itu.
"Jess kenalkan dia Eva, mulai sekarang ia menjadi asisten pribadimu yang membantu mengurus segala keperluanmu di kantor.Jadi kamu bisa tetap kuliah dengan baik meskipun harus bekerja." kata Freddy.
"Perkenalkan saya Eva yang akan membantu Nona Jesslyn untuk mengurus keperluan Nona di kantor." kata Eva sambil mengulurkan tangan.Jesspun membalas uluran tangan tersebut.
"Sudah menikah?" tanya Jess.
"Sudah Nona...Saya sudah mempunyai seorang anak, Suami saya seorang perwira polisi."kata Eva.
"Sudah tahukan resikonya jika bekerja sebagai asisten CEO?"tanya Jess.
"Sudah Nona...saya bekerja dengan tuan Freddy sudah 10 tahun dan saya sudah tahu resiko dari pekerjaan saya." jelas Eva.
"Baiklah Eva, kamu bisa kembali ke ruanganmu."ucap Jess.
Eva pun kembali ke ruangannya.Kini hanya Freddy dan Jess yang ada di ruangan itu.
"Nak..papa juga pamit dulu, hari ini ada dua meeting yang harus papa hadiri..kamu bekerjalah dengan baik, tapi jangan lupa jaga kesehatanmu." kata Freddy.
" Iya..terimakasih banyak pa...papa hati hati di jalan." kata Jess.
Jess mengantarkan ayahnya itu sampai di depan ruangan . Karena Freddy melarang Jess untuk mengantar sampai bawah.
__ADS_1
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuk Jess. Bagaimana tidak di hari pertamanya, ada puluhan file dan berkas yang harus diperiksa terlebih dahulu untuk ditangani. Karena sangat penat, Jess mengganti pakaian kantornya dengan kaos dan mengerjakan file file itu di lantai bersama Eva. Karena menurutnya lebih santai dan luas.
Justin yang membawakan makan siang untuk istrinya, hanya melongo ketika membuka pintu mendapati istrinya**.