
"Hubby...."pekik Jess.
Justin tersenyum lebar dan memperlihatkan gigi giginya yang putih bersih. Sebelumnya, Ia melihat kurir makanan yang membawa makanan tersebut ke ruangan Alexa. Dan menawarkan agar ia yang membawakan pesanan Jess ke dalam ruangan Alexa setelah membayarnya. Kurir itu pun setuju, dan langsung mengabari Alexa.
"Ini pesananmu Yang Mulia Ratu...." kata Justin sambil menyerahkan bungkusan yang berisi Hot Dog dan Bubble Tea pesanan Jess dan Alexa.
"Jangan bilang kamu menyogokku dengan hotdog,untuk menggugurkan mereka!" kata Jess dengan tatapan tajam kepada Justin.
"Tidak Honey...aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya...kita akan melewatinya bersama..."kata Justin dengan tulus.
"Yang terpenting, saat ini kamu harus terus bahagia untuk mereka bertiga..."imbuhnya.
"Terimakasih Hubby....." kata Jess ia langsung memeluk erat Justin. Justin yang tak sabar langsung melepas pelukan istrinya dan menyambar bibir Jess dan m***matnya dengan sangat lembut. Mereka seperti tak sadar ada sepasang mata yang melihatnya dengan malas. Hingga suara seseorang membuyarkan ciuman sepasang suami istri itu.
"Ehmmm......nyamuknya sudah datang." kata seseorang yang ada sudah ada di depan pintu.
"Bang Vino...!"kata Justin dan Jess bersamaan.
"Hmmmm..kalian ini benar benar tak berperasaan. Kekasihku kalian jadikan obat nyamuk..." kataVino dengan nada kesal.
"Lebih baik kita juga berciuman di depan mereka Yang.." lanjut Vino kepada Alexa.
"Dasar gangster mesum..." kata Alexa.
"Ada apa Vin?tumben pagi pagi sudah kesini?memang CEO tak punya pekerjaan lagi ya sekarang?" tanya Alexa.
"Aku habis dari kantor Vano, karena lewat sini ya aku mampir saja..Eh ternyata udah disambut sama dua nyamuk yang lagi ciuman..." kata Vino dengan enteng, dan dibalas dengan tatapn tajam oleh Justin.
"Tumben kalian sudah kumpul pagi pagi?Jess tidak ke kantor?kamu sehat sehat aja kan Dek?" tanya Vino.
"Kakak tanyanya satu satu...Aku sehat kok...malah ada kabar gembira buat Uncle Vino..." kata Jess dengan muka berseri seri.
"Hah...apa kamu bilang tadi?Kamu panggil kakak "uncle"?apa kamu..."kata Vino sambil memperagakan gerakan membentuk setengah lingkaran di perut.
Jess pun hanya mengangguk dengan tersenyum dan mengcungkan 3 jarinya. Vino memperhatikan dengan seksama.
__ADS_1
"Maksudmu 3 bulan?"tanya Vino.
"3 bayi Kak...." jawab Jess.
"Apa??3 bayi? maksudnya kembar 3?" tanya Vino tak percaya. Jess pun mengangguk lagi.
"Oh My God....benarkah?" Vino langsung menghamburkan dirinya ke pelukan Jess.Tapi ada saat ia memeluk Jess ada yang aneh. Ia merasa ada yang tidak beres. Ruangan itu mendadak sunyi. Bahkan Alexa langsung terlihat murung.
"Tapi..Kenapa kalian diam saja...apa kalian tidak bahagia?" tanya Vino sambil mengernyitkan dahinya.
"Eeenngg....kami bahagia..sangat bahagia...." jawab Alexa.
"Kalian tidak menyembunyikan sesuatu kan?"tanya Vino yang mulai curiga.Alexa hanya memberi isyarat kepada Vino. Ia akan menjelaskannya nanti setelah Jess dan Justin keluar dari ruangannya.
"Honey..ayo kita keluar..lebih baik jangan mengganggu dua orang ini...kita lanjutkan saja di ruanganku saja ya..." kata Justin mengalihkan pembicaraannya. Jesspun setuju. Mereka keluar dari ruangan itu.
Sepeninggal Justin dan Jess, kini ruangan itu hanya ada Vino dan Alexa. Alexa yang tak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya langsung menghambur ke pelukan Vino. Laki laki itu terlihat bingung melihat kekasihnya yang tiba tiba menangis.
"Yang...kamu kenapa tiba tiba menangis? ada apa sebenarnya?"tanya Vino sambil mengusap punggung kekasihnya.
Ia tak menyangka ada bahaya yang cukup besar yabg mengancam nyawa adik perempuannya itu dibalik kebahagiaan yangnia dapat.
"Apa jalan terbaik yang bisa kita lakukan?" tanya Vino dengan tatapan mata kosong.
"Aborsi. Hanya itu yang bisa menyelamatkan Jess. Tapi kita tak mungkin melakukannya karena ibu dari bayi itu menolaknya." kata Alexa.
"Apa tak ada cara lain untuk menyelamatkan keduanya?"tanya Vino.
"Ada obat yang bisa mengatasi endometriosis itu,yaitu Anti Inflamasi Non-Steroid, tapi yang menjadi masalah adalah Jess mengalami plasenta Previa yang memicu pendarahan dan Pre Eklamsia di trimester ketiga itu yang sangat berbahaya." jelas Alexa.
"Apakah sudah ada yang mengetahui selain kita?" tanya Vino.Alexa menggeleng.
"Lebih baik biar Jess atau Justin sendiri yang memberitahukan semua ini ke keluarga besar.Aku takut Jess akan semakin sedih. Yang perlu kita lakukan adalah terus memberikan semangat kepadanya." jelas Alexa. Vino hanya mengangguk.
Dua orang itupun hanya terdiam dalam pikiran masing masing.Vino memutuskan untuk kembali ke kantornya karena sebentar lagi Alexa mengikuti seminar yang diadakan di rumah sakit.
__ADS_1
Vino melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantornya. Seaampainya di kantor, ternyata sudah ada Jhoni yang menunggunya disana dengan beberapa pengawal yang mengikutinya.
"Sudah lama Bang?"tanya Vino sembari menyalami Jhoni.
"Baru saja sampai. Ada hal yang harus saya sampaikan ke kamu." kata Jhoni.
"Kita langsung ke ruanganku saja Bang..." kata Vino. Mereka pun naik ke atas.
"Abang jauh jauh dari Lombok ada apa?" tanya Vino sambil menyerahkan softdrink untuk Jhoni.
"Pertama aku sangat merindukan Jeje, yang kedua, aku memang ada hal penting yang harus ku sampaikan. Menurut mata mata yang ku kirim, Felix kembali bergerak, kita harus berhati hati. Vano sudah kuberitahu. Tapi hari ini dia tak dapat bertemu. Oh ya...tingkatkan sistem keamanan kalian."
"Dugaan Felix hanyalah tikus got ternyata salah besar. ia cukup licik untuk sebuah pion yang digunakan sepupuku." kata Jhoni.
"Ia memang sangat licin seperti belut.Andai saja dulu kami langsung menghabisinya, pasti tidak akan berlarut larut seperti ini." kata Vino.
"Penyesalan memang selalu datang terlambat Bro..." kata Jhoni sambil terkekeh, seakan ia tak punya beban. Tak lama kemudian ponsel Vano berbunyi.Ada nama Vano disana.
"......."
"Apa?! aku segera kesana. Hubungi Revan!" kata Vino setengah berteriak.
" Bang...Felix menyerang Justin dan Jess. sedangkan adikku sedang mengandung saat ini."kata Vino bergegas keluar ruangan.
"Kita segera kesana!Aku tak sabar ingin menghancurkan mereka!" kata Jhoni. Ia langsung menghubungi anak buahnya.
----------------
Di tempat lain, sepasang suami istri sedang menikmati makan siang di sebuah warung pinggir jalan. Jess dan Justin sengaja memilih maka siang di warung ketoprak langganan mereka di seberang rumah sakit karena Jess yang menginginkannya.
Setelah selesai makan, mereka memutiskan untuk pulang, karena kondisi Jesz tak memungkinkan jika harus ke kantor. Saat dalam perjalanan pulang, Justin merasa ada yang mengikuti mereka berdua. Ada sebuah mobil sedan hitam yang terus membuntutinya.
Justin terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sedangkan Jess sedang tertidur pulans karena kekenyangan. Justin segera menyiapkan pistol yang selalu ia bawa kemana mana.
"****...sepertinya mereka akan menyerangku dan Jess!"iapun langsung menghubungi Vino tanoa menghentikan laju mobilnya.
__ADS_1