My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Ledakan


__ADS_3

Tiba tiba dari arah berlawanan mobil box menghalangi laju mobil mereka. Terpaksa Justin mengerem mendadak yang membuat tubuh Jess dan dirinya tersentak ke depan. Jess seketika langsung terbangun karena terkejut.


"Ada apa By?" tanya Jess.


"Honey...ada mobil yang mengejar kita di belakang, dan di depan ada yang menghalangi kita. Apapun yang terjadi kamu tetap disini. Jaga anak kita baik baik.Okey..." Kata Justin menenangkan Jess. Jess hanya menganggukkan kepalanya. Karena saat ini ia benar benar tak bisa berbuat banyak.


"Hati hati By...." kata Jess.


Justin pun keluar seorang diri dan segera menghadapi para penjahat. Tanpa basa basi para penjahat itu langsung menyerang Justin membabi buta Justin yang hanya seorang diri kewalahan melawan hamoir 10 orang anggota gangster. Namun ia tak menyerah begitu saja. Dengan segenap tenaganya, Justin melawan mereka. Saat salah satu penjahat mendekati mobil Jess, Justin segera mnembakkan timah panas ke arah penjahat itu. seketika ia pun tewas di tempat.


Anggota Gangster lain yang melihat rekannya sudah tak bernyawa, mengarahkan pistolnya ke arah Justin,dan..


Blup.


Blup.


Tubuh penjahat itu langsung roboh, sebelum sempat menembak Justin. Justin yang terkejut langsung menoleh. Ternyata Jess yang menembak penjahat itu tepat di jantunya.


"Honey...tetaplah di dalam!!" teriak Justin karena khawatir.


"Maaf By...tapi aku tak bisa membiarkanmu melawan mereka sendirian!"teriak Jess.


"Tenanglah aku melawan mereka dari sini!" kata jess.


Tepat saat Jess menyelesaikan ucapannya, segerombolan pasukan berpakaian semi militer datang. Rupanya mereka adalah anggota The Black Hole dobawah kepemimpinan Vino dan Vano.


Saat itu pula seorang laki laki paruh baya berwajah oriental bermuka bengis keluar dari mobil yang membututi Jess dan Justin tadi.


"Hallo keponakan...apa kabar kalian?" tanya Felix dengan senyum merekah tapi terlihat menyeramkan.


"Rupanya Om kita juga ikut....hehe...kami sangat baik Om..." kata Vino dengan seringainya.


"Kalian masih ingusan..jangan ikut campur urusan orang tua!"kata Felix.


"Apa yang menjadi urusan Jess, dan apa uang membuatnya dalam bahaya akan menjadi urusan kami!"kali ini Vano menjawab dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Slow down Buddy....kalian tak akan bisa melawan kekuatan Red Tiger ...Jhoni bukan tandinganku lagi sekaraang....hahahaha...." kata Felix sambil tertawa terbahak.


"Oh ya...kita lihat saja nanti!" kata Vino.


Pertarungan mereka tak terelakkan lagi, ternyata dibelakang masih banyak anggota Red Tiger di pihak Felix yang bersembunyi. Mereka baru tahu bahwa pimpinan Red Tiger saat ini( Sepupu Jhoni) sudah dihabisi oleh Felix dan sekrang Felix lah yang memimpin pasukannya.


"Kita harus lebih berhati hati karena Felix memanglah sangat licik" kata Jhoni saat pertemuannya dengan Vino tadi pagi.


Karena The Balck Hole dan Rex-Guard bersatu, kini pasukan Felix menjadi sedikit kewalahan. Ditambah pasukan yang setia pada Jhoni yang tidak sedikit. Dengan mudah merekah dapat memukul mundur Red Tiger.


Saat pertarungan hampir di menangkan oleh The Black Hole dan Rex Guard, tiba tiba...


Booommm.....Duuuaarrr....


Mobil yang ditumpangi Jess dan Justin meledak kemudian terbakar. Dan Jess kemungkinan masih ada di dalam.Seketika Justin langsung berlari kearah mobil itu. Tetapi Vano dan Vino menghalanginya.Sedang Revan yang saat itu sedang bertarung langsung menghentikan pertarungannya. Sampai ia tak sadar ada peluru yang bersarang di punggungnya. Ia pun seketika langsung ambruk tak sadarkan diri.


"Hhhooonnneeyyyyy!!!!!!"teriak Justin histeris.


"Tidak!!Lepaskan aku...Jesslyn!!!Tidaaaaakkkk....." Teriak Justin histeris.


Sedangkan Vino langsung berlari menghampiri mobil yang terbakar itu seolah ia benar benar tak peduli lagi dengan bahaya yang sewaktu waktu mengancamnya. Ia hanya ingin memastikan ada Jess atau tidak di dalam mobil itu. Revan yang sudah tak sadarkan diri langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.


Tak jauh dari tempat itu, laki laki tua tertawa keras seperti orang gila.


"Hahahha.....akhirnya aku bisa menghabisimu gadis kecil!!hahaha.....aku tak bisa lagi memiliki harta dan semua aset Gunawan berarti kalian juga tak boleh memilikinya..hahahhaha...aku puas...aku puas....!!"kata laki laki itu.


Justin dan Vano yang langsung tersulut emosi lang lsung menyerang Felix dan anak buahnya membabi buta! tak sampai 15 menit semua anak buah Felix sudah tumbang. Dan tinggal Felix yang tertawa tawa seperti orang gila.


"Heii..keponakan..harusnya kamu senang....G Corp dan G unity jatuh ke tangan kalian...harusnya kalian berterimakasih padaku...Hahahhaha..." kata elix yang masih terus tertawa.


"Sayangnya aku tak sepertimu Paman...ah...bukan Felix..karena kau memang tak pantas menjadi Paman kami!" kata vano penuh emosi.


"Kamu hanyalah iblis yang menjelma menjadi manusia!"lanjut Vano.


"Lebih baik menjadi iblis daripada menjadi seorang pecundang seperti kalian...ahahha" kata Felix.

__ADS_1


Vano yang sudah sangat emosi menembakkan timah panas ke lutut Felix.


" Aaarrrrgghh......." teriak Felix. Seketika ia roboh dengan lutut yang sudah hancur.


"Bawa mereka kemarkas!" perintah Vano.


Anak buah Vano pun segera menyeret tubuh tua bangka dan beberapa anak buahnya yang masih hidup itu ke markas Black Hole.


Justin dengan langkah gontai mendekati mobil yang baru saja meledak itu.Ia seakan tak punya tenaga lagi untuk berteriak. Rasa kehilangan yang begitu besar seakan menyerap seluruh energinya begitu saja. Ia hanya berharap akan ada keajaiban dari Tuhan.


"Honey....bertahanlah...setidaknya untuk anak anak kita....jangan meninggalkanku..." kata Justin yang tak lama kemudian ambruk tak sadarkan diri.


 


Cahaya matahari yang masuk ke celah celah jendela membuat mata laki laki itu mengerjab ngerjab karena silau. Beberapa kali ia mencoba membuka matanya, tapi terasa sangat berat. Ingin rasanya ia tidur nyenyak. Tapi kilasan kilasan kejadian mengerikan itu terus saja muncul dalam alam bawah sadarnya.


Suara suara itu terdengar seperti lebah yang mengerubungi sarangnya, membuat kepalanya semakin berat. Saat ia berusaha menggerakkan tubuhnya, seakan ia dapat menghitung berapa tulang yang lain ikut bergerak.


Saat ia mencoba bersuara, tenggorokannya seperti terhalang sesuatu yang keras yang membuatnya terasa kering. Ia hanya ingin air saat ini. Tapi sekali lagi tak ada suara yang dapat keluar dari tenggorokannya.


Namun pelan namun pasti, suara itu terdengar lebih jelas seperti memanggil manggil namanya.Pelan pelan ia dapat mengendalikan cahaya yang masuk dalam penghilatannya agar tidak silau.


"Enggghhh......"Justin mulai mengeluarkan suara seperti gumaman. Semakin ia berusaha mengeluarkan suara semakin nyeri tenggorokannya.


"Jangan banyak bergerak dulu...kamu baru saja koma dalam waktu yang lama..." kata suara itu.Justin yang mengenali asal suara itu berusaha sekuat tenaga untuk mencarinya. Ia hanya bisa menatap seseorang yang ada di hadapannya. Karena tak suara yang bisa ia keluarkan selain erangan.


Orang itu langsung bangkit dari kursi rodanya dan segera memanggil dokter lewat interkom yang ada di hadapannya.


...❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣...


like ya wwooyyyy.....hari ini ngebut up 4 bab sekaligus...


authornya rela begadang demi kalian....


jangan lupa tinggalkan jejak. okey every badehh...

__ADS_1


__ADS_2