My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Permintaan Bumil


__ADS_3

Mengandung unsur dewasa untuk 21+ haral bijak membacanya.


Bocil diskip aja ya....


......................


Sesampai mereka di rumah Justin langsung ke dapur, ia ingin membuatkan susu untuk Jess.


"By...kamu mau kemana? Jangan aneh aneh deh...kamu baru saja keluar dari rumah sakit..." kata Jess saat melihat Justin beraksi di dapur.


"Aku hanya ingin membuatkan susu untuk mommy nya anak anakku..." kata Justin.Jess hanya tersenyum.


"By...bikin susunya nanti saja ya...aku pengen sesuatu.." kata Jess dengan memasang ekspresi puppy eyes.


"Kamu pengen sesuatu?kamu pengen apa Honey..."kata Justin sembari mengecup bibir Jess.


"Itu By....."kata Jess sambil memasukkan tangannya ke c****a ***** Justin.


"Honey...." kata Justin seketika suaranya memberat karena sentuhan Jess membuat juniornya langsung bangkit.


"By.....kan udah berbulan bulan Jenot nggak di manjain By..." Kata Jess dengan manja. Ia sendiri tak tahu kenapa sejak di perjalanan tadi ia sangat menginginkan berhubungan dengan Justin.


"Honey....tunggu kamu habis lahiran ya.... terlalu bahaya kalau kamu pengen gituan.."kata Justin. Ia sebenarnya juga sangat merindukan ber-iya - iya dengan Jess. Tapi mengingat kondisi kehamilan Jess yang berbahaya, iya dengan sekuat hati menahan keinginannya tersebut.


"Ya udah..mungkin memang aku udah melar kemana mana, jadi kamunya nggak nafsu lagi sama aku By..." kata Jess dengan nada ketus.


"Honey..sayang..bukan gitu maksud aku..tapi aku nggak cuma khawatir sama kamu Honey...aku juga khawati sama anak anak kita....kamu sabar ya..." Kata Justin sambil menangkup wajah Jess dan mengecupinya.


Jess yang merasa di tolak Justin, seketika langsung menangis keras.


"Hiks..hiks...Hubby jahat...kamu udah nggak sayang sama aku lagi..Sayang...daddy kamu sekarang nggak peduli lagi sama kita...padahal kan kalian yang kepengen, bukan Mommy...hiks...hiks.."kata Jess sambil sesunggukan. Justin yang tak tega langsung memeluk tubub Jess.


"Kamu pengen banget ya Hon..?"tanya Justin. Jess langsung mengangguk.


"Ya sudah..tapi pelan pelan aja ya...kamu yang mimpin. Kecebongnya juga dikeluarin saja" kata Justin. Jess pun mengangguk.


Justin langsung menuntun Jess ke kamar, karena tak mungkin ia menggendong Jess yang berat badannya sudah naik hampir 20 kilo. Mungkin jika ia sedang sehat sehat saja ia masih kuat, tapi ia sendiri juga baru bangun dari koma. Tubuh Justin belum pulih sepenuhnya. Saat ini, Karina memindahkan kamar Jess dan Justin di lantai bawah, karena ia tak ingin Jess kesulitan naik turun tangga dengan perutnya yang sangat besar.


Sesampainya di kamar Justin tak lupa untuk mengunci pintu, sedangkan Jess langsung menuju walk in closet untuk berganti baju yang lebih nyaman. Mata Justin seperti tak ingin berkedip saat melihat penampilan Jess. Ibu hamil itu, begitu menawan saat memakai lingerie berbahan sutera berwarna merah marun,yang kontras dengan kulit putihnya. Ia juga terlihat lebih seksi dengan perutnya yang sudah sangat membesar.

__ADS_1


"Honey..kamu kelihatan sangay seksi....Ini juga lebih pas saat ku pegang seperti ini..."kata Justin sambil meremas kedua ******** Jess.


"Auch... By....aku seperti tersetrum..." kata Jess dengan suara sedikit men*****.


Justin langsung menyesap dan ******* bibir Jess dengan sangat lembut, kali ini ia ingin bermain lebih lembut dari biasanya, karena tak ingin terjadi apa apa dengan kandungan istrinya. Tangannya pun tak tinggal diam. Tangan Jess terus bermain main di puncak bukit favoritnya.


"Aaauuhhh..By....rasanya sangat berbeda By..."kata Jess. Tak smapai di situ, Justin juga mulai menghisap dua bulatan yang sudah menghitam akibat faktor kehamilan itu satu persatu. Hingga sang pemilik mengeluarkan suara suara ang sangat menggoda.


Mereka terus saling memberikan ra*******n satu sama lain, hingga tak tahan lagi untuk melakukan penyatuan. Justin mengarahkan tubuh Jess untuk berada di atasnya.


Jess menggerakkan tubuhnya di atas perut Justin dengan pelan. Karena mereka ingin terdi hal yang bisa membahayakan Jess dan janinnya. Saat Justin hampir merasakan pelepasan, ia segera mencabut samurai dari sarungnya, dan memuntahkan semua lava berwarna putih itu di luar. Karena jika ia memuntahkan di dalam akan memicu kontraksi yang menyebabkan pendarahan.


Jess yang merasa keinginannya sudah terpenuhi langsung beranjak memeluk suaminya.


"By...makasih ya..." kata Jess.


"Iya sama sama...akhirnya setelah puasa sekian purnama si Jenot berbuka puasa..." kata Justi sembari mengecup pucuk kepala Jess.


"By....lapar..." rengek Jess.


"Hmm....kita turun dan makan ya...." kata Justin. Namun Jess menggeleng.


"Katanya lapar?" kata Justin.


"Emang ada ya makanan gituan?kok aneh?"kata Justin.


"Itu enak pake banget By....kita beli di dekat kampus ya By..." ajak Jess dengan manja.


" Sekalian nanti antar aku ke salon buat potong rambut, gerah By kalau rambutnya panjang terus..." lanjutnya.


" Oke...kita mandi dulu, nggak mungkin kan keluar dengan badan lengket semua..." kata Justin.Jesz pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Justin memandang Jess tmyang berlalu ke kamar mandi. Ia menghela nafasnya. Hatinya berdesir saat mengingat ucapan dokter Lisa tadi pagi.


" Peluang keselamatan istri anda hanya sekitar 20 % Dok...Itupun kita harus melakukan prosedur histerektomi*."


"Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia Honey...." batin Justin sambil menyeka sudut matanya.


"By....kamu nangis?" tanya Jess yang tiba tiba sudah berada di belakangnya.

__ADS_1


"Hah...tidak...aku hanya kelilipan Hon...sudah selesai mandinya?Aku mau mandi dulu."kata Justin bergegas ke kamar mandi untuk menghindari bertatap mata dengan Jess.


Di kamar mandi, Justin segera memencet tombol peredam suara yanv ada di ruangan itu. Ia menangis sekencang kencangnya. Meluapkan segala kesediham, ketakutan dan kekhawatirannya.


" Aaaaaaarrggghhhhh.........aku tak siap kehilangan dia Tuhan...aku tak akan pernah siap..ambil saja nyawaku..jangan ambil nyawa istriku.." teriak Justin.Ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Agar pikirannya sedikit lebih tenang. Setelah 30 menit ia berada di bawah guyuran shower ia menyudahi acara mandinya tersebut.


Saat ia keluar dari kamar mandi, Justi sudah mendapati Jess terlelap. Ia tak tega membangunkan istrinya. Lalu ia segera keluar untuk mencari makanan yang diinginkan Jess tadi. Karena saat Jess terbangun pasti ia sudah merasa sangat lapar.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit menggunakan motor sport milik Jess, sampailah Justin di kedai makanan yang dimaksud Jess. Ia langsung memarkirkan motor sport tersebut di depan kedai. Dan segera memesan, makanan yang diinginkan Jess.


"Siang Pak Justin...." sapa salah satu mahasiswa perempuan.


"Siang..." jawab Justin singkat.


"Bapak mau makan disini juga ya...? bareng sama kita dong Pak..." kata mahasiswa itu dengan sikap centilnya.


"Maaf saya buru buru..istri saya sudah menunggu di rumah." jawab Justin singkat.


"Bapak udah punya istri..??nggak percaya ah..." kata mahasiswa itu lagi. Ia mahasiswi pindahan dari kampus lain, jadi ia belum tahu tentang pernikahan Jess dan Justin.


"Kalau tak percaya terserah, tanya saja pada teman temanmu." jawab Justin. Ia pun segera meninggalkan kedai itu.


Dan sesampainya di rumah, ia lanvaung disambut dengan tatapan tajam oleh Jess sambil bersedekap.


" Hubby dari mana?" tanya Jess dengan ketus.


"Dari cari pesanan kamu Honey...tadi kamu ketiduran, jadi aku cari makanan pesananmu sendiri" jawab Justin.


"Kenapa kamu nggak bangunin aku By?kamu malu jalan sama aku yang sudah bengkak begini?" tanya Jess yang mulai berkaca kaca.


"Nggak Honey...aku cuma nggak tega membangunkanmu yang sudah kecapekan.."kata Justin.


"Tapi aku pengen makan di tempatnya, buka dibungkus seperti ini..."kata Jess kesal.


"Ya sudah...sekarang mau beli lagi?"tanya Justin.Jess pun mengangguk. Seketika ekspresi kesalnya berubah menjadi bersemangat.


"Aku ambil tas dulu..." kata Jess. Justin pun hanya geleng geleng kepala dengan tingkah istrinya.


...----------------...

__ADS_1


*Histerektomi adalah prosedur pengangkatan rahim. Jadi seseorang yang telah menjalani prosedur itu tidak bisa hamil lagi dan mengalami menopouse dini.


tinggalin jejak untuk author ya...💪💪💪🌹🌹🌹🌹


__ADS_2