My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
makanan pinggir jalan


__ADS_3

Petang itu, Jess terbangun saat ia merasakan sebuah tangan kekar menindih tubuhnya. Pelan pelan ia memindahkan tangan Justin agk dia bisa bergerak.


"Kakak...kenapa dia tidur disini?" gumam Jess.


Ia ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil dan membersihkan tubuhnya, karena tubuhnya sudah lengket oleh keringat. Tapi saat ia mencari kruk nya, ia tidak menemukan dimanapun. Kursi rodanya juga tidak ada.


"Huft..bagaimana aku bisa ke kamar mandi". tanya Jess pada dirinya.


Karena sudah tidak tahan lagi untuk buang air kecil, ia menguatkan dirinya dan berpegang pada dinding. Kemudian merambat ke kamar mandi.


Belum sampai di tempat yang ia tuju, pegangannya terlepas dan..


Bbrruukk.....


Jess terjatuh dilantai.


"Aauu...."erang Jess.Dan tak bisa ditahannya lagi, ia terkencing dicelana. Ia pun hanya menangis meratapi keadaannya. Ia merasa tubuhnya benar benar tak bisa diandalkan.


Justin yang mendengar erangan Jess, langsung terbangun dan sangat terkejut saat melihat Jess sudah terduduk dengan celana yang basah sambil menangis terisak.


"Jesslyn..!!"Justin langsung berlari menghampiri Jess.


"Jangan memdekat kak..tetaplah disitu...aku sangat malu..aku tak lebih dari anak kecil aku tak berguna kaaak.....hiks...hiks...:kata Jesslyn sambil menangis sesunggukan.


"Iya tapi apa yang terjadi?kenapa celanamu sampai basah?" kata Justin dengan penuh kekhawatiran.


Justin yang melihat Jess terus menangis, perlahan mendekati dan kemudian memeluknya.


Tangisan Jess pun semakin keras saat berada dalam pelukan Justin.


"Menangislah Jess jika itu membuatmu lebib baik, aku akan disini menunggumu untuk bercerita."kata Justin menennangkan Jess.


Setelah hampir 30 menit Jess menangis, Ia pun sudah mulai tenang.


Akhirnya Justin memberanika diri untuk bertanya pada Jess.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Jess?"tanya Justin sambil mengusap kepala Jess yang bersandar di dada bidangnya.


Jess pun menceritakan kejadian yang dialami Jess kepada Justin. Justin pun hanya tersenyum menanggapi Jess.

__ADS_1


"Apa kakak akan menertawakanku?" kata Jess dengan tatapan tajam.


"Tidak Jess, aku tidak akan menertawakanmu. Itu bukan kejadian lucu. Bahkan aku sangat tidak berharap kamu mengalaminya lagi." Kata Justin.


"Kamu harus sabar ya...harus semangat mengikuti fisio terapi lagi. Aku yakin sedikit lagi kamu bisa sembuh seperti dulu."Kata Justin memberikan semangat untul Jess.


Justin pun langsung membantu Jess ke kamar mandi dengan cara


menggendongnya. Dan meminta pelayan mengambil kursi roda dan kruk milik Jess. Justin pun dengan sabar menunggui Jess di luar pintu kamar mandi, setelah Jess selesai segera Justin menggendong Jess lagi untuk berganti pakaian di walk in closet di kamar itu.


Setelah mereka selesai membersihkan diri, Justi mengajak Jess untuk makan malam di luar. Diam-diam, Justin memerintakan beberapa pengawal bayangan untuk mengawal mereka dari jauh, karena akhir akhir ini Justin merasa ada yang sengaja menguntit Jess lagi.


"Kak kita mau makan dimana?"tanya Jess.


" Kamu ingin makan malam apa?"tanya Justin balik.


" Terserah kakak saja..." kata Jess pasrah.


"kok terserah aku..kamu ingin makan diman?" tanya Justin.


" hmm.....bagaimana kalau kita makan pinggir jalan saja, aku kangen makanan lesehan kak.."kata Jess.


"Itu kan menurut kakak..menurutku itu sangat enak dan mengasyikkan, dulu aku bersama mama dan papa sering makan di pinggir jalan kalau mereka sedang ada waktu senggang."


" Kakak harus coba itu..Kalau tak pernah coba pasti akan bilang tidak sehat lah..tidak enak lah..kotor lah...tapi kalau kakak sudah mencobanya, pasti kakak ketagihan."kata Jess sambil menyebik.


"Baiklah kalau itu maumu..kalau kamu sampai sakit perut gara gara makanan itu, aku tak akan mau mengobati kamu!"kata Justin.


"kita lihat saja nanti kalau sampai kakak ketagihan, kakak tak boleh memarahiku terus jika di kampus. deal?" kata Jess.


" Ok..siapa takut! Deal!" merekapun saling mengaitkan jari seperti yang dilakukan anak kecil.


Justin memarkirkan mobil sport nya dipinggir jalan, banyak pasang mata yang melihat kearah mereka, karena jarang mobil sport parkir di depan warung lesehan pinggir jalan.


Justin turun dari kendaraannya, dan ia pun segera memapah Jess turun.Jess langsung menunjuk tempat dimana mereka akan makan.


" Mau pesan apa mbak..mas..?"tanya penjual makanan itu dengan ramah.


"Saya mau nasi,bebek goreng 2 plus lalapan sama sambel terasinya jangan lupa petainya ya pak terus minumnya teh anget aja 2 jangan manis manis ya pak ." kata Jess.

__ADS_1


"Iya mbak..silahkan ditunggu".jawab penjual itu.


"Jess..kamu yakin..mau pesen makanan disini...?" Kata Justin sepertinya tak nyaman.


"Yakin lah kak.."kata Jess sambil tersenyum lebar.


Tak berapa lama kemudian, makanan pun datang.Nasi bebek goreng lengkap dengan lalapan sayur dan sambal terasi. Juga disediakan semangkuk air untuk cuci tangan.


Jess yang melihat makanannya langsung berbinar ia pun mencomot daging bebek yang masih panas,mencolekkannya ke sambal dan memakannya beserta sayuran mentah dan nasi.Sebaliknya, Justin yang tidak pernah makan seperti itu hanya bengong melihat Jess yang makan dengan lahap.


"Kakak kenapa tidak makan?ini sangat enak kak..ayo cobalah..." Kata Jess sambil menyuapkan makanan itu ke mulut Justin.


"ayo kak..buka mulutmu..aaaaa...."kata jess sambil memperagaka membuka mulut.


Justin dengan ragu membuka mulutnya dan menerima suapan pertama dari Jess. Sejenak Justin terdiam. Ia merasakan makanan yang disuapkan Jess bukan hanya enak..tapi sangat enak.


Justin yang belum pernah makan seperti itu, merasa ketagihan, tanpa sadar, Ia habis 2 porsi besar nasi dan lalapan bebek goreng.Jess terus terkikik memandangi Justin yang makan dengan lahapnya.


"Kamu doyan apa lapar sih kak?tadi katanya kotor, nggak sehat, banyak kuman..tapi kok sekarang malah nambah sampai 2 porsi jumbo..? kata Jess keheranan.


" ternyata makanan ini sangat enak Jess..kapan kapan kita makan disini lagi ya.."


"benar katamu makan dipinggir jalan sangat nikmat"kata Justin sambil mengelus perutnya karena kekenyangan.


"Berarti kakak kalah taruhan kan?" kata Jess.


"Eits..untuknyang satu itu,aku tak bis menerima Jess,kamu tahu kan profesionalisme itu sangat penting, diluar kampus, kamu memang gadisku, tapi di kampus kamu tetallah mahasiswi yang harus kubimbing." kata Justin tegas.


"Hmmm..kakak curang!" kata Jess kesal.


" Baiklah kalau begitu sebagai gantinya setiap hari kita akan malam di sekitar sini, dengan menu yang berganti ganti..apa kamu setuju? kata Justin sambil menangkup wajah Jess.


"Oke lah kak...aku setuju..." kata Jess bersemangat.


"Setelah ini kita ke rumah sakit sebentar ya...kita akan terapi sendiri. aku yang akan menjadi terapisnya."kata Justin.


"iya kak..."


Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan sedang, 15 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang fisioterapi.

__ADS_1


__ADS_2