
Siang itu Justin menghadiri rapat dewan direksi dan seluruh pemegang saham Ganendra Medichal Center. Ada sekitar 40 orang yang hadir di ruangan besar itu. Sebenarnya Justin sangat berat meninggalkan Jess, tapi karena rapat ini sangatlah penting, Justin terpaksa menyerahkan pengawasan Jess kepada Revan.
Revan telah menyuruh anak buahnya yang berjumlah 7 orang untuk berjaga di ruang ICU, tempat Jess dirawat. Dua dari mereka ditugaskan untuk memeriksa setiap dokter maupun perawat yang akan masuk ke ruangan itu. Tak lupa Justin menempatkan banyak CCTV di setiap sudut untuk mengawasi keadaan disana.
Rapatpun dimulai, Michael membuka rapat itu untuk membahas laporan keuangan bulan itu dan juga laporan hasil kerjasama dengan berbagai perusahaan farmasi dan alat alat kesehatan di negara ini maupun luar negeri.
"Sampai pada inti dari meeting kita hari ini, Saya ingin menyerahkan kepemimpinan saya ini kepada Wakil CEO Ganendra Medichal Center, Prof.DR. Dr. Justin Stephen Ganendra, Sp.B, putera tunggal saya. Yang saya anggap pantas dan memenuhi syarat menggantikan saya untuk menjadi CEO Ganendra Medichal Center". Kata Michael.
Tepuk tangan pun mengiringi langkah Justin naik ke podium. Hanya senyum tipis yang menghiasi wajah Justin. Seakan kesedihan menguasai hati dan pikirannya. Tapi ia berusaha untuk tetap bersikap profesional dan mengesampingkan kepentingan pribadi untuk saat seperti ini.
"Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita yang hadir disini. Pertama tama saya Prof. DR. Dr. Justin Stephen Ganendra siap untuk menggantikan ayah saya, Prof. DR.Dr. Michael Ganendra, Sp. BO yang selama ini telah berjuang mendirikan dan membesarkan rumah sakit ini menjadi salah satu rumah sakit terbaik di negara ini. Saya mohon dukungan dan kerjasama Anda semua dalam mengelola rumah sakit ini agar lebih baik daripada sebelumnya. Demikian saya ucapkan terimakasih. Salam sejahtera untuk kita." Kata Justin sembari membungkukkan badannya setelah selesai pidato singkatnya.
Tepat saat jam makan siang, rapat anggota direksi telah selesai, dan kini Justin pun resmi menjadi CEO Ganendra Medichal Center menggantikan ayahnya. Michael berencana merayakan kenaikan jabatan Justin dengan mengadakan acara makan siang bersama para dewan direksi di sebuah restoran mewah di kota itu.
"Justin ayah ingin mengajakmu makan siang bersama dengan dewan direksi hari ini.Ikutlah Nak.."ajak Michael
"Aku tidak bisa yah..aku harus menemani Jess.." kat Justin menolak.
"Son..ayah tahu..saat ini kamu merasa khawatir akan keadaan Jess. Jika ayah menjadi kamu, ayah pun akan memikirkan hal yang sama. Tapi ini hanya sekedar makan siang bersama dewan. Mereka telah menunggumu.Ini hanya sebentar Nak..Nanti setelah makan siang berakhir, kamu bisa menemani Jess. Ayah juga akan ikut denganmu. Karena Ayah juga merindukan puteri ayah yang cantik itu.." kata Michael sambil tersenyum menenangkan.
"Ayah.... jangan ikut memuji Jess-ku..hanya aku saja yang boleh memujinya. Ayah diam saja..."kata Justin kesal.
"hei...ayah hanya mengatakan dia cantik..tapi kau sudah kesal..dasar putera pencemburu.!"kata Michael dengan jahil.
"Makanya ayah cari pacar sana..biar tidak mengganggu gadisku...!" kata Justin cemberut.
"Ah...benar juga katamu..ayah akan cari pacar setelah ini..saat ini kan ayah sudah tidak terikat pekerjaan lagi, jadi ayah bisa bebas mencarikan ibu baru untukmu.."kata Michael dengan seringai Jahilnya.
__ADS_1
"Tapi..apa ayah yakin bisa mencarikan ibu baru untukku? Kan ayah sudah jadi pengangguran sekarang. Ayah tidak lagi seorang CEO. Aku tidak yakin ayah bisa mendapat gadis cantik lagi...hehehe...!" kata Justin sambil terkekeh.
"Apa kamu bilang?!dasar anak nggakn da akhlak. Hei..kucing nakal..kamu pikir ayahmu ini pengangguran miskin apa..ayahmu ini adalah mantan CEO jadi walaupun pengangguran, tapi ayah masih kaya raya..!"kata Michael tak terima.
"Heh...baiklah..pengangguran kaya raya..selamat mencari gadis cantik..tapi jangan nangis kalau nanti tidak ada yang mau denganmu. hehe..ayah ayo kita segera berangkat kita sudah terlambat."Ajak Justin.
Michael yanng melihat puteranya bisa tersenyum merasa sedikit lega, karena sejak kejadian Jess mengalami koma, puteranya itu terlihat sangat kacau dan tidak bersemangat.
Merekapun berangkat bersama sama menggunakan mobil sport milik Justin.Kali ini Michael yang menyetir. Ia seperti merasa kembali muda saat menyetir mobil sport milik puteranya. Michael tidak membiarkan puteranya menyetir mobil sendiri ketika bersamanya.Itulah perhatian kecil Michael kepada Justin. Ia selalu menganggap Justin masih menjadi pangeran kecilnya untuk padahal usianya hampir 30 tahun.
Sesampainya di restoran tersebut, mereka sudah disambut oleh para petinggi rumah sakit. Justin dan Michael hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis kepada mereka. Mereka berdua terkesan dingin dan tegas saat berhadapan dengan bawahannya. Tapi terlepas dari urusan pekerjaan, Justin dan ayahnya seperti teman saat bersama.
Mereka pub makan siang dengan khidmat dan tenang. Pikiran Justin selalu tertuju pada Jess yang sedang koma. tak banyak obrolan di antara petinggi rumah sakit itu. Justin hanya ingin makan siang cepat selesai dan segera kembali ke rumah sakit.
Saat sedang makan, ponsel Justin berdering...
".........."
"Baiklah aku akan segera kembali." jawab Justin dengan raut muka yang berubah.
"Ada apa Son..?kenapa wajahmu begitu?"tanya Michael yang menyadari ada perubahan dari sikap Justin.
"Ayah aku akan kembali ke rumah sakit sekarang.."Kata Justin.
"Apa tentang Jess?" tanya Ayahnya.
"Iya ayah..tapi aq tak bisa menceritakan sekarang." kata Justin penuh kecemasan.
__ADS_1
"Kalau begitu ayah ikut denganmu. Biar ayah yang menyetir." kata Michael.
"Kalian teruskan saja makan siangnya, saya dan Justin akan kembali terlebih dulu."kata michael pada para bawahannya.
"Ayo Son...kita bergegas."kata Michael pada Anaknya.
Mereka pun segera kembali ke rumah sakit.Michael memacu mobil puteranya dengan kecepatan tinggi. Membelah padatnya jalanan di kota itu.Tak sampai 30 menit, ģmereka pun tiba di rumah sakit dan langsung menuju Rruang ICU tempat Jess mendapat perawatan.
...----------------...
Visual MICHAEL GANENDRA.
Haaiisshhh klo pengangguran kaya raya kayak gini siapa hayo yang gak mau....🤣🤣🤣ada ada aja si babang Justin nyumpahon bapaknya nggak laku...
3 hari ini author cuma bisa up 1 sampai 2 episode aja..karena di rumah mertua author ada acara..dan ditambah ribetnya ngasuh 2 buntut punya author yang super aktif..
Jadi mohon maaf ya..klo yg biasa baca cepet(sealiran sama author🤭) jadi nunggu in up nya...,
besok, setelah urusannya semua beres...dan author kembali ke rumah author lagi, saya usahain ya up 3 - 4 bab.
terimakasih..
salam dari author
**AlCha**
__ADS_1
tetap setia nunggu like, komen, dan vote kalian.