
Jeje terdiam di depan ruangan yangvakan mempertemukan ia dan orang tuanya.Sejenak ia merasa ragu saat akan membuka pintu itu.
"Je..kamu kenapa?" tanya Vano.
" Bang..aku takut..kehadiranku tak diinginkan kedua orang tuaku." kata Jeje terus menundukkan kepalanya.
"Bukankah kamu rindu dengan mereka?jika mereka tidak menginginkan keberadaanmu, ada kami yang selalu ada untukmu." kata Vano terus meyakinkan adik angkatnya itu.
Akhirnya setelah meyakinkan dirinya sendiri, Jeje memberanikan diri untuk masuk ke ruangan tempat kedua orang tuanya berada.
Jeje masuk diikuti oleh Jess, Justin dan Vano. Ia melihat sepasang suami istri yang sangat ia kenal sedang menggendong bayi yang baru lahir.
"Mom...Dad...." kata Jeje terbata dengan mata berkaca kaca.
Sepasang suami istri itu menoleh. Dan mereka sangat terkejut melihat sosok anak laki laki yang telah mereka rindukan.
"Justin..." ucap John. Ia langsung menghampiri anak laki laki itu, memeluknya dan menggendongnya. seketika laki laki berusia 37 tahun itu menangis sesunggukan saat memeluk anak laki lakinya. Ia merangkul anaknya untuk mendekat ada ibunya yang baru saja melahirkan.
" Justin....maafkan kami Nak...syukurlah Tuhan masih melindungimu, kami sempat berfikir kamu telah tiada di tangan mereka hari itu." kata Ella ibu Justin.
"Aku ditinggalkan diperempatan oleh Nanny,Mom..dia bilang kalian akan menjemputku, aku menunggu kalian sejak saat itu.Dan akhirnya aku bertemu dengan Kak Justin dan Kak Jess yang menyelamatkanku dari para preman. Sekarang aku tinggal bersama dengan Kak Vano.
"Dokter Justin..Nona Jesslyn..sekali lagi terimakasih banyak atas pertolongan kalian. Kami sangat berhutang budi dengan kalian."kata Nyonya Ella dengan berlinangan air mata.
"Mungkin jika tidak ada kalian, aku tak bisa lagi bertemu dengan puteraku..." lanjutnya.
"Mom..apakah ini adikku...siapa namanya?"tanya Jeje.
"Iya Je..ini Joshua adikmu.Kita bisa memanggilnya Jojo."kata Ella sambil mengelus kepala putera kesayangannya.
__ADS_1
"Dia sangat tampan sepertiku,tapi masih lebib tampan aku...." kata jeje dengan penuh percaya diri.Mereka semua pun tertawa dengan tingkah Jeje.
"Iya..iya..kalian berdua semuanya tampan. Karena muka kalian hampir sama saat bayi."kata Johni.
"Tuan Johnson..Maaf apa bisa bicara sebentar di luar?" pinta Vano.
"Iya baiklah...." Kata Jhoni.
Vano, Justin dan Johni pun memutuskan untuk berbicara di kantin rumah sakit.
"Tuan Johni..maaf sebelumnya..apakah anda tahu dengan klan mafia Red Tiger?dan apa hubungannya dengan putera Anda?"tanya Vano tanpa basa basi.
Johni yang mendengar pertanyaan Vano sedikit terkejut, karena selama ini ia menyembunyikan jati dirinya sebagai pemimpin sah klan tersebut.Seketika raut wajahnya pun berubah.
"Tapi sebelum saya menjelaskan, apa tujuan kalian atas pertanyaan itu.?"tanya Johni.
"Sebelumnya saya adalah ketua dari Gangster The Black Hole. Red Tiger terlibat dengan kasus kaburnya narapidana bernama Felix Gunawan yang merupakan tersangka pembunuhan berencana terhadap paman dan bibi saya. Ia juga sudah memalsukan surat kuasa kepemilikan aset Gunawan Corp. Dan kemarin saat saya menyelidiki kasus tersebut, Jeje meminjam laptop saya dan tanpa sengaja membuka akses rahasia Red Tiger yang hanya bisa dibuka oleh penerusnya yang sah. Asumsi saya, jika Jeje adalah penerus Red Tiger berarti Anda adalah pimpinan Klan itu." kata Vano.
"Saat ini, nyawa Jeje dalam bahaya jika ia bersama kami.Anak buah Red Tiger yang berpihak pada kakak saya berusaha untuk membunuhnya. dan mengambil sidik jari Jeje untuk membuka akses dan menyalahgunakannya untuk kejahatan." jelas johni panjang lebar.
"Tapi walaupun saya menyembunyikan identitas dari kakak dan anak buahnya, saya tidak sepenuhnya lepas dari tanggung jawab sebagai pemimpin yang sah. Saat ini saya sedang menghimpun pasukan yang berada di pihak saya dan beberapa dari mereka, saya utus untuk memata matai kakak saya. Dengan begitu hingga saatnya tiba saya bisa merebut kembali apa yang menjadi tanggung jawab saya.." kata Johni dengan senyum devilnya.
"Jadi Anda tidak terlibat dalam kasus Felix Gunawan?" tanya Justin.
"Saya tidak terlibat dalam kejahatan itu. Bagi saya, orang seperti Felix hanyalah tikus got yang ingin merasakan gemerlapnya dunia."kata Johni.
"Saya akan membantu kalian untuk menghancurkan Felix Gunawan. Sekaligus membersihkan nama Red Tiger yang sudah dikotori oleh orang orang yang menginginkan kekuasaan dengan cara yang salah. Sebagai tanda terimakasih saya kepada kalian yang telah melindungi putera saya." kata Johni.
"Terimakasih banyak Tuan atas bantuannya....,"kata Vano yang ditimpali anggukan oleh Justin.
__ADS_1
"Sama sama..harusnya aku yang berterimakasih." kata Johni.
"Lebih baik kita jangan terlalu formal, anggap saja aku sebagai abang kalian." kata Johni.
"Baiklah Bang kalau itu maumu." kata Vano.
"Apa aku boleh meminta bantuan kepada kalian lagi?" pinta Johni.
" Tentu..apa itu Bang?" tanya Vano.
"Apa kalian tak keberatan, jika sementara waktu Jeje tinggal bersama kalian sampai keadaan kembali aman?" pinta Johni.
"Kami sangat tidak keberatan. Malah kami senang kalau Jeje tinggal bersama saya, saya jadi tidak merasa kesepian dengan adanya Jeje."kata Vano.
"aku titip berika ini pada Jeje, disini ada tabungan untuk pendidikan dan kebutuhannya yang lain. Dan setiap bulannya akan terisi saldo secara otomatis."kata Johni sambil menyerahkan kartu berwarna emas.
"Bang sebenarnya ini tidak perlu, kami sudah menganggap Jeje seperti keluarga kandung kami." kata Vano.
"Maaf tapi aku tidak menerima penolakan kalian...sandinya adalah tanggal ulangtahun Jeje."kata Johni.
Mereka memutuskan untuk kembali ke ruangan tempat ibu Jeje dirawat. Setelah melepas rindu sejenak, Vano dan Jeje kembali ke hotel tempat mereka menginap. Malam nanti mereka harus kembali ke ibukota. Karena esok hari Jeje harus sudah kembali bersekolah dan Vanno pun harus bekerja.
Jess Justin pun ikut undur diri. Mereka tidak kembali ke hotel. Jess dan Justin ingin menghabiskan hari ini untuk pergi ke pantai.
Jess yang memang menyukai motor, menyewa motor trail untuk mereka berdua.Justin awalnya ragu saat Jess menantangnya balapan. Tapi ia juga tak kuasa untuk menolaknya.
"Honey...hati hati ya...." kata Justin khawatir.
"Bukannya kebalik ya By...hehehe.."kata Jess.
__ADS_1
Justin hanya memanyunkan mulutnya saat ia merasa diledek oleh istrinya tersebut.Mereka memacu motor itu dibatas pasir pantai. Justin yang memang tak pandai mengendarai motor laki laki itu, keheranan meliht sanga istri yang begitu lihai.
" Istriku benar benar bukan wanita biasa...." gumam Justin.