
Seminggu telah berlalu, tapi organ vital Jess belum menunjukkan perkembangan. Sejak beberapa hari terakhir, Justin terlihat sangat kacau. Bukan hanya karena kondisi Jess yang tak kunjung ada perubahan tapi juga karena ia belum menemukan dalang dari percobaan pembunuhan Jess.
Flashback on
Sehari setelah kejadian Jess keracunan, Revan melaporkan bahwa ia telah meretas CCTV di VVIP room tempat Jess dirawat sebelumnya. Karena saay kejadian CCTV diruangan itu telah dihapus. Tapi karena kemampuan Revan di bidang IT tidak diragukan lagi, rekaman CCTV yang terhapus itu bisa didapatkan dengan mudah.
Tak butuh waktu lama, oknum perawat yang menyuntikkan racun arsenik pada tubuh Jess ditangkap. Ia pun dibawa ke markas Revan untuk diinterogaai. Tapi sialnya, sebelum interogasi dilakukan perawat itu menyuntikkan racun ke tubuhnya, tak lama kemudian perawat itu kejang kejang dan meninggal dunia.
Flashback off.
"Jess..sampai kapan kamu tertidur seperti ini sayang..?aku sangat merindukanmu.."kata Justin sambil mengenggam tangan pucat milik Jess.
"Apa kamu tahu Jess, teman- temanmu juga sangat merindukanmu. Setiap hari mereka semua kesini untuk melihatmu. apa kamu tidak ingin bertemu dengan mereka...?" Kata Justin dengan air matanya yang terus membasahi pipinya.
"Jess aku hatiku sangat sakit,melihatmu tak berdaya seperti ini. Aku rindu tawamu Jesslyn. Aku rindu berdebat denganmu... Kapan kamu kembali sayang...? Cepat kembalilah...!" kata Justin setengah berteriak karena frustasi. Ia pun kembali menangkupkan wajahnya di pinggir tempat tidur Jess.
Hati Justin sangat sakit melihat tubuh Jess yang tidak berdaya. Hampir sekujur tubuhnya dipenuhi selang dan kabel penunjang kehidupannya. Karena bisa dibilang seluruh organ vital di tubuhnya bergantung pada alat alat itu. Tak ada suara cempreng milik Jess, tak ada omelan Jess yang terkadang mmembuat Justin jengkel, tak ada senyum manis Jess yang membuat Justin bersemangat untuk menjalani hari harinya yang sangat melelahkan.
" Jess siang ini, aku ada jadwal operasi, setelah itu ada rapat direksi yang menetapkanku sebagai calon pemimpin rumah sakit ini. Aku bahkan saat ini tidak merasa pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Karena aku sendiri tak bisa menjagamu, bahkan tidak tahu kalau ada seseorang yang berkhianat di rumah sakit ini." kata Justin. Kemudian datang seorang perawat.
"Dokter, Tuan Revan ingin bertemu anda." Kata perawat itu.
"Hmm..."kata Justin singkat. Iapun menghapus air matanya.kemudian sebelum meninggalkan ruangan itu Justin mengecup lembut dahi Jess.
" Aku pergi dulu Jess...baik baiklah disini.."kata Justin menatap sendu wajah pucat Jess.
__ADS_1
"Suster, tolong jaga baik baik nona Jesslyn. Kalau ada apa apa segera hubungi aku. " Kata Justin.
"Baik..dokter.."
Justin pun beranjak dan segera menemui Revan di ruangannya.
"Tuan muda ada hal yang ingin saya sampaikan."kata Revan
"Teruskan.."
"Tuan..sepertinya percobaan pembunuhan yang di alami Nona Jesslyn berhubungan dengan kecelakaan yang menewaskan Tuan dan Nyonya Gunawan."kata Revan sambil menyerahkan sebuah map coklat.
"Sudah ku duga..sepertinya dalang dari semua kejadian ini menginginkan harta dan kekuasaan keluarga Gunawan." kata Justin.
"Jadi..apakah menurutmu pelakunya tak hanya 1 orang?" tanya Justin.
"Betul tuan...Ini melibatkan beberapa orang.. kemungkinan mereka adalah kerabat dekat Tuan Gunawan, karena mereka dari dulu selalu menginginkan saham perusahaan itu."
"Tapi kita tidak bisa menuduh mereka tanpa bukti." Kata Justin sambil memijat pelipisnya.
"Saya punya rencana Tuan. Mereka yang akan mengungkap perbuatan mereka sendiri."Kata Revan sambil tersenyum misterius.
"Saya akan menggunakan perusahaan Ayah saya untuk mengungkap kejahatan mereka. Saya akan mengajukan kerjasama dengan mereka. Dan mengungkap kelemahan mereka. Saya akan mendekati salah satu putri mereka yang bernama Alexa untuk mencari tahu kelemahan mereka dan kemudian dengan mudah saya akan mengungkap semua kejahatan mereka."Jelas Revan panjang lebar.
"Hmm..idemu bagus juga.Jujur aku saat ini belum bisa berfikir jernih untuk masalah ini. Aku mengandalkanmu teman..." kata Justin sembari menghela nafas.
__ADS_1
"Baik Tuan..Anda bisa mengandalkan saya." Jawab Revan.
"Revan jangan bersikap formal saat ini, aku hanya membutuhkan teman untuk meringankan beban fikiranku Revan.." Kata Justin dengan air mata yang tak busa dibendung lagi.
"Justin..Aku yakin semua nya pasti berlalu, aku yakin Jesslyn adalah wanita yang kuat. Apa kau sudah sarapan?.Aku akan memesankan makanan,kebetulan aku tadi buru buru kesini dan belum sempat sarapan." Kata Revan mengalihkan pembicaraan sementara, agar sahabatnya itu bisa melupakan masalahnya sejenak.
"Aku sedang tak ingin makan saat ini."Kata Justin lesu.
"Jangan begitu, bagaimana kau bisa merawat Jesslyn kalau kau sakit! Jangan seperti anak kecil! Dari dulu jika ada masalah kau selalu saja begitu. Kau itu seorang dokter Just! Jangan sampai kau pingsan saat mengoperasi pasien.Itu akan sangat lucu!" Kata Revan.
Revan menjadi sosok yang sangat cerewet saat menjadi sahabat Justin.Tapi saat ia menjadi asisten pribadi Justin, ia berubah menjadi seorang yang tegas,dingin dan berdedikasi tinggi.
Revan sebenarnya berasal dari keluarga berada. Ayahnya memiliki perusahaan properti yang banyak sekali memenangkan tender. Ia adalah putera tertua dan akan menjadi pewaris perusahaan itu. Awalnya Revan yang tidak tertarik memimpin perusahaan memilih untuk melamar pekerjaan di rumah sakin milik ayah Justin, tapi karena ketegasan dan dedikasinya yang tinggi terhadap perkerjaan, akhirnya Justin memilih Revan menjadi asisten pribadinya. Salah satu alasannya juga karena mereka sudah bersahabat sejak masih berada di luar negeri.
Justin menjadi penurut jika sisi cerewet Revan keluar, karena jika Ia sampai menolak sahabatnya itu, urusan dengan Revan tak akan selesai.Revan akan terus mengomel. Itu yang membuat mereka menjadi sangat dekat, sikap hangat dan cerewet Revan jika bersama Justin bisa mencairkan es batu berjalan itu.
Jika bersama Revan, Justin bisa sedikit melupakan beban masalahnya walaupun hanya sejenak.Justin merasa sangat beruntung memiliki Seorang ayah yang sangat sayang dan perhatian padanya, seorang sahabat yang selalu ada disaat ia membutuhkannya. Dan juga seorang Gadis kecil yang menjadi semangat hidupnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa like comen dan vote nya ya...semoga kalian sukaaaa...
salam author
**AlCha**
__ADS_1