
"Satu...dua...ti..."
Justin terperanjat saat ia merasakan gerakan kecil digenggamannya.
"Jesslyn..?" panggil Justin.
Kelopak Jesslyn terlihat mengerjap ngerjap, dan kemudian ia pun perlahan membuka matanya.
"Jess apa kamu mendengarku? kalau kamu mendengarku tolong kedipkan matamu". Kata Justin. Terlihat Jesslyn mengedipkan matanya perlahan.
Justin segera memanggil para perawat untuk membantu memeriksa Jesslyn.
"Tolong bantu saya untuk melakukan tes GCS(Glasglow Coma Scale)** pada pasien". kata Justin.
"Baik dokter.." kata perawat itu.
" Jess...sekarang kita mulai ya...kalau kamu mengerti tolong kedipkan matamu!" kata Justin sambil menggenggam tangan Jess.
Jess mengedipkan perlahan.
"Bagus..terimakasih..." justin merasa terharu.
"Kita akan melepas selang pernafasanmu ya...saat aku mulai menarik alat bantu nafasmu, tarik lah nafas yang panjang. semangat ya sayang....Aku mencintaimu.."Kata Justin sambil mengecup kening Jess pelan. Sedangkan perawat yang sedari tadi melihat mereka hanya tersenyum dengan sikap Justin.
Justin pun mulai melepas satu persatu alat bantu kehidupan di tubuh Jess dengan perlahan.
"Apakah terasa sakit?"tanya Justin.
Jess pun menggeleng.
"Baiklah...sekarang katakan padaku, kamu ingin apa?" tanya Justin mengetes tingkat kesadaran Jess.
"A..ak..kku....a..aa.iirr..."kata Jess terbata.
"Baik aku akan mengambilkan air untukmu".
Justin segera mengambilkan air minum untuk Jess.
"Apa kamu bisa mengangkat tangan kirimu?" tanya Justin.
Jess berusaha keras untuk mengangkat tangan kirinya tapi tidak bisa. Ia pun menggeleng.
"Ok tidak apa apa , sekarang kita coba yang lain ya.. sekarang coba angkat tangan kananmu".
Jess pun mencpba lagi tapi tetap tidak bisa, hanya jari jarinya saja yang bergerak. Ia sangat ketakutan.
"Apa yang terjadi denganku? kenapa seluruh tubuhku tidak bisa digerakkan?apa aku akan lumpuh??tidaakkk...aku tidak ingin lumpuh..Tuhan..tolong aku..."kata Jess dalam hati.Saat ini dia hanya bisa menangis. Jangankan untuk bergerak untuk berbicara saja ia sudah sangat susah.
"Jjjuu.ss...**..iin.."panggil Jess terbata.Air matanya terus mengalir.
__ADS_1
"Jesslyn..jangan takut...tidak akan terjadi apa apa padamu,..ok..trust me honey...." kata Justin menenangkan Jess sambil memeluknya.
"Aa..kkkk..uuu tttaakkut..."kata Jess sambil gemetaran.
"Jangan takut..kita akan belajar dari awal..kita akan belajar pelan-pelan..oke?" kata Justin.
"aku akan memanggil ahli fisioterapi terbaik untukmu". lanjutnya.
......................
Sementara itu di pantry, Michael sedang memasak makanan favorit Justin, sapi lada hitam dan cap cay. Sejak usia muda, Michael memang sudah terbiasa untuk memasak sendiri. Justin juga waktu kecil tidak akan mau makan jika bukan masakan ayahnya.Jadi sesibuk apapun, Michael selalu menyempatkan diri memasak untuk anak kesayangannya itu.
Saat sedang asyik memasak, ponsel Michael berdering.
"Halo...."kata Michael.
"Ayah cepatlah kesini, Jess sudah sadar". Kata Justin di telepon.
Tanpa menjawab Justin Michael langsung mematikan api dan berlari menuju tempat Jess.Sesampainya disana, Michael langsung berganti dengan pakaian steril dan masuk ke kamar Jess.
"Nak...putriku..Kamu sudah bangun?"kata Michael dengan berkaca kaca.
Ia merasa Tuhan telah menurunkan mukjizatNya pada Jess. Karena dia tahu peluang Jess untuk sadar sangatlah kecil. Tapi karena kemurahan Tuhan, kini Jess sudah membuka matanya. Ia merasa sangat bersyukur, karena doa doanya telah terjawab.
"Nak..katakan pada ayah apa yang sakit?" Kata Michael sambil mengusap pucuk kepala Jess.
"Aa...yy..aahh...aa...kkk..uuu ttii..ddaakk aa..pa app..a" kata Jess terbata bata karena lidahnya masih terasa kaku.
"Iya Nak ayah tahu..jangan banyak bicara dulu kamu harus istirahat..agar kesehatanmu cepat pulih lagi".kata Michael penuh kasih sayang.
"Ayah bisa kita bicara sebentar di luar?"kata Justin pada ayahnya.
"Iya baik lah.."kata Michael.
Mereka pun keluar dari ruangan Jesslyn.
"Ayah sepertinya ada kerusakan syaraf motorik Jesslyn mengalami kerusakan. Ia bahkan kesulitan menggerakkan jari jarinya".
"Son...sebelum kita melakukan CT Scan lengkap kita tidak bisa mendiagnosa kerusakan syaraf. bukankah hal itu wajar dialami pasien pasca koma?" kata Michael sambil tersenyum.
"Aku sangat takut yah...Aku takut Jess tidak bisa memenuhi keinginannya menjadi dokter.."kata Justin penuh kekhawatiran.
"Justin...jangan berkecil hati dulu..ini bukan kejadian pertama di dunia medis kan?Melihat Jess tersadar saja sudah membuat ayah sangat bersyukur.Kau juga paham kan peluang hidup Jess sangat kecil..yang harus kamu lakukan sekarang adalah memulihkan Jess seperti sedia kala" . kata Michael.
"Ayahpun akan bersedia jika menjadi fisioterapis untuk Jess, Yang kamu harus lakukan adalah tetap memberinya semangat, karena untuk saat ini Jess sangat membutuhkan semangat dari kita. Apa kamu bersedia,Son?" lanjut Michael.
"iya Yah..apapun untuk Jess pasti akan aku lakukan." kata justin mantab.
Merekapun kembali ke dalam kamar Jess, terlihat Jess kembali terdidur, karena saat ini kondisinya masih sangat lemah. Ia butuh banyak istirhat untuk memulihkan tenaganya.
__ADS_1
...----------------...
Beberapa hari kemudian kondisi Jess sudah jauh lebih baik, dukungan dan semangat dari Justin dan Michael membuat Psikis Jess pulih, ia tak lagi merasa depresi karena kelumpuhan sementara nya. Ia juga sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa.
Saat ini Jess sudah mulai bisa menggerakkan kedua tangannya. Dengan telaten Michael memberikan terapi untuk memulihkan syaraf Jess yang sempat lumpuh. Justin pun dengan setia selalu mendampingi Jess saat melakukan terapi disela sela kesibukannya sebagai CEO baru. Ia juga sudah dapat berbicara seperti biasa.
"Nak..sekarang kesembuhanmu sudah mencapai hampir 50 %, Jika kamu terus bersemangat, tak lama lagi kamu pasti bisa srmbuh sedia kala... semangat yaa...!"kata Michael sambil mengajak Jess untuk Hi- 5.
"Ayah.. tanganku masih berat..Belum bisa terangkat tinggi!", kata Jess sedikit merajuk. Entah kenapa sifat manja Jess selalu muncul saat bersama michael.Ia merasa menemukan sosok papanya pada diri Michael. Dan Jess tak canggung lagi saat bersama Michael.
"Ayo lah putriku ..Kamu pasti bisa mengangkat tanganmu..kalau kamu sudah bisa Hi-five dengan Ayah, besok ayah akan memasak spesial untukmu!"kata Michael memberikan semangat.
Justin yang melihat ayah dan kekasihnya dari pintu kamar itu, ikut tersenyum, Ia merasa sangat bahagia bisa melihat gadis nya tersenyum lagi seperti sedia kala.
"Apa kalian akan terus mengabaikan aku?" kata Justin dengan ekspresi cemberut.
"Son..kamu sudah selesai meeting dengan klien nya?" Kata Michael.
"Kalau belum selesai kenapa aku bisa disini Yah.."Kata Justin
"Apa kamu sudah makan siang?" tanya Michael.
"Sudah ayah, tadi aku makan diluar bersama klien." jawab Justin.
"Apa ayah sudah makan?"lanjut Justin
"Sudah, tadi ayah makan bersama Jess. Ternyata Jess iti badannya saja yang kecil tapi nafsu makannya sama besarnya denganmu..hahahha..." Kata Michael sembari tertawa.
"Ayaahh...kenapa ayah bilang begitu..aku makan sampai kekenyangan karena ayah yang memaksaku!" kata Jess tak terima.
"Kalau makanmu hanya sedikit kekuatan supermu tak akan kembali. Apa kamu tidak kangen menghajar preman pasar dekat rumahmu?"ledek Michael.
"hah?? ayah tahu kalau aku sering berantem dengan preman?" kata jess terkaget.
"Sisil yang memberitahu ayah.." jawab michael enteng.
"Haaiishhh...dasar ember..!"kata Jess sebal.
Ayah dan anak itu pun tertawa terbahak bahak.
...----------------...
**GCS (Glasglow Coma Scale) adalah sebuah tes untuk menilai tingkat kesadaran seseorang yang baru bangun setelah koma. Biasanya tes GCS ini dilakukan oleh tenaga medis untuk mendeteksi kerusakan syaraf yang terjadi pada pasien atau menilai kemampuan motorik pasien pasca koma. Jadi. GCS itu bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk fisioterapi pada pasien pasca koma.
sesuai janji author ya...karena sore ini author sudah come back home, jadi hari ini, saya up 3 bab sekaligus. semoga kalian ssyuukka..
terimakasih..
salam Author
__ADS_1
**Al Cha**