My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Tulang Rusuk


__ADS_3

Pagi harinya, ketika terbangun Justin merasa keadaannya sudah lebih baik. Ia memandangi wajah Jess yang masib tidur disampingnya.Cantik. hanya itu yang terlintas dalam benak Justin. Ia menaikkan selimut Jess hingga hanya kepala Jess yang nampak.


Tak lama kemudian Alexa dan Vino masuk. Justin segera meletakkan jari telunjuknya di hidung dan mulut agar Vino dan Alexa tak membangunkannya.


"Dasar lagi sakit malah cari kesempatan.. " kata Vino menggoda Justin.


"Adikmu ini semalaman sudah merawatku..kasihan kalau ia terganggu tidurnya.." kata Justin sambil mengelus dahi Jess yang nampaknya masih terlelap.


"Eh..kalian kan harusnya udah dipingit..malah tidur sekamar.."Kata Vino.


Alexa yabg sudah selesai membersihkan badan langsung memeriksa kondisi Justin. Ia mengganti cairan infus yang sudah diambilkan Vino dan menyuntikkan antibiotik ke intravena Justin.


"Infusnya dilepas nanti siang saja ya dok...kayanya dokter masih sering muntah.." kata Alexa.


Tak lama kemdian datanglah Freddy dan Mike bersamaan.


"Ayah dengar kemarin kamu demam dan muntah muntah Son? makanya jangan telat telat terus makannya.Jaga kesehatan tinggal 6 hari lagi lhow..masa pengantinnya pemberkatan pakai infus..." goda Mike.


"Mike ...anak lagi sakit diledekin terus..."kata Karina yang tak tega calon menantunya terus digodan sang ayah.


"Hehe...habis mau nikah malah sakit..." kata Mike.

__ADS_1


Justin yang digoda ayahnya hanya diam karena ia malas bicara karena masih lemas.Justin pun kembali tidur.


"Jess..hari ini kamu pulang kan..? Ingat kalian sebenarnya lagi dipingit loh ini...tapi Papa sama Bunda sengaja Kasih toleransi karena Justin sakitnya pas sama kamu." kata Karina panjang lebar.


"Iya Bun nanti Jess pulang bareng bunda aja.."kata Jess.


Siang hari mereka memutuskan pulang karena Justin sudah lebih sehat. Mike juga sudah tidak khawatir lagi dengan Justin. sehingga ia bisa menemani ayahnya di rumah sakit.


...----------------...


Tak terasa pernikahan Jess dan Justin sudah di depan mata. Persiapan sudah mencapai 95%. Besok adalah hari yang ditunggu tunggu oleh semua orang. Malam ini diadakan pemberkatan calon mempelai dirumah masing masing. Oscar yang sudah diperbolehkan pulang terlihat sangat berbahagia melihat penikahan cucu semata wayangnya. Ia memutuskan untuk terus tinggal di rumah Michael dengan alasan ada yang mengawasi kondisinya.


Acara di rumah Michael dihadiri oleh para kerabat Michael dan serta teman profesinya yang sekeyakinan.Justin terlihat sangat tampan mengenakan setelan jas Hitam tanpa dasi. Tapi sorot matanya sedikit lesu karena kerinduannya pada Jess.


Justin yang tak terlalu dekat kerabatnya, hanya menanggapinya dengan senyum tipis. Ia sejak kecil hanya dekat dengan sang ayah, menjadikan ia sosok introvert yang sulit bergaul.


Suasana berbeda terasa di kediaman Freddy dan Karina, Suasana haru dan bahagia bercampur di rumah itu. Banyak kerabat jauh Jess yang belum mengetahui jika saudara kembar Frans masih hidup. Saat mereka tahu dari Alexa kejadian yang sebenarnya, rasa haru benar benar menyelimuti suasana hati mereka.


"Andai saja kami semua tak termakan oleh hasutan Felix saat itu..kami tidak akan mengucilkan Jesslyn..dan ia tak akan hidup terlantar.." kata salah satu dari mereka sambil berpelukan terharu.


"Tapi aku juga bersyukur Jess akhirnya menemukan orang yang mencintainya dengan tulus.Dan ia mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya." kata kerabat Jess yang lain lagi.

__ADS_1


Tak lama kemudian, acara pemberkatan calon mempelai pun di mulai. Acara berjalan dengan sangat khidmat. Mereka menyerahkan kelancaran pemberkatan pernikahan Jess dan Justin besok pada Sang Pencipta.


Acara tersebut selesai setelah dua jam kemudian dan dilanjutkan dengan acara makan malam.Jess merasa sangat bahagia tapi juga sedih karena ia menikah tanpa kehadiran kedua orang tua kandungnya.


Karina menghampiri Jess yang terlihat menyendiri duduk di bangku pinggir kolam renang belakang rumah.


"Anak Bunda kok malah disini sendirian?gimana dismenore kamu? apa sudah baikan?" tanya Karina. Beberapa hari yang lalu dismenore nya sempat kambuh hingga ia pingsan.Beruntung Alexa memberinya obat pereda nyeri. Jadi Jess tak sampai di rawat di rumah sakit dan membuat Justin khawatir.


"Eh..Bunda..duduk sini bun..Jess lagi pengen menyendiri aja Bun..nggak percaya aja besok Jess sudah jadi seorang istri..tapi Jess juga sedih bun..karena mama dan papa tak bisa melihat Jess menikah." kata Jess yang tak bisa membendung air matanya lagi.


" Jesslyn sayang..papa dan mama mu adalah yang paling bahagia saat ini.Puteri mereka sudah dewasa, dan besok adalah hari dimana puteri mereka menjadi ratu untuk suaminya. Jess..walaupun papa dan mama mu tak bersama kita, tapi percayalah mereka selalu ada di hati kita. Apalagi sekarang Jess tak sendiri lagi. Ada Bunda Karina yang menyayangimu, ada papa Freddy yang selalu ada untukmu, ada dua kakakmu yang rela melakukan apapun untuk membahagiakan adik mereka."


"Bunda hanya berpesan kepadamu, jadilah tulang rusuk yang selalu melindungi hati suamimu. Bukan mengunggulinya seperti kepala maupun menjadi bawahannya seperti kaki, tapi selalu ada bersamanya di setiap keadaan. Karena suami istri itu bukan lagi dua hati tapi sudah menjadi satu, jika yang lain merasakan sakit maka yang satu juga akan merasa sakit, jika yang lain merasa bahagia maka yang satu juga akan bahagia. Jangan kamu mencintai suamimu, karena cinta lama kelamaan akan pupus, tapi kasihilah dia karena kasih tidak akan hilang sampai kapanpun. Jika kalian melandasi sebuah pernikahan dengan kasih maka cinta akan tumbuh di dalamnya dan akan terus bersemi sampai kapanpun.Apa kamu mengerti maksud Bunda Nak..?" kata Karina sambil mengelus rambut Jess dengan penuh kasih sayang.


Jess yang mendengar nasehat Karina hanya bisa mengangguk. Karena saat ini ia tak bisa lagi berkata kata dan membendung air matanya yang telah tertumpah. Karina memeluk Jess dengan kasih sayang. Jess semakin menenggelamkan kepalanya dalam pelukan Karina yang telah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.


Freddy yang melihat dan mendengar percakapan Karina dan Jess lewat Jendela kaca yang menembus kolam renang ikut terharu. Ia juga meneteskan air mata sedih bercampur bahagia.


"Lihat Frans Feli..besok putrimu akan resmi menjadi seorang istri, saat ini aku merasa akulah orang paling bahagia di dunia ini. Ah Frans...andai saja kau masih hidup saat ini kita bertemu sebelum kau dipanggil Tuhan..pasti kita akan bersama sama mengantar putri kita ke altar...hadirlah di pernikahan putri kalian besok. Aku menunggumu..." kata Freddy dalam hati sambil menghapus air di sudut matanya.


Setelah acara doa bersama selesai kini tiba saat nya acara untuk para wanita. Leni, alexa, dan Cicil menginap di rumah Freddy untuk mengadakan bridal shower. Cicil yang sedang berada di Amrik untuk melanjutka S2 nya rela pulang ke Indonesia hanya untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Cicil yang mudah bergaul langsung akrab saat bertemu dengan Leni dan Alexa.

__ADS_1


Sedangkan di rumah Justin tak kalah ramai dengan kehadiran para sahabatnya. Dexter, Louis dan Leon yang sudah lama tak bertemu karena kesibukan masing masing rela menyempatkan diri di acara sahabat lamanya itu. Revan, Vano dan Vino juga ikut meramaikan acara di rumah Justin. Hal itu bisa membuatnya melupakan sejenak kerinduannya pada Jesslyn.


__ADS_2