My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Ketoprak


__ADS_3

Siang itu di sebuah ruangan dosen yang cukup luas, Seoarang gadis cantik dengan kacamata bertengger di matanya sedang sibuk mengerjakan tugas yang terlihat banyak. absen kuliah selama lebih dari seminggu, membuat tugas Jess menumpuk, Ia adalah tipe mahasiswa yang tidak melewatkan satu tugaspun. Cita cita nya menjadi seorang dokter membuatnya semangat untuk belajar. Ia terlihat sangat berkonsentrasi, sambil sesekali menyedot Bubble Tea favorite nya yang ia pesan.Jess tak menyadari bahwa pemilik ruangan sudah masuk hampir 5 menit yang lalu.


"Ehmmm....sibuk pacaran dengan laptop, ya..? sampai sampai calon suami masuk nggak tahu..?"kata Justin, mengagetkan Jess.


"Eh..kakak sudah disini.?sejak kapan?" tanya Jess. Ia pin segera menghampiri Justin.


"Sudah hampir 5 menit..Kamu sibuk banget ya? sampai tidak sadar aku datang". kata Justi sambil menoel hidung mancung Jess.


"hehe...iya Kak...tugasku banyak sekali...maklum lama tidak masuk kuliah..jadi menumpuk.."kata Jess.


" Kamu imut kalau pakai kacamata.."kata Justin.


"Gombal...mataku pedih kalau dihadapan laptop lama lama..jadi aku pakai kacamata untuk menguranginya."jawab Jess.


"Honey..kamu sudah makan..?" tanya Justin.


"Belum kak..tidak sempat tadi.." kata Jess.


"Kebiasaan...kamu itu masih harus rutin minum obat, tidak boleh smpai telat makan..ayo cepat bereskan pekerjaanmu, kita makan diluar."kata Justin sedikit kesal.


" Siapa suruh jadi dosen killer. Mana kasih tugas banyak banget, kalau kelewat satu saja, marahnya kaya bom atom."gerutu Jess sambil membereskan tugasnya.


"Eehhmmm...aku dengar Jess"kata Justin dengan nada datarnya.


"Makanya kakak bantu Jess, jangan cuma marah marah kalau di kelas." kata Jess kesal.


"Kalau jadi seorang dokter memang harus punya disiplin tinggi Jess, kalau terlewat sedikit saja nyawa orang taruhannya. Makanya Kakak tidak mau menjadi tunanganmu saat di kelas Jess,di kelas kita hanyalah seorang dosen dan mahasiswa. Karena kakak mau kamu jadi dokter yang hebat, bukan dokter yang gampang baperan.." kata Justin.


"Iya..iya..kak..ini aku sudah selesai."kata Jess.


"Ayo kita pergi..Jess bagaimana kalau kita makan lalapan bebek goreng, sepertinya kita sudah lama nggak makan itu?" kata Justin.


"Boleh juga...kayanya sekarang lidah kakak jadi lidah Indonesia banget ya..." kata Jess.


"Iya ini semua gara gara tikus kesayangannya kucing.." kata Justin. Jess hanya menyebikkan bibirnya.


Justin pun segera melajukan mobilnya di tempat favorit mereka, tapi sayangnya karena masih siang, warung pinggir jalan yang hanya buka di sore hari itu masih tutup.


"Bagaimana ini Jess..kita mau makan apa?"tanya Justin.


"Hmm..bagaimana kalau kita makan ketoprak saja kak.."kata Jess.

__ADS_1


"Ketoprak?makanan apa itu Jess?" tanya Justin sambil mengernyitkan dahi.


"Sudah ku duga, kakak pasti nggak tahu makanan seperti itu.." ggoda Jess.


"Memang aku tak tahu makanan seperti itu Jess..Kamu kan tahu aku dari kecil sudah di luar negeri. Aku kembalj ke Indonesia juga masih beberapa tahun, itupun aku nggak ada waktu untuk cari makanan yang aneh aneh.." jelaa Justin.


"Kakak aku boleh nyetir mobilnya, karena pasti ribet kalau jadi penunjuk jalannya kakak, aku sudah tahu tempat penjual ketoprak paling enak disini."kata Jess


"Ok..tapi jangan ngebut! Kalau mobilku sampai lecet, biaya perawatannya akan sangat mahal." Kata Justin memperingatkan.


"Iihh..kakak...sebenarnya kakak sayang sama mobil atau sama aku sih.." tanya Jess dengan muka cemberut.


"ya dua duanya lah...tapi kalau kamu lecet dikasih plester sama obat luka langsung sembuh gratis lagi kalau yang merawat dokter Justin yang tampan..nah kalau mobil ini..harus masuk bengkel khusus, terus nggak pulang berhari hari, bayar mahal lagi." kata Justin tersenyum jahil.


"Udah mana kak kunci mobilnya, mau Jess tabrakin ke pohon, biar penyok, sekalian nggak pulang mobilnya." kata Jess kesal.


Justin pun memberikan kunci mobil dan mereka masuk kembali ke dalam mobil. Kali ini Jess yang menyetir mobil milik Justin. Jess menyetir dengan kecepatan sedang.


"Sejak kapan kamu bisa menyetir Jess?" tanya Justin.


"Sejak SMP kelas 2 , tapi baru boleh nyetir mobil waktu Jess kelas 2 SMA, pas 17 tahun." kata jess.


"Berarti kamu sudah punya SIM? " tanya Justin.


"Nanti kalau sudah habis kita akan memperpanjang lagi...Sayang kalah harus ngurus lagi Jess,.." kata Justin


"Iya kak...sekalian SIM B juga kak...hehehe.."kata Jess terkekeh.


"Kamu mau nyupir truk juga..?"kata Justin sembari mengacak rambut Jess. Ia bahagia karena Jess sudah ceria lagi.Sama sebelum ia sakit.


Setelah beberapa kilometer, akhirnya mereka menemukan warung ketoprak langganan Jess yang ternyata tidak jauh dari rumah sakit milik Justin. Lagi lagi mereka menjadi pusat perhatian, karena mobil yang Jess kendarai.


"Kita makan disini Jess?"kata Justin.


"Iya..memang kenapa Kak?"tanya Jess.


"Hmmm..."Justin memikirkan sesuatu.


"Apa karena tempatnya kurang bersih?"tanya Jess.


"Kakak coba dulu makanan ini, kalau bikin kakal sakit perut ya jangan dimakan lagi," lanjut Jess.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, pesanan mereka datang, 2 porsi ketoprak dan 2 gelas es teh.Justin yang awalnya ragu ragu untuk memakan makanan jalanan seperti itu, mencoba 1 sendok, tapi saat makanan itu masuk ke mulutnya, Ia merasakan makanan itu sangat enak, dan tak terasa 1 piring ketoprak habis dilahapnya.


"Bang, 1 porsi lagi ya lebih pedes...?" kata Justin karena merasa masih belum kenyang.


" Kak...nambah lagi?" tanya Jess


"Makanan rekomendasi kamu enak banget honey...kakak suka..."kata Justin mengelus rambut Jess.


Banyak karyawan GMC(Ganendra Medichal Center, author singkat aja ya..soalnya kepanjangan kalu harus ditulis) yang berlangganan di tempat itu. Karena rasa ketopraknya yang sangat enak. Hingga salah satu karyawan GMC yang sedang makan menngenali mereka berdua.


"Eh..itukan Jesslyn, OG yang biasa kerja dilantai 5, dia kok sama dokter Justin ya..."kata Karyawan itu kepada temannya.


"lhoh..kamu nggak tahu, mereka tu udah tunangan, dengar dengar Jesslyn itu sekarang juga lagi kuliah di GMU( Ganendra Medichal University).."jawab temannya.


"Beruntung banget ya...si Jesslyn itu, padahal cuma OG tapi bisa tunangan sama pemilik rumah sakit, dan kuliah di kampusnya lagi...bener bener..pakai rayian apaan dia...?" kata karyawan itu sambil geleng geleng keheranan.


Jess yang mendengar bisik bisik kedua karyawan itu hanya tersenyum sambil terus makan ketopraknya. Berbeda dengan Justin yang masih asyik makan dengan lahapnya.


"Kak...hati hati makannya, Jess nggak minta kok.."kata Jess menggoda.


"Habis enak banget Jess, aku belum pernah makan kaya gini sebelumnya."Jawab Justin sambil terus makan.


Tanpa mereka tahu Michael juga akan memesan makanan di tempat itu, para karyawan yang melihatnya langsung menunduk hormat dan dibalas angggukan oleh Mike.


"Bang, pesan 2 porsi ya..pedesnya kaya biasa, minumnya kopi hitam aja. saya mau makan bareng anak anak saya."kata Michael duduk di samping Justin.


Mereka yang mendengar suara yang sangat mereka kenal langsung menoleh.


"Ayah..." kata Jess dan Justin bersamaan.


"Kenapa?kaget lihat ayah makan disini?"tanya michael sambil terkekeh.


"iya...Jess nggak nyangka ayah sering makan disini juga..." kata Jesslyn sambil melongo.


"hehe..ini tempat favorit ayah..habis ketopraknya enak banget. Nggak nyangka Princess bisa ngajak Tuan Muda Justin ke tempat kaya gini." kata Mike.


"Ayah kan tidak pernah mengajakku kesini..mana aku tahu kalau makanan di tempat ini sangat enak."protes Justin.


" Dulu kamu mana doyan makan di tempat seperti ini Son..."kata Mike mulai menyantap ketopraknya.


"Hahahhaha..." mereka pun makan bersama sambil diseleingi gurauan seperti biasa.

__ADS_1


Sampai tiba tiba..


Brruukk...


__ADS_2