
Justin keluar dari ruangan Jess dengan perasaan yang tidak dia mengerti. Dia menyesal tentang apa yang sudah dikatakannya. Ia pun kembali ke ruang kerjanya dengan perasaan kalut.
"Bisa bisanya aku berkata bodoh tadi...aku sudah membuatnya marah..apa yang harus aku lakukan...Ya Tuhan...mengapa aku jadi begini.." kata Justin sambil mengacak rambutnya kasar.
Baru kali ini Justin bereaksi terhadap tubuh seorang pasien. Padahal sebelumnya dia selalu menjalankan tugas nya sebagai seorang dokter secara profesional, tanpa memperhatikan bentuk tubuh pasien, sekalipun itu pasien wanita yang bertubuh sexy.
"Mengapa aku jadi tidak dapat membedakan mana hal pribadi mana hal kerjaan kalau sudah bersama Jess?"
" Mengapa aku sangat ingin memiliki Jess seutuhnya saat merawatnya? apa yang terjadi dengan keprofesionalanku..? Aaaaaaaarrrggghhhh......!" ucap Justin frustasi.
"Sekarang apa yang harus ku lakukan..aku tak mau kehilangan gadis kecilku lagi..." kata Justin pada dirinya sendiri.
Karena kekalutan Justin, ia sampai tidak menyadari kalau ayahnya berada dalam ruangannya sejak tadi. Ia pun terkejut saat menoleh dan ayahnya sudah duduk di sofa ruangannya sambil menyeringai Jahil.
"Ayaahh...sejak kapan ayah disitu?" tanya Justin.
"Sejak tadi sebelum kamu masuk ruangan ini." Jawab ayahnya santai.
"Kenapa ayah tidak bilang kalau ayah disitu??" tanya Justin masih dengan keterkejutannya.
"Bagaimana ayah mau bicara? kamu dari tadi mengacak acak rambut mu tak jelas sambil marah marah..."kata ayahnya.
"Jadi ayah mendengar semuanya yang aku ucapkan?"tanya Justin kebingungan.
"Ya begitulah Kapten..." jawab ayahnya sambil terkekeh.
"Memang ada apa? kenapa Kamu begitu frustasi?"tanya ayahnya penasaran.
"Aku membuat Jess marah, Yah! " kata Justin sambil mengacak rambutnya di depan Michael.
"Memang apa yang sudah kamu lakukan?" tanya ayahnya penasaran.
Justin pun menceritakan semua yang terjadi pada Ayahnya. Sebenarnya ia merasa malu kalau bercerita soal perempuan pada ayahnya. Tapi saat ini pikirannya sedang kalut. Karena kata- kata Justin telah membuat gadis kecilnya marah besar.
__ADS_1
Michael mendengarkan cerita Justin dengan seksama, tapi lama lama tawanya tidak bisa ditahan lagi.Ia pun tertawa keras karena tingkah lucu anaknya yang seorang dokter tapi masih sangat polos soal wanita. Karena ayahnya tahu Justin belum pernah jatuh cinta kepada wanita kecuali Jesslyn. Ia pun menasehati anaknya layaknya seorang teman dan ayah.
"Justin anakku...sebenarnya memang tindakanmu itu salah..itu sudah melanggar kode etik profesi kita. Kamu bisa diberhentikan menjadi seorang dokter dan bisa dituntut keluarga pasien kalau bertindak seperti itu. Mungkin karena kamu merasa sudah memiliki Jess kamu berkata seperti itu. Tapi ingatlah Nak..kamu belum mendapatkan Jess sepenuhnya, sebelum kamu menikahinya."
"Bukankah kamu berjanji akan menjaga Jess saat kalian telah bertemu lagi? Maka tepati lah..Minta maaf lah kepadanya, dan jangan ulangi perkataan dan perbuatanmu yang seperti tadi pada Jess.Karena Jess itu adalah gadis baik baik, dia tidak akan segampangan itu kepada sembarang pria. Ayah yakin, putera ayah bukanlah seorang lelaki yang pengecut."
"Pergilah..Minta maaf dan akuilah kesalahanmu pada Jesslyn..Ayah yakin dia akan memaafkanmu." kata ayahnya dengan senyum menentramkan.
"Terimakasih ayah..kau memang yang terbaik untuk Justin.."kata Justin penuh keyakinan.
"Nak..sebenarnya ayah tadi ingin menemuimu karena satu hal." kata Michael serius.
"Apa itu Ayah?"tanya Jess.
"Ayah sudah terlalu lelah untuk mengurus rumah sakit ini sendirian, lagipula kamu juga sudah bisa diandalkan untuk mengelola rumah sakit saat ayah tidak ada. Ayah rasa ini sudah saat nya ayah menyerahkan rumah sakit yang sudah ayah bangun ini kepadamu."
Justin tertegun atas ucapan ayahnya.
"Ayah masih akan tetap mendukungmu dari belakang Justin..hanya saja ayah ingin menghabiskan masa tua ayah dengan tenang. Ayah merasa kalau kamu sudah pantas untuk memimpin rumah sakit ini. Tolong pertimbangkan permintaan kecil ayahmu ini Nak.."
Ayah nya pun tiba tiba mengeluarkan dua toples cookies coklat kesukaan Justin yang dibuatnya tadi pagi.
"Ayah harap kamu mempertimbangkan keputusan ayah, Nak.." kata Michael sambil menyodorkan toples cookies itu pada puteranya.
"Yang benar saja ayah menyogokku dengan 2 toples kue kering agar aku mau memimpin perusahaan. Aku bukan anak kecil lagi ayah." kata Justin kepada ayahnya.
"Untukmu satu toples saja Justin. Itu satu lagi untuk Jesslyn. semoga saja dia suka kue buatan ayah...Nanti berikan padanya saat kamu meminta maaf. Sekali lagi tolong pikirkan permintaan ayahmu yang sudah tua ini Justin.."Katanya begitu memelas.
"Baik ayah..akan ku pikirkan lagi." jawab Justin singkat.
"Ayah harap monggu depan , sudah ada kabar baik darimu Nak.."Kata michael.
"apa?! seminggu? apa ayah sedang bercanda?"kata Justin kaget.
__ADS_1
"Apa kamu mau ayah buat kan makanan kesukaan kamu untuk makan malam nanti?"tanya Michael.
"Ayah aku serius..Ini bukan masalah sepele ayah. Jangan bercanda terus!"kata Justin kesal.
"Ayah sangat serius Nak.. Kamu sudah hampir 3 tahun belajar mengelola rumah sakit ini. Sudah saatnya ayah menjadi orang yang mendukungmu di balik layar. Dan sekarang giliran kamu yang maju."
kata Michael serius.
"Jika itu memang mau ayah..baiklah Justin akan memulainya perlahan."kata Justin.
"Terimakasih Son...ayah bangga memilikkimu." kata Michael sambil menepuk bahu putera semata wayangnya.
"Ngomong ngomong bagaimana ya Yah caranya agar Jesslyn mengingatku?" tanya Justin yang mulai merasakan kegalauannya kembali.
"Sebentar sepertinya ayah punya foto kalian waktu kecil.." Kata Michael sambil mengeluarkan sebuah foto dari dalam dompetnya. Lalu memberikan foto itu kepada Justin.
"Foto ini...kan saat terakhir kali aku bertemu dengannya yah..bahkan Dia terlihat sangat menggemaskan. Aku ingat ayah bagaimana Jesslyn menangis keras saat aku berpamitan padanya. Padahal waktu itu dia masih sangat kecil". Kata Justin.
Ia terus memandangai foto seorang anak laki laki berumur 7 tahun sedang memeluk seorang anak perempuan berusia sekita satu tahun yang berwajah menggemaskan dengan pipi chubby nya.
"Segeralah datang padanya Justin, minta maaflah dan tunjukkan foto ini pada Jesslyn. Karena hanya dengan foto inilah ia bisa mengenalimu. Simpanlah foto ini Justin." kata Micael.
"Iya ayah...aku akan mencoba meminta maaf padanya.."kata Justin tersenyum sambil memandang foto dirinya dan Jess.
...----------------...
sekali ini murni 100% halunya author ya gaaeess....jadi kalau ada yang kurang berkenan maupun kesamaan nama, latar, kejadian, atau apapun yang sama di dunia nyata, itu merupakan murni ketidak sengajaan.
author sangat mengharapkan like, comment, vote sebagai penyemangat author dalam berkarya..
salam author
**Al Cha**
__ADS_1