My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Tragedi Honeymoon


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama lebih dari 17 jam,sampailah Jess dan Justin di kota yang terkenal dengan fashionnya. Di bandara Charles de Gaulle mereka telah dijemput oleh sopir pribadi sekaligus salah satu bodyguard Oscar. Ia membawa sebuah papan kertas bertuliskan "Jesslyn Justin INA".Jess dan Justin langsung menghampiri orang tersebut.


"Maaf..apa Anda berduan Tuan Justin dan Nyonya Jessly dari Indonesia?" kata sopir yang bernama Pak Hasan Itu.


"Iya Pak..kami tadi melihat tulisan yang bapak bawa, jadi kami langsung menghampiri Bapak..." kata Justin.


" Kalau begitu silahkan Anda berdua ikut saya. Tuan Oscar sudah menyiapkan kamar hotel untuk Anda.." kata Pak Hasan.


"Bukankah kakek bilang sudah menyiapkan villa untuk kamo?" kata Justi , karena ia merasa sedikitvtak percaya.


"Maaf Tuan muda, villa milik Tuan besar masih dalam tahap renovasi saat ini. walaupun hanya di area samping villa, akan tetap mengganggu ketenangan anda berdua Tuan...." kata Pak Hasan. Ia pun segera menghubungi Oscar untuk memberitahukan bahwa cucu cucunya sudah sampai.


Setelah mendengar perintah dari Kakek Oscar mereka langsung menuju tempat mereka menginap yaitu Shangri La Paris Hotel yang terletak di seberang sungei Seine dan menghadap langsung ke Eiffel Tower.


Justin sudah beberapa kali menginap di hotel ini, saat ada seminar kedokteran di negara ini. Tapi kali ini suasananya sungguh berbeda. Jika biasanya Ia pergi bersama dengan koleganya untuk urusan pekerjaan, kali ini ia pergi bersama dengan orang yang sangat di cintainya. Justin beberapa kali menciumi pucuk kepala istrinya yang tertidur karena kelelahan.


Setelah 30 menit perjalanan, sampailah mereka di hotel tujuan. Justin menepus halus pipis Jess agar terbangun.


"Honey..bangunlah..sudah sampai..." kata Justin. bukannya terbangun Jess malah semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Justin.


Justin pun segera menggendong Jess dengan gaya Bridal Style. Sedang Pak Hasan mengurus Check in Hotel di bagian resepsionis.


Tak lama kemudian Jess yang merasa posisi tidur berubah segera membuka matanya.


" Astaga..Hubby...kenapa menggendongku?" kata Jess sambil mengerjab ngerjabkan matabdan melihat ke sekelilingnya.


"Kamu kalau tidur kaya kebo Honey jadi aku gendong kamu...seneng ya digendongin terus sama suami..."Goda Justin.


"Ya seneng lah..kan suami sendiri....memang mau kalau aku di gendong suami tetangga?" kata Jess yang seketika membuat Justin mengerucutkan bibir.


" Becanda Hubby....sensi banget..turun by...." kata Jess.Justin pun segera menurunkan Jess dari gendongannya.


Saat Pak Hasan selesai menguruus Check in, mereka langsung menuju Presidential Suite Room yang sudah direservasi oleh kakek Oscar.


"Tuan Muda..Nyonya Muda..silahkan ini kunci hotel kalian, jika kalian memmbutuhkan sesuatu Anda bisa menghubungi saya.."Kata Pak Hasan.


" Terimakasih Pak..." kata Justin.

__ADS_1


"saya permisi dulu...selamat beristirahat.."kata Pak Hasan sambil tersenyum penuh arti.


Jess dan Justin segera masuk ke kamar mereka. Jess terlihat sangat takjub saat melihat pemandangan dari jendela kamar hotel tersebut.


"Do you like it Honey...?"tanya Justin. sambil memeluk Jess dark belakang.


"I love it...thank you Hubby" jawab Jess. Ia langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang Justkn dibelakangnya.


"Jangan berterimakasih padaku Honey..kita harus berterimakasih pada kakek,karena kakek yang menyiapkan semua ini untuk kita..." kata Justin sambil terus mengecupi tengkuk leher Jesslyn.


Jess yang merasa kegelian, terus bergerak dan membuat junior Justin menegang.


" Jess jangan bergerak terus....aku tak bisa menahannya kalau kamu gerak terus.."kata Justin dengan suara yang sudah memberat.


Jess yang sadar suara suaminya berubah, langsung mendorong lembut Justin menuju kasur di hotel itu. Dan mulai ******* bibir Justin. Justin awalnya sedikit kaget dengan tingkah Jess. Tapi karena ia juga sudah menginginkannya, Justin langsung membalas ciuman Jess.Tangannya pun mulai bergerilya. Tapi dengan sigap Jess menahan Justin. Karena saat ini ia yang ingin memimpin pergulatan mereka.


Kali ini Jess yang mendominasi permainan jebol gawang adu lemas tersebut.Mereka bermain hingga beberapa ronde yang berakhir dengan Jess yang menyerah dengan kemenangan Justin.


Mereka baru berhenti saat mereka berdua benar benar kehabisan tenaga. Dan jess langsung tertidur dalam keadaan polos di bawah selimut.


"Honey...hari ini kamu buat aku takjub..." kata Justin sambil menangkup pipi Jess yang tidur di sampingnya. Ia menaikkan selimut hingga hanya kepala mereka berdua yang terlihat.


Jess terbangun lebih dulu saat jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Ia merasaka sakit di sekujur tubuhnya karena pertempuran mereka sejak pagi hingga siang.


"Awhh....bahkan kemarin saja tidak sesakit ini.." kata Jess sambil berusaha bangun untuk ke kamar mandi.


Ia berdiri dan mulai berjalan ke kamar mandi. Tapi saat ia mulai melangkah..


Brruukkk....


"Aaaauuuuuhhhhh.....sakkiiiitttt" teriak Jess. Ia terjatuh dengan kaki tertekuk saat ke kamar mandi sehingga menyebabkan salah satu kakinya terkilir.


Justin yang masih tidur, sontak langsung bangun saat mendengar Jess berteriak. Dan membantunya berdiri. Tapi Jess terlihat sangat kesakitan.


"Honey...kenapa bisa sampai jatuh sih...?" tanya Justin.


"Kakiku sepertinya terkilir hubby..." kata Jess.

__ADS_1


Justib langsung memeriksa kaki Jess, dan memang sedikit merah disana. Ia melakukan pijatan pijatan kecil untuk menenangkan syaraf dan otot kakinya.


"Tahan ya Honey..mungkin ini akan terasa sedikit sakit..tapi setelah itu, kamu akan langsung baikan" Kata Justin. Belum sempat Jess menjawab, Justin langsung menarik kaki Jess.


Kreek.


"aaaaaaarrrrgghhhh.,"teriak Jess saat Justin menarik kakinya yang terkilir.


"Sakit...kenapa kamu tega sekali Hubby..."racau Jess kesal.


"kalau tidak ditarik, kakimu tidak akan sembuh dan malah bengkak.."Kata Justin sambil mengoleskan salep agar sakitnya sedikit reda.


"Lagipula kenapa bangun sendiri, harusnya kamu bangunkan aku..untuk bantu kamu ke kamar mandi.." Lanjut Justin.


"Mana ku tahu kalau hasilnya akan sakit seperti ini... kamu sih nyerangnya dengan kekuatan penuh." Kata Jess yang tak mau kalah.


"Kan kamu sendiri yang mulai jadi aku meneruskannya Honey..." kata Justin sambil mengecup kening Jess.


" Apa sudah enakan?Coba gerakkan kakimu pelan" lanjut Justin. Jess menggerakkan kakinya dan ia tidak merasa sakit lagi.


" Sudah tak sakit lagi Hubby...Astaga!" pekik Jess saat ia menyadari mereka berdua hanya polosan saja.


"Kenapa Honey..." tanya Justin menggoda.


"Kita tidak...."


Justin langsung menyambar bibir Jess dan *******nya. Mereka pun menyatukan bibir mereka dalam waktu yang lumayan lama.


" Hubby..lapar...." kata Jess ia menghentikan ciumannya karena perutnya sudah berbunyi.


"Kita mandi lalu habis itu makan di kamar saja." Kata Justin


" Aku mandi sendiri saja By....tubuhku sudah sangat remuk.." kata Jess yang berjalan ke kamar mandi sendiri dengan langkah terseret.


"Hati hati Honey....pelan pelan saja..tenang saja aku tak akan memakanmu..setidaknya untuk saat ini....hehehe" kata Justin terkekeh.


Jess masuk kamar mandi dengan mulut manyunnya. Mereka bergantian mandi dan akan makan di luar sambil menikmati pemandangan kota Paris di malam hari.

__ADS_1


Tapi ketika Jess membuka kopernya Ia begitu terkejut.


" Oh my God...What is this?"


__ADS_2