
Pagi hari di kediaman Freddy.
Jess sedang di rias oleh MUA terbaik di negeri ini yang tak lain dan tak bukan adalah Bobby,sahabatnya di masa SMP yang mempunyai tingkah lumayan absurb bin ajaib. Saat masuk ke kamar hotel saja dia sudah sangat heboh.
Flashback
Bobby atau dia lebih senang di panggil Baby sudah datang ke hotel tempat Jess menginap sejak jam 3 pagi. Ia datang dengan 2 orang asistennya Ika dan Ayu. Bukan Baby kalau tidak membuat heboh.
" Helloow...princess...tambah cantik aja ye niy pere..." kata baby sambil mencium pipi Jess kanan dan kiri.
"Ihh..Baby juga tambah tampan aja ..." kata Jess menggoda Baby.
"Ini pere...udah eike bilang ye..eike tuh madamme paling cantik, seksi, bahenol seantartika..eh malah dibilang tampan...gimana sih yei.." kata baby dengan genitnya.
" Iya iya...cantik, seksi ,bahenol sekutub selatan..gitu aja marah..elu dandanin Jess deh..yang cantik biar suami Jess ntar klepek klepek." kata Jess.
Karina dan para wanita yang ada di kamar itu tertawa melihat tingkah bobby yang aneh bin ajaib.
"Enak aja yei bilang eike cantik seksi bahenol sekutub selatan..emang eike beruang kutub apa.." kata Baby sambil memonyongkan bibirnya.
" Lah kan situ yang bilang...seantartika..kan antar tika sama kutub sama aja.." elak Jess sambil tertawa.
"Iye...eike ngaku kalah deh..emang gak pernah menang deh nglawan emak emak kaya yei.." jawab Baby kesal.
Flashback off.
Setelah 2 jam, Baby sudah selesai merias Jess. Ia tampak sangat cantik dengan balutan gaun putih menjuntai dengan V- Neck lengan panjang dan punggung sedikit terbuka, sehingga menampilkan punggung putih mulus milik Jess. Rambut jes disanggul sederhana dengan sebuah mahkota kecil yang bertahtakan berlian yang dipesan khusus oleh Freddy dan Kirana dari seorang desainer terkenal dari Paris. Serta tak ketinggalan veil yang terpasang menambah anggun penampilan Jess.
Baby memang tak memakaikan make up berlebihan pada Jess karena kecantikan Jess yang natural malah memancarkan aura pengantinnya.
"Putri Bunda memang benar benar cantik...." kata Karina yang terus memandangi Jess yang telah selesai si make up. Ia berusaha agar air matanya tidak tumpah dihadapan Jess. Ia tak mau putrinya ikut menangis.
"Bunda juga sangat cantik..Bun..jangan nangis..kalau bunda nangis..Jess juga ikut nangis Bun..." kata Jess yang airmatanya lolos lagi.Mereka pu berpelukan.
Freddy yang baru saja masuk kamar,terpana dengan penampilan putrinya.
"Apa ini benar benar Princess Papa?" kata Freddy ikut berkaca kaca.
"Kamu cantik sekali Nak....Papa sangat bahagia saat ini.." mereka bertiga pun berpelukan sambil bertangis tangisan. Hingga membuat semua orang yang ada di ruangan itu ikut menetes kan air mata.
Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu di tempat itu. Ada rasa berat untuk melepaskan tapi rasa ikhlas juga lebih besar melepaskan seorang anak untuk memulai hidupnya yang baru. Walaupun bukan puteri kandungnya, tapi kehadiran Jess membuat kehidupan Freddy dan Karina menjadi lengkap karena hadirnya seorang anak perempuan yang sejak lama mereka inginkan.
Kediaman Michael Ganendra.
__ADS_1
Justin sudah terlihat sangat tampan dengan setelan jas tuxedo berwarna hitam dengan hiasan bunga di sakunya.Rambut Justin yang diwarnai coklat tua, untuk hari ini ia mengubahnya menjadi warna hitam dan disisir lebih rapi. Hanya saja tubuh Justin sedikit kurus karena baru sembuh dari sakitnya beberapa hari ini.
"Oh my God..aku benar benar pengantin paling tampan hari ini" kata Justin pada dirinya sambil memasang jam tangan Rolex terbarunya.
"Apa kamu belum selesai bersiap Son..?" tanya Mike.
"Aku sudah selesai Yah..tinggal menyempurnakannya saja." kata Justin sambil menyemprotkan parfum Caron'S Poivre kesayangannya.
"Kamu tampan sekali Son..Ayah tak percaya bayi kecil yang selalu ayah bawa kemana mana hari ini akan menikah...rasanya baru kemarin ayah menemani Bundamu melahirkan baru kemarin pula ayah membawamu saat upacara pemakamannya. Bahkan Bundamu belum sempat menggendongmu.Ayah percaya Bundamu akan menjadi orang yang paling bangga bila berhadapan denganmu."
"Nak..jadilah suami yang baik untuk istrimu. Jangan menganggap istri seorang pelayan untuk suami. Tapi jadikanlah ia teman seumur hidupmu, karena seorang teman tak akan pernah meninggalkanmu. Kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri. jangan biarkan ia terluka karena kamu juga akan merasa sakit.Ingatlah Son..CINTA ADALAH DAGING DAN KASIH ADALAH ROHNYA."kata Michael yang saat itu sudah tak lagi bisa membendung air matanya. Mereka berdua berpelukan sangat lama dalam tangisan masing masing. Hingga panggilan dari Revan menyadarkan keduanya.
"Om..Justin...sudah waktunya kita berangkat ke Katedral. Pemberkatannya dilakukan 1 jam lagi." kata Revan.
Mereka berdua segera menghpus air matanya masing masing dan keluar kamar. Justin terus menggandeng ayahnya untuk mengurangi kegugupannya, sama seperti saat ia akan tampil paduan suara saat masih kecil dulu.
Mereka bersama kerabat berangkat menuju katedral, Oscar yang masih harus duduk di kursi rodanya juga ikut mengantar Justin ke gereja. Ia juga terlihat beberapa kali menghapus sudut matanya.
Di tempat lain Jess dan keluarga serta kerabatnya juga bersiap siap berangkat menuju katedral tempat mereka mengikat Janji suci satu sama lain.
Sesampai di sana, Jess yang turun dari mobil langsung disambut uluran tangan oleh Justin yang lebih dulu sampai di gereja. Tatapan mata Justin seakan tak pernahnl lepas dari calon mempelainya yang saat ini sudah berada di hadapannya.
"Kamu sangat cantik Honey.." Kata Justin yang terus memandangi calon mempelainya.
"Kakak juga sangat tampan.." kata jess yang juga memandangi Justin.
Setelah kotbah singkat pastor tibalah mereka meminta restu kepada orang tua mempelai. Suasana sungkem keduanya diiringi isak tangus haru bercampur bahagia dari semua orang yang ada disitu. Bahkan Michael dan Justin tak dapat lagi menahan tangis harunya. Ia melupakan sejenak julukan CEO dan dokter es batu nya.
Hingga tiba saatnya ikrar janji suci sehidup semati mereka ucapkan.Jess dan Justin saling berhadapan dan saling menautkan tangan. Justinpun mengucapkan Janji sucinya.
"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya Fransiscus Justin Stefens Ganendra dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu Scholastica Jesslyn Kimberly Gunawan menjadi isteri saya.
Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang,
suka dan duka, sehat dan sakit,
dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.
Saya akan selalu mengasihi dan menghormatimu sepanjang hidup saya."
Kini giliran Jess yang mengucapkan janji setianya.
Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya Scholastika Jesslyn Kimberly Gunawan dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu Fransiscus Justin Stefens Ganendra menjadi suami saya.
__ADS_1
Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang,
suka dan duka, sehat dan sakit,
dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.
Saya akan selalu mengasihi dan menghormatimu sepanjang hidup saya." Jesslyn mengatakannya dengan air mata bahagia yang tertahan.
Mereka pun saling memasangkan cincin pernikahan mereka di jari kanan pasangannya.
"Terimalah cincin ini sebagai lambang kasih cintaku padamu." kata Justin kepada Jess, Jess pun mengucap kata yang sama pada Justin.
Mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena apa yang dipersatukan Tuhan tidak dapat diceraikan manusia.
Justin pun mencium kening Jess dengan penuh kasih sayang. Kini mereka berdua telah resmi menjadi suami istri. Jess menangis haru.
Tiada kata dapat terucap
Tuk mengungkapkan bahagia
Saat kau ucapkan janji setia
Di depan altar suci hari ini
Bahagia akupun tak terkira
Saat kau balas janjiku
Tuk setia dalam kasih dan cinta berdua
Saat ini, selamanya
Terpujilah Kau Tuhan
Dalam kasihmu yang terindah
Engkau satukan kami berdua
Di dalam kasih cinta
Semoga Engkau bimbing kami
Tuk mengarungi kehidupan
__ADS_1
Biar namaMu kami puji dan kami sembah
Tuhan terimalah janji setia kami...