
Jess yang merasa sangat lelah langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa hotel itu. Ia masih menggunakan gaun pengantin dan riasannya pun masih utuh. Justin yang melihatnya hanya menggeleng.
" Bersih bersih dulu Honey....." kata Justin yang ikut duduk di samping Jess.
"Capek..Hubby.." keluh Jess. Ia tak menghiraukan kata Justin.
Tanpa ba bi bu..Justin yang sudah merasa gemas langsung mendudukkan Jess di meja rias kamar hotel itu dan menghadapkannya ke arah cermin.
"Hubby....kamu ngapain...?" kata Jess yang kesal karena Justin mengganggu istirahatnya.
"Sebentar..aku mau lepas dulu aksesoris yang ada dikepalamu. Memang tidak berat..?aku saja yang melihatnya sudah pusing." kata Justin yang mulai melepas tiara di kepala Jess dan meletakkannya di kotak perhiasan. Lalu melepas jepit jepit kecil berwarna hitam untuk melepas sanggul Jess. Jess yang diperlakukan Justin seperti itu hanya pasrah. karena suaminya tak akan menerima penolakan dari Jess.
"Hubby..ngantuk..." kata Jess manja.
"Sebentar lagi Honey...." Kata Justin. Lalu ia mengecup tengkuk Jesslyn. Jesslyn merasakan sensasi seperti tersengat sesuatu yang membuatnya merinding sekujur tubuhnya.
"Hubby..mmhh..." kata Jess.Justin tak menghentikan aksinya sampai di situ. Ia mulai membuka resleting belakang gaun Jess.
Tampaklah punggung putih mulus Jess. Justin berusaha menelan salivanya saat melihat punggung mulus itu. Ia langsung menyusuri punggung itu dengan bibirnya. Yang membuat Jess menggeliat kegelian, tapi juga merasa sensasi yang tak biasa(otor bingung jelasinnya🤭🤭).
" Hubby....geli tahu.." erang Jess dengan manja yang membuat Justin semakin bersemangat.
"Diam lah Honey...menurut saja...."kata Justin yang suaranya memberat.
Justin yang sudah merasakan sesuatu mengeras langsung mengangkat Jess ke kamar mandi.
"Aaakkhhhh....Hubby aku takut.." kata Jess saat Justin mengangkatnya dan membawa Jess ke kamar mandi dan meletakkannya perlahan di bathup.
"Jesslyn...I want you..." kata Justin dengan suara beratnya.
"Let's do that Hubby...." kata Jess sambil memejamkan mata.
Justin menyalakan keran air untuk mengisi bathup dengan air hangat. Justin mengecup lembut bibir Jess dan melanjutkan dengan ******nya. Jess terus memejamkan matanya sambil membalas ciuman Justin.
Justin yang sudah tak tahan langsung membawa Jess ke ranjang dan mengeriingkan tubuh istrinya sambil terus bermain.
__ADS_1
"Honey..apa kamu sudah siap...?" kata Justin sambil menatap Jess.
"Lakukan my surgeon...aku menginginkannya.." Kata Jess.
"Ingatlah..aku tak akan menghentikan apa yang sudah ku mulai..ini akan sedikit sakit, tapi kamu harus menahannya Honey..aku akan melakukannya sekarang." kata Justin.
Justin mulai menghunuskan samurainya ke dalam sarung yang telah lama diinginkannya.
"Aaakkhhhh...hubby.."jerit Jess. Ia merasakan nyeri dan perih dibawahnya. Air matanya menetes. ia mencengkram kuat bahu Justin.
"Maafkan aku Honey..tapi aku tak menyesali nya...aku akan melakukannya dengan pelan. Menangislah jika itu bisa mengurangi rasa sakitnya." kata Justin sambil terus mengecupi wajah Jess menyesap bibir ranum itu untuk mengalihkan rasa sakit Jess.
Awalnya Justin melakukan dengan pelan tapi saat Jess sudah terbiasa ia melakukannya dengan cepat hingga mereka seakan meledakkan bom atom yang sekian lama telah tertahan.
Entah berapa kali sepasang pengantin itu melakukannya hingga mereka sama sama kelelahan.
"Cepatlah hadir disini.." kata Justin sambil mengelus perut istrinya yang sudah tertidur.
"Haaaaa....akhirnya jenotku berhasil membobol gawang pertahanan lawan.." Gumam Justin sambil senyum senyum sendiri.Akhirnya Justin tertidur dengan memeluk istrinya.
Justin yang merasa tidurnya terusik membuka matanya perlahan.
"Pagi My hubby.." kata Jess yang masih menangkupkan satu tangannya dipipi Justin .
"Pagi juga My Wife...."kata Justin sambil tersenyum.Justin mengecup bibir Jess.
"Kita mandi?" tanya Jess
" Kamu mau mandi bareng Honey?" tanya Justin berbinar.Jesspun mengangguk.
Justin langsung membopong tubuh Jess dan terjadilah mandi plus plus yang bisa dibayangkan sendiri.
Setelah selesai mandi plus plus selama 1 jam lebih, mereka pun segera turun untuk sarapan. Karena Michael telah menghubungi mereka untuk sarapan bersama sebelum meninggalkan hotel.
Saat mereka menuju restoran hotel, Michael,Freddy dan Karina telah menunggu mereka.
__ADS_1
"Hadeeehh..sepertinya kita akan cepat punya cucu..lihatlah pagi pagi sudah basah basahan tuh rambut." goda Michael.
"Wah sepertinya juga begitu...apalagi Princess papa,muka nya makin cerah aja.." kata Freddy yang ikut menggoda mereka.
"Michael..Papa..apa apa an sih jangan di goda terus kasian..udah kaya tomat semua tuh mukanya..." kata Karina yang seakan membela Justin dan Jess tapi juga ikut menggoda.
Karina bersyukur karena Jess dan Justin menikah dengan didasari cinta terlebih dulu. Ia menerawang teringat masa lalunya yang kelam. Karena Ia dan Freddy menikah karena sebuah kecelakaan. Saat itu Freddy baru saja menyelesaikan S1 nya dan baru saja melanjutkan S2 di New York. Sedangkan Karina adalah seorang Mahasiswi semester 2 disalah satu universitas di sana. Ia juga bekerja parttime di sebuah kafe karena ia tak ingin terlalu membebani keluarganya dan juga ingin menambah pengalaman.
Saat itu Freddy sedang menghadiri pesta ulang tahun temannya. Salah satu teman Freddy memasukkan serbuk kedalam minuman Freddy yang menyebabkan ia kehilangan kendali.Karena saat itu hanya Karina yang ada di dekatnya ia pun melampiaskan kebutuhannya kepada Karina hingga ia hamil dan melahirkan Vano dan Vino.
Karina memutuskan untuk bersembunyi dari Freddy yang terus mencarinya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tapi jodoh memang tak kemana. Freddy menemukan Karina saat si kembar sudah berumur 1 tahun.Dan akhirnya merekapun menikah.
Karina tersadar saat Freddy menepuk bahunya.
" Bunda nglamunin apa sih...?" tanya Freddy.
"Eh..papa..nggak kok Pa..Bunda hanya merasa sangat bahagia hari ini...lega melihat Princess Bunda sudah bahagia sekarang.. kemarin rasanya begitu menyakitkan saat melihat Jess hanya diam.." kata Karina.
"Bunda hanya berpesan pada Justin, jaga Jesslynku baik baik..saat bersamamu hanya kamulah yang dimilikinya.." lanjutnya.
" Iya Bun..Justin pasti akan terus menjaga Jess sampai akhir hayat Justin.
Jess langsung menghampiri Karina dan memeluknya. Mereka berdua bertangisan.
"Loh..Eh..kok malah nangis...kita kan akan buat Cucu Fred.." kata Michael sambil menyikut lengan Freddy.
"Oh iya..kakek Oscar memberi hadiah pada kalian..iya kan Mike.." langsung dijawab oleh anggukan oleh Mike.
"Hari ini kalian akan terbang ke Paris untuk berbulan madu selama dua minggu. Ini adalah hadiah dari kakek Oscar. Dan kalian akan menempati Villa pribadi milik kakek Oscar disana. Sebaiknya kalian cepat berangkat. Karena penerbangannya kurang 2 jam lagi."
"Hah..sekarang?kan kita belum siap siap baju dan segala macam Yah.. Lalu paspor dan lain lain?" kata Justin yang terkejut. Jess pun ikut mengangguk.
"Tenang semuanya sudah diurus bahkan baju baju kalian sudah ada di sana.Jadi kalian tinggal berangkat saja" jawab Freddy.
"Cepatlah nanti terlambat.." kata Michael ikut menimpali.
__ADS_1
Dua sejoli itu langsung kembali ke kamar untuk bersiap siap ke Paris.