My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Sampai di rumah


__ADS_3

Sesampai dirumah Michael dan Oscar sudah menyambut mereka di depan rumah.


"My Princess...Ayah kangen banget sama kamu Nak.." kata michael yang langsung memeluk Jess.


"Ehm....siapa sih anak ayah...?"kata Justin kesal. Ia langsung maraih punggung tangan Michael dan menciumnya. Begitupun terhadap Oscar.


"Kakek disini juga? bagaimana kesehatan kakek? Apa ada keluhan?" tanya Justin khawatir.


"Cucuku yang paling tampan...kakekmu ini sudah sangat sehat,dok...dan siap untuk menggendong cicit..." kata Oscar sambil mengerlingkan matanya sebelah.


Jess yang mendengar tampak merona.


"Princess sayang kemarilah..Bagaimana pabriknya apa beroperasi dengan lancar?" tanya Oscar.


Jess hanya melongo saat Oscar bertanya karena ia tak mengerti apa yang dimaksud kakek mertuanya itu. Tapi setelah Justin membisikinya, mata Jess langsung melotot. Dan disambut gelak tawa anggota keluarga.


"Justin, apa kamu sudah mengunjungi kantor kakek di Paris?" tanya Oscar lebih serius.


"Sudah Kek...aku dan Jess sempat mengunjunginya. Saat kami mengecek pengeluaran untuk produksi parfum terbaru memang sedikit tak masuk akal, tapi tenanglah kami sudah mengatasinya, dan memecat oknum yang me-mark up angka produksi itu."jelas Justin.


"Oh syukurlah kalau begitu. Justin..apa kamu tidak berminat membantu Ayahmu mengurus perusahaan kakek? Kakek sudah tak lagi muda Nak..kakek tak tahu sampai kapan usia kakek..." kata Oscar.


" Kek...maafkan aku Kek...untuk saat ini aku masih belum sanggup jika harus mengelola perusahaan kakek...tugasku sebagai dokter bedah sekaligus CEO GMC dan membantu Jess menjalankan perusahaannya saja kadang sudah membuatku sangat kewalahan..aku takut nantinya aku tidak bisa menjalankan semuanya dengan baik.." kata Justin memberikan pengertian pada kakeknya.


"Papa tenang saja...ada Michael..aku bisa membantu papa menjalankan bisnis papa...walaupun masih perlu belajar lagi,..." kata Michael menenangkan sang ayah.


"Papa percaya padamu Son...hanya papa sedikit khawatir, sejak muda kamu sudah kehilangan kebahagiaanmu, malah sekarang papa membebanimu mengurus perusahaan yang papa berikan..." kat oscar berkaca kaca.


Freddy dan Karina yang duduk disamping Oscar mengusap punggung kakek tua itu agar lebih tenang. Jess yang mengerti suasana itu berusaha mencairkannya.


"Kek...kami ada oleh oleh untuk kakek.."Jess mengeluarkan coklat tanpa gula untuk kakek mertuanya.


"Hmmm....selalu tahu kesukaan kakek sayang..." kata Kakek Oscar dengan mata berbinar.


"Kak Justin yang memberitahukan padaku kek.." kata jess.

__ADS_1


"Ehm....tapi kakek hanya boleh memakannya satu kali sehari disaat suasana hati kakek buruk. Tidak boleh berlebihan.." kata Justin memperingatkan.


"Begini nih susahnya kalau punya anak dan cucu dokter..."kata Oscar sambil memanyunkan bibir.


Mereka pun tertawa melihat tingkah lucu kakek tua yang kadang absurb itu.


"Katanya papa ingin menggendong cicit...apa aku wakilkan saja kalau cucuku lahir nanti..."kata Michael meledek sang ayah.


"Oh..tidak bisa...aku akan menggendong cicitku sendiri...." kata Oscar tak mau kalah.


Seketika suasana hati Jess berubah.


"Semuanya..aku istirahat dulu...permisi" kata Jess sambil berlari menuju kamarnya.


Semua orang yang ada di ruang tengah itu nampak bingung. Justin yang mengerti sikap Jess,langsung menceritakan yang sebenarnya pada semua anggota keluarga. Kakek Oscar pun merasa sangat bersalah. Tapi Michael bisa menenangkannya.


"segera susul istrimu Son..." kata Freddy.


"Iya pah...aku ke atas dulu" kata Justin.


Justin mengetuk kamar Jess, tapi tidak ada sahutan. Ia pun mencoba membuka gagang pinti, dan ternyata tidak dikunci. Terdengar gemericik air tanda ada seseorang di kamar mandi. Justin pun menyusul ke kamar mandi.


"Aku tak apa apa By..." jawab Jess.


" Aku tahu kamu begitu terbebani dengan pembicaraan ayah dan kakek tadi...saat ini yang terpenting adalah menjaga kesehatanmu. Percayalah, masih banyak peluang kita untuk punya anak..lagipula kita masih beberapa hari menikah..tidak mungkinkan langsung punya anak..." kata Justin mengelus rambut Jess.


"Iya By...aku mengerti, mungkin aku terlalu terbawa perasaan tadi..." kata jess merasa bersalah.


"Honey..apa kamu akan membiarkan suami tampanmu ini kedinginan disini?sedangkan kamu berendam dengan air hangat..."kata Justin memelas.


"Mulai lagi deh..." kata Jess memutar bola matanya.


Justin langsung masuk ke dalam bathup dan mandi bersama Jess. Awalnya ritual mandi itu berjalan semestinya, tapi pada akhirnya pengantin baru tetaplah pengantin baru. Mandi plus plus pun terjadi.


Setelah satu jam mereka mandi, Justin membopong tubuh Jess ke atas ranjang. Ia mengulangi lagi pergulatan mereka hingga beberapa ronde. Dan karena kelelahan akhirnya mereka pun tertidur.

__ADS_1


Jess perlahan membuka matanya. ia masih dalam keadaan polos saat bangun tidur, Jess segera menuju Walk in closet untuk mengambil bajunya. Ia hanya memakai celana dan baju tidur pendek. Karena merasa lapar ia turun ke dapur untuk membuat makanan untuk Justin dan dirinya.


"Sayang..kamu baru bangun..."Kata Karina yang sudah berada di dapur.


"Iya Bun...bunda lagi ngapain?" tanya Jess.


"Bunda sedang buat puding coklat kesukaan Jeje, karena sebentar lagi Jeje dan Vano kemari." kata Karina


"Kamu lapar Nak..Bunda lihat kamu dan Justin sejak sampai di rumah tadi belum sempat makan.." lanjutnya.


" Iya Bun..tadi capek banget, jadi Jess langsung istirahat saja." kata Jess sambil mencari bahan makanan di kulkas.


"Kamu cari apa Nak..?" tanya Karina.


"Aku cari bahan buat gado gado Bun..kayanya enak siang siang gini makan gado gado." kata Jess.


"Boleh juga sekalian nanti kita makan siang bareng. Kamu istirahatlah, biar Bunda dan pelayan yang membuatkan." kata Karina.


"Biar Jess juga bantu Bun...lagi pengen masak juga soalnya. Memang Bang Vino sama kak Alexa juga datang Bun?"tanya Jess.


"Vino lagi ke Jepang buat ngurus kerjasama proyek IT disana sedangkan Alexa beberapa hari ini sedang banyak jadwal operasi, maklum dia kan masih magang buat gelar spesialisnya."jelas Karina.


"Papa biasanya pulang makan siang Bun..?" tanya Jess.


"Papamu beberapa hari ini sangat sibuk Nak...ia jarang pulang untuk makan siang, mungkin karena papa juga akan mengundurkan diri dari firma hukum, jadi sebisa mungkin pekerjaannya harus segera selesai." Jelas Karina. Jess langsung mengerti alasan Freddy akan berhenti sebagai pengacara. Karena tak mungkin ia bisa mengelola 2 perusahaan pusat sekaligus jika dirinya masih menjadi seorang pengacara. Karena Freddy bukan tipikal orang yang mudah mempercayakan perusahaan kepada bawahannya.


Saat ibu dan anak itu sedang mengobrol, Vano dan Jeje sampai di rumah Karina.Seperti biasa mereka berdua akan heboh mencari Karina kesana kemari.


"Bun...Bunda..Jeje datang.." Teriak Jeje.


Saat melihat Karina dan Jess di dapur Jeje langsung menghambur ke pelukan bundanya. Sedangkan Vano mengikutinya dari belakang. Terbersit rasa sedih Vano saat melihat Jeje memeluk Bunda Karina,bukan katena iri, tapi lebih karena kasihan kepada Vano, yang sekecil itu sudah menjalani kehidupan yanh keras tanpa orangtuanya.


"Duh..anak bungsu Bunda akhirnya datang juga..Bunda kangen tahu..."kata Karina sambil menciumi wajah Jeje.


"Ih...Bunda...Jeje bukan anak kecil lagi..." kata Jeje mendadak kembali datar.

__ADS_1


"Kak Jess baru pulang?" kata Jeje pada Jess.


" Iya Je...eh kakak ada oleh oleh buat kamu, tapi masih dikamar, nanti aja ya Je.." kata Jess. bersamaan itu Justin yang baru bangun juga ikut bergabung di meja makan dapur. Suasana dapurpun menjadi ramai, karena celotehan Jess dan Jeje yang bertolak belakang dan sering berdebat.


__ADS_2