
Pagi hari, Alexa sedang bersiap menuju rumah sakit. Ia mengenakan blouse warna lazy pink dipadukan dengan celana panjang coklat muda. Ia memang tak pernah berlebihan dalam mengenakan pakaian. Bagi Alexa yang terpenting ia merasa nyaman dan masih dalam batas kesopanan. Ia lebih suka memakai sepatu kets atau flat shoes saat praktek, karena menurutnya sepatu tersebut paling nyaman digunakan saat keadaan darurat.Hari ini ia memakai sepatu kets warna lazy pink senada dengan blouse nya.
Saat ia sedang memoleskan make up tipisnya, ponselnya berdering. Terpampang nama Vino di sana.
"Hallo selamat pagi Vin..."
"Selamat pagi ,Xa..apa kamu sudah bersiap?aku sudah di depan apartemenmu..."kata Vino di seberang telepon.
"Sebentar Vin aku masih pakai sepatu," jawab Alexa.
" Iya aku menunggumu di bawah."kata Vino.
Alexa menutup ponselnya dan segera turun dari lantai 7 apartemennya. ia melihat Vino sudah menunggu sambil bersandar di kap depan mobilnya. Ia membawa sebuah buket besar bunga mawar pink.
"Pagi Alexa..."sapa Vino sambil tersenyum
"Pagi juga....maaf membuatmu menunggu..."kata Alexa.
"Ah..nggak juga..aku tadi memang berangkat 30 menit lebih awal Xa..biar kamu nggak nunggu."kata Vino.
"Ini buat kamu.."kata Vino sambil menyodorkan buket besar bunga mawar pink dan coklat kesukaan Alexa sejak kecil.
"Vin..terimakasih...tapi maksudnya?"tanya Alexa.
"Kamu pasti tau kok maksudnya, kalau laki laki memberi bunga pada perempuan..,"kata Vino sambil menatap Alexa penuh arti. Alexa lun merasa gugup.
"Astaga..ini benar benar bahaya untuk jantungku..." gumamnya, karena saat ini jantungnya berdegup kencang dan pipinya merona merah.
"Ayo Xa kita berangkat.." ujar Vino, dibalas anggukan oleh Alexa. Vino pun membukakan pintu untuknya.
Vino melajukan mobilnya dengan keceoatan sedang.
"Vin...kamu kok repot repot antar aku sih...akubkan bisa bawa mobil sendiri.." kata Alexa.
"Xa...aku udah lama nunggu saat ini, dulu aku hampir tiap hari dibully teman temanku karena penampilan cupuku, cuma kamu yang mau berteman denganku. Bahkan kamu sampai dijauhi sahabat sahabat kamu gara gara berteman denganku. Tapi disaat aku merubah penampilanku jadi lebih baik, kamu pindah ke Singapura." kata Vino.
"Vin..buat aku penampilan tuh nomor sekian, yang terpenting hati kita..Ya memang sih bagi sebagian pekerjaan penampilan memang sangat penting, misal kaya kamu sekarang, nggak mungkinkan CEO pakai baju sembarangan apa lagi compang camping.hehe...tapi balik lagi ke hati kita, Vin.."kata Alexa.
"Buat aku kamu tetap Vino yang dulu, yang baik banget, atau mungkin terlalu baik sampai rela antar jemput aku,padahal kantor kamu sama tempatku praktek berlawanan arah." lanjut Alexa.
"Itu karena aku sayang banget sama kamu Xa.." kata Vino penuh kesungguhan
"Tapi..apa aku maaih pantas buat kamu, aku cuma anak panti yang asal usulnya nggak jelas, lalu dipungut seseorang untuk dimanfaatkan kemudian dibuang lagi...Apa kata orang Vin..?" kata Alexa berkaca kaca.
"Aku nggak peduli kata kata orang Vin..mau orang berkata apa, tapi hatiku berkata kamu yang terbaik buat aku. Bunda sama Papa juga nggak pernah mempermasalahkan status sosial seseorang Yang aku tahu, kamu seperti malaikat tanoa sayap yang dikirim Tuhan buat aku." kata Vino.
"Isshh...gombal banget...," kata Alexa terkekeh. Kemudian mereka memilih diam.
"Xa..sudah sampai.." kata vino membuyarkan lamunan Alexa.
"Oh..iya..loh..Vin ini kan bukan rumah sakit..sebentar..sepertinya aku kenal tempat ini?"kata Alexa yang tak merasa asing dengan tempat tersebut. Sebuah warung makan sederhana dekat kampus mereka tapi asri dengan pohon dan bunga bunga yang tumbuh di sekitarnya.
"Kamu sudah ingat?"tanya Vino.
"Aku ingat Vin..ini Warung Bubur ayamnya Bi Mut. Kita selalu kesini kalau nggak sempat sarapan di rumah." kata Alexa berbinar.
"Kamu suka?"tanya Vino. Alex pun mengangguk.
__ADS_1
"Ayo kita masuk.." Ajak Vino. Alexa pun tersenyum dan mengikuti Vino dibelakangnya. Mereka pun mengambil tempat di dekat Jendela yang menghadap kebun bunga di sebelah warung itu.
"Tempatnya nggak berubah ya Vin...hanya sedikit luas...tapi aku suka disini." kata Alexa.
"Mau makan apa mas Vino?" tanya pemilik Warung yang mereka kenal sebagai Bi Mut.
" Seperti biasa Bi...dua ya...Bibi masih ingat nggak sama dia?"tanya Vino sambil menunjuk Alexa yang ada di sebelahnya.
"Bibi kayaknya kenal..Ini mbak Alexa yang sering makan disini dulu kan?"kata Bi Mut memastikan.
Alexa pun tersenyum dan mengangguk.
"Mbak Alexa tambah cantik ya sekarang...pasti mas Vinonya tambah sayang sama mbak Alexa. Sekarang pasti sudah jadi dokter ya mbak?"tanya Bi Mut.
" Hehe...iya Bi..kami cuma temenan kok Bi" jawab Alexa salah tingkah dengan pipi yang merona.
"Walaupun lebih dari temen juga nggak apa apa kok mbk Alexa..kan Mas Vino juga baik,ganteng lagi." kata Bi Mut.
"Doain ya Bi..biar statusnya naik..."sahut Vino. Pipi Alexa pun swmakin memerah.
"Sebentar Bibi buatkan dulu ya Bubur ayamnya..." Kata Bi Mut.
" Iya Bi....terimakasih." Jawab Alexa.
"Vin..kamu sering kesini ya...kelihatannya akrab banget sama Bi Mut?" tanya Alexa.
" Hampir tiap hari..." jawab Vino.
"Emang kamu nggak pernah sarapan di rumah?"tanya Alexa.
" Aku setiap hari berangkat sebelum jam 6, aku masuh belum berselera makan di jam jam segitu, jadi aku milih sarapan disini." jawab Vino.
" Iya..aku tahu tapi mau bagaimana lagi,..." jawab Vino.
" Gini aja besok kalau kamu jemput aku, sekalian aku bawain bekal buat kamu, jadi bisa kamu makan di kantor, sedangkan makan disini bisa seminggu 2 kali saja.Bareng aku..Gimana?" kata Alexa.
" Ok..tapi apa kamu nggak keberatan,kalau harus menyiapkan bekal?" tanya Vino.
" Aku sudah terbiasa bawa bekal ke rumah sakit, jadi Nggak akan repot kalau buatkan kamu bekal juga."
Tak berapa lama bubur pesanan mereka pun datang. Alexa segera memakannya.
"Pelan pelan Xa..masih panas.." kata Vino.
" Kalau sudah dingin nggak enak lagi Vin.." jawab Alexa.
"Kamu masih tetap sama Xa...tapi hati hati bibirmu bisa lecet" kata Vino.
" iya iya..."
Setelah hampir 30 menit disana, mereka langsung menuju rumah sakit. 15 menit kemudian mereka sudah sampai. Dan Vino keluakebih dulu untuk membukakan pintu untuk Alexa.
"Xa..aku ke kantor sebentar ambil File dulu nanti biar bisa kukerjakan sambil nunggu kamu." kata Vino.
"Iya makasih Vin...mungkin nanti operasinya nggak sampai 3 jam kok...karena aku juga nggak ada jadwal praktek hari ini." kata Alexa.
" Kamu masuk dulu ya...hati hati..." kata Vino sambil mengecup lembut kening Alexa.
__ADS_1
Alexa pun terperanjat dan langsung memegang keningnya.
"Oh my God....Jantungku bisa copot kalau gini terus.." gumam Alexa sambil memegangi dadanya.
"Xa..kamu nggak apa apa?" tanya Vino khawatir.
"ee..oh..nggak apa apa kok Vin..kamu hati hati juga ya..." kata Alexa.
Mereka segera menuju ke tempat masing masing.
Satu jam kemudian, Vino datang ke rumah sakit tempat Alexa bekerja dan langsung menuju ruangan milik Justin. Ia sudah dua kali ke rumah sakit itu, jadi sudah tahu dimana ruangan Justin berada.
"Maaf apa dokter Justin ada di dalam?"tanya Vino pada sekretaris Justin.
"Dokter Justin masih di ruang operasi Tuan, tapi Anda bisa menunggunya di dalam." kata sekretaris Justin.
Vino pun masuk ke dalam ruangan Justin. Dan ia juga mulai mengerjakan pekerjaannya di dalam, sambil menanti Alexa.
Tak lama kemudian, Jess juga masuk ke ruangan itu, dan terkejut melihat Vino dengan kacamata tebalnya sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya.
"Loh..kak Vino..ngapain disini?"tanya Jess
"Nunggu Alexa..Kami mau fitting baju bareng.."kata Vino.
"apa nggak ada yang mau diceritakan ke aku Kak?"tanya Jesslyn menyelidik.
Tak lama kemudian, Justin masuk ke ruangannya. Ia langsung memeluk dan mencium pipi dan kening Jess.
" Cih....kaya dunia milik berdua aja..gue ngontrak nih...??" kata Vino yang merasa terabaikan
"Lah elu kan ada dokter Alexa..sana cium Alexa."kata Justin cuek.
"Gue cuma temenan sama Alexa,.."kata Vino.
"Hari gini temenan tapi cium cium di tempat umum..." kata Justin meledek.
Vino pun hanya terkekeh. Ia melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Jess juga sibuk mengerjakan tugas yang diberikan Justin padanya. Jess memang tidak ke kampus, tapi Justin tetap memberikan tugas padanya untuk mengejar ketertinggalannya, agar Jess bisa lulus tepat waktu.
Selang 1 jam, Alexa masuk ke ruangan CEO rumah sakit itu, ia melihat 3 orang dengan kesibukannya masing masing, hingga tidak menyadari kehadirannya. Vino sedang memeriksa berkas perusahaannya, sedangkan Justin sedang mengajari Jess yang mengerjakan tugas.Ia pun hanya menggeleng.
"Ehm...." Alexa berdehem.
Semuanya mendongak.
"Kak alexa sudah lama?" tanya Jess.
"Sudah hampir berakar malah..hehehe..."jawab Alexa terkekeh.
"Xa..sudah apa kamu sudah selesai?"tanya Vino sambil menutup laptopnya. Dan melepas kacamatanya.?
"Sudah Vin..kita berangkat sekarang..nanti tante sama Vano kasian kalau nunggu kita."kata Alexa.
Mereka pun segera berpamitan pada Jess dan Justin.
"Eh..dosen galak sama mahasiswi bawel..kita berangkat dulu ya..mau bikin kalian seneng.." kata Vino menggoda.
" Ish..dasar."umpat Justin.
__ADS_1
Vino hanya terkekeh. Mereka pun meninggalkan ruangan CEO itu dan segera berangkat ke butik untuk fitting baju mereka.