My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Hadiah dari Triplets(ending)


__ADS_3

9 tahun kemudian......


Ganendra Medichal Center bertransformasi sebagai rumah sakit bertaraf internasional yang memiliki fasilitas terlengkap dengan dokter dokter terbaik. Rumah sakit itu menjadi 5 besar rumah sakit terbaik se Asia dan 20 besar rumah sakit khusus bedah terbaik di dunia.


Sore itu seorang perempuan berambut pendek dibawah telinga menggunakan blouse berwarna putih dan rok bermotif bunga di bawah lutut dengan luaran snelli putih berlogo GMC menuju ruangan di lantai paling atas gedung rumah sakit megah itu.


Ia masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk pintu. Saat melihat seseorang memandang ke arah jendela, perempuan itu langsung memeluk laki laki itu dari belakang.


"Happy anniversarry My Hubby......" kata perempuan itu. Laki laki itu langsung berbalik dan menyambar bibir wanitanya. Mereka berciuman dalam waktu yang cukup lama.


Flashback.


Setelah dilakukan berbagai upaya, nyawa Jess tak terselamatkan.


"Waktu kematian pukul 08.55 atas nama Jesslyn Kimberly Gunawan." kata dokter Helena dengan lirih.


Justin hanya terdiam bagai patung. Ia tak bergerak sama sekali dengan tatapan mata kosong. Seperti tak ada jiwa yang berdiam ditubuhnya. Tak ada airmata yang keluar. Helena melepas baju kebesarannya dan keluar kamar itu untuk mengabarkan kematian Jesslyn pada seluruh keluarga besar.


Semua anggota keluarga merasa sangat terpukul dengan kematian Jess. Tapi mereka juga berusaha mengikhlaskan kepergian Jesslyn yang mendadak. Alexa keluar ruangan dengan tatapan mata kosong. Tak lama kemudia ia jatuh pingsan saat Vino mendekatinya.


Sedangkan Justin di dalam ia terus memandangi jasad istrinya. Para perawat melepas satu persatu alat bantu yang menempel pada Jess.


"Sudah cukup..pergilah..biar aku sendiri yang melepasnya" kata Justin dengan nada dingin. Justin membiarkan selang ventilator dan EKG itu tetap terpasang. Ia masih berharap jika ada keajaiban yang terjadi.


Perawat perawat itu keluar dari ruangan dan membiarkan Justin bersama Jess. Perlahan, Justin mendekati tubuh tak bernyawa itu.Mengelus lembut pipi pucat istrinya dan mengecup bibir yang biasanya berwarna merah alami kini berwarna pucat.

__ADS_1


"Honey....apa kami mau balas dendam padaku sayang?Aku dulu memang pernah meninggalkanmu..tapi akhirnya aku kembali hanya untuk kamu...apa kamu yakin, meninggalkan aku dengan triplets kita..aku tak akan sanggup merawat mereka sendirian...tapi kalau kamu mau pergi pergilah...mungkin kamu memang begitu tega denganku dan anak anak anak kita. Pergilah...jangan pedulikan kami lagi...pergilah...." kata Justin di dekat telinga Jess.


Justin yang merasa usahanya mengembalikan Jess sia sia, melepas alat alat dengan pelan, ia takut menyakiti tubuh tak bernyawa itu. Saat ia mulai menarik selang intubasi itu, Jess sedikit terbatuk. Itu membuat Justin tersentak kaget, karena tubuh Jess memberikan reaksi.


Justin langsung mengambil stetoskop dan memeriksa detak jantungnya. Ia seperti tak percaya. Justin kembali memasangkan EKG yang sudah ia lepas sebelumnya. Dan benar saja, jantung Jess kembali berdetak walaupun sedikit lemah, tekanan darah yang awalnya sangat rendah perlahan meningkat.


Ia langsung memasangkan masker oksigen di hidung dan mulut Jess. Tak lama kemudian, mata Jess terbuka.


"Honey.....kamu membuka matamu?apakah ini mimpi?Honey...apa kamu mendengarku..?"tanya Justin sambil menciumi wajah Jess yang masih lemah. Jess hanya tersenyum lemah.


Flashback off.


Hari ini tepat Jess dan Justin merayakan pernikahan mereka yang ke 10 tahun. Jess sudah menyandang gelar dokter spesialis bedah anak di rumah sakit milik suaminya. Bukan hal mudah yang sudah Jess lalui untuk menjadi seorang dokter spesialis seperti saat ini.


Walaupun Justin pimpinan GMC, tapi ia tak memberi hak istimewa apapun kepada istrinya. Jadi Jess memang benar benar melalui semua proses agar menjadi seperti saat ini. Tapi Justin memberikan dukungan penuh pada karir sang istri yang juga harus mengasuh ketiga putra putri mereka. Walaupun sudah dibantu oleh tiga orang baby sitter tapi Justin dan Jess tak ingin melewatkan tumbuh kembang triplets mereka, Jonathan, Joyceline dan Jacqueline. Jess tak lagi memimpin perusahaan peninggalan kakek dan orang tuanya. Semua tampuk kepemimpinan ia serahkan pada Freddy dan kedua anaknya, Vano dan Vino. Walaupun begitu, ia tetap menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan itu.


Beralih ke Alexa, kini ia dan Vino sudah menikah dan dikaruniai 2 anak laki laki dan perempuan.Sedangkan Vano, ia menikah dengan seorang perawat yang pernah membantu persalinan Jess.Tapi hingga kini mereka belum dikaruniai anak.


Malam itu seluruh keluarga besar berkumpul untuk merayakan 10 tahun pernikahan Justin dan Jess. Tak ada acara mewah yang mereka adakan, mereka hanya mengadakan syukuran bersama keluarga dan makan malam bersama.


Karena kesibukan masing masing keluarga, waktu berkumpul seperti ini merupakan waktu yang sangat berharga bagi mereka. Bahkan Michael dan Helena rela datang dari Paris hanya untuk menghadiri ulang tahun pernikahan putera dan menantu semata wayangnya itu.


"Terimakasih semuanya yang sudah hadir di acara ulang tahun pernikahan kami yang ke sepuluh. Banyak sekali suka,duka yang telah kami lalui selama sepuluh tahun kami bersama. Kami sangat bersyukur hingga detik ini Tuhan masih mempercayakan kami untuk mengarungi dan membangun bahtera cinta kami." kata Justin saat membuka acara ulang tahun pernikahan tersebut.


Kejutan datang dari ketiga buah hati mereka. Jo, Joyce dan Jacq mendorong sebuah kotak besar untuk kedua orang tua mereka.

__ADS_1


"Mom..Dad..selamat ulang tahun...ini dari hadiah dari kami bertiga..maaf kalau kami hanya memberikan ini untuk kalian...."kata Jonathan mewakili kedua adiknya.


"Terimakasih sayang...apapun hadiah dari kalian..Mommy dan daddy akan sangat berterimakasih pada kalian..." kata Jess sambil memeluk dan menciumi ketiga anaknya. Begitu pula Justin.


Justin dan Jess langsung membuka hadiah besar itu. Dan ternyata kotak itu berisi pohon buatan yang di penuhi foto foto keluarga mereka mulai saat Triplets itu masih kecil. Mereka begitu terharu hingga meneteskan air mata.Tapi ada satu yang menarik perhatian sepasang suami istri itu. Yaitu sebuah amplop berwarna putih yang terletak di puncak pohon.


Saat Justin dan Jess membuka amplop itu, sontak membuat mereka berdua sangat terkejut sekaligus tak percaya. Ternyata amplop itu berisi tiket liburan ke Maldives untuk kedua orangtuanya. Jess memandang ketiga anaknya dengan tatapan tak percaya.


"Sayang...ini...." kata Jess yang masih dalam keterkejutannya.


"Ini hadiah dari kami bertiga Mom..Dad..kami patungan dari tabungan kami..." kata Joyce sambil menundukkan kepalanya.Jess langsung memeluk ketiga buah hatinya. Ia benar benar tak menyangka anak anaknya menyiapkan sesuatu yang besar untuk kedua orang tuanya.


"Mommy...Daddy..maaf..kami cuma bisa membelikan tiketnya...Hotelnya kalian bayar sendiri yaa....." kata Jacqueline dengan muka polosnya. Semua orang yang ada di meja makan langsung tertawa dengan kepolosan tiga anak luar biasa itu.


"Tenang sayang...Mommy dan daddy mu itu uangnya banyak..kalian tak usah khawatir..." kata Michael sambil mengacak rambut cucunya itu.


Dua minggu kemudian, Jess dan Justin benar benar pergi ke Maldives untuk berlibur. Sebenarnya mereka ingin mengajak Triplets untuk ikut, tapi ketiga anaknya menolak dengan alasan ingin menghabiskan masa liburan semester mereka di rumah kakek neneknya, Freddy dan Karina bersama dengan sepupu mereka.


Sore itu Justin dan Jess menikmati sunset di sebuah resort mewah yang sudah mereka sewa. Walaupjn sudah sepuluh tahun berlalu, tapi mereka masih seperti pasangan pasangan muda yang lainnya. Mereka tak pernah malu untuk memperlihatkan kemesraan mereka.


"Honey..terimakasih telah hadir dikehidupanku. Terimakasih kamu telah memberikan warna dihidupku yang membosankan ini. Terimakasih telah kembali hidup untuk kami....Aku mencintaimu..sangat sangat mencintaimu..." kata Justin sambil memeluk erat Jess yang menyandarkan kepala di dada bidang Justin.


"Terimakasihmu terlalu banyak By...kehidupan kita masih sangat panjang..simpan saja rasa terimakasihmu itu...aku yang harusnya berterimakasih padamu untuk semuanya..karena terlalu banyak yang sudah kamu wujudkan untukku dan untuk anak anak kita...."


"Aku sangat bersyukur, Tuhan memberikanku hidup kedua setelah kelahiran putra putri kita..Aku sudah sangat putus asa waktu itu..tapi cintamu yang membuatku untuk tetap bertahan...Aku mencintaimu Hubby...I love you my Surgeon...." Kata Jess. Ia langsung menyambar bibir Justin dan memberikan sesuatu yang sangat indah bagi setiap pasangan suami istri.

__ADS_1


END~~~


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2