My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Alexa Gunawan


__ADS_3

Pagi itu, Jess,Justin dan Michael sarapan bersama. Mereka sudah berada di rumah sejak tiga hari yang lalu. Sejak kejadian tempo hari di hotel membuat Michael lebih pendiam dari biasanya.Justin dan Jess yang paham dengan apa yang dirasakan Michael, dan memilih untuk tidak mengungkit lagi masalah 3 hari yang lalu.


Saat mereka sedang asyik sarapan, ponsel Justin berbunyi. Terpampang nama Revan di ponsel itu.


"Hallo..ada apa Revan?" tanya Justin.


" ......"


"Baiklah, setelah ini aku langsung ke kantormu. Aku akan mengajak ayah juga."ucap Justin.


"....."


Justin pun menutup telfonnya.


" Ayah...Revan menyuruh kita datang ke kantornya, ada hal penting yang harus kita urus."kata Justin.


"Apa ini tentang kasus Jess?"kata Michael.


"Iya ayah".


"Jess..nanti kamu pulang kuliah akan dijemput pak Wawan. Jangan pulang sendiri ya..kamu tetap dengan pengawalan walaupun tanpa aku, aku ada urusan penting hari ini, tak apa apa kan.." Kata Justin.


"Iya kak..aku paham kok...kakak hati hati ya...ayah juga...harus tetap semangat.." kata Jeas menyemangati kedua orang dihadapannya.


Mereka pun tersenyum mendengar ucapan Jess.Mereka berdua sangat bahagia karena kesehatan Jess sudah benar benar pulih dan sifat cerianya kembali seperti sedia kala.


Pukul 9 mereka pun berangkat bersama sama, seperti biasa Michael yang menyetir mobil saat bersama sama anaknya. Justin duduk di sebelah Michael dan Jess dibelakang. Michael mengantar Jess ke kampus terlebih dulu.


45 menit perjalanan akhirnya Jess sampai di kampus. Justin seperti biasa mengantar Jess sampai dikelas. hampir semua mahasiswa menatap ke arah mereka, karena mereka sekarang tahu siapa diri Jess. Ia adalah calon istri putra pemilik Kampus Ganendra Medichal University.


"Sudah sampai Kak...kakak boleh pergi, kasian Ayah menunggu di mobil."kata Jess saat mereka sudah sampai di depan kampus.


"Kamu mengusir kakak, Jesz?" tanya Justin.


"Tidak..Kak..bukan itu maksudku.." kata Jess.


" Tapi...."


Cup.


Belum sempat Justin menyelesaikan kalimatnya Jess lebih dulu mencium bibir Justin. Justin pun melotot kaget, seketika pipi Jess merona merah, malu dengan apa yang telah dia lakukan. Karena tak sedikit mahasiswa yang berteriak histeris melihat adegan romantis itu.


"Baru kali ini lhow ada mahasiswa yang berani cium- cium dosennya di kampus?"goda Justin, pipi Jess pun lebih merah lagi karena malu.


"Biarin aja, kan dosennya calon suami sendiri..biar semua tahu kalau Pak Dokter Justin itu milik Jesslyn, cuma Jesslyn." kata Jess.

__ADS_1


"Jesslyn nggak malu?"goda Justin.


"Iihhh...kakak pergi sana...tuh profesorTyo udah mau sampai.." kata Jess. Yang menunjuk seorang laki-laki paruh baya yang berjalan ke arahnya.


"Selamat pagi Prof.."sapa Justin sambil berjabat tangan.


"Selamat pagi dokter Justin, apa kabar?"Kata profesor Tyo sambil membalas jabat tangan Justin.


"Baik prof...saya hanya mengantar calon istri saya saja, karena hari ini saya tidak ada jadwal mengajar." kata Kustin ramah.


Mereka pun berbasa basi singkat. Dan setelah selesai, Justin langsung meninggalkan kampus, dan segera ke kantor Revan.


Jess yang sedang menerima mata kuliah merasakan ponselnya bergetar, dan ternyata pesan dari Justin.


Justin:


Honey..nanti setelah selesai kuliah, kamu langsung ke ruangan aku ya...tunggu aku di sana kalau aku belum datang. Tadi aku lupa mengatakannya kepadamu.


Jess:


Iya calon suamiku...


Justin:


Ingat jangan menunggu di luar terlalu berbahaya.


Jess:


Justin:


😘😘😘


Jess:


Dasar dokter bucin😘😘.


Sudah..aku mau kuliah dulu biar jadi dokter hebat seperti suamiku.


Justin:


Iya..hati hati....


Jesspun memasukkan ponselnya ke dalam tas dan kembali mengikuti pelajaran dengan konsentrasi.


Dilain tempat, Revan, Justin dan Mike sedang serius memeriksa berkas berkas. Nampak juga Leni yang ikut mengerjakan berkas yang lain.

__ADS_1


Mereka bekerja dengan sangat serius.


"Van apa kamu yakin bukti bukti ini bisa mengembalikan apa yang seharusnya milik Jess?"tanya Michael.


"Menurut Revan harusnya bisa Om, Alexa sendiri yang mengatakan bahwa surat pengalihan saham 15% dan 20% atas nama Jesslyn dan Feli menjadi milik Felix itu adalah palsu, Felix punya kemampuan untuk memalsukan tanda tangan hingga akurasi kesamaan 80%."


"Benar benar licik. Tapi bagaimana kamu bisa percaya kalau Alexa mengatakan kepadamu bahwa tanda tangan itu palsu, apa kamu tidak takut kalau itu siasat dari mereka?" tanya Michael.


"Om..awalnya saya juga tidak percaya dengan apa yang Alexa katakan, tapi melihat dari sorot matanya saya rasa tidak ada yang Alexa sembunyikan. Ia bahkan juga mengatakan sebuah kebenaran tentang dirinya bahwa ia bukanlah anak kandung dari Felix Gunawan. Ia diambil dari salah satu panti asuhan di Bandung dan dijadikan anak "kandung " oleh manusia licik itu untuk menutupi kemandulan istrinya."


" Karena untuk mewarisi harta tersembunyi Gunawan, mereka harus mempunyai keturunan yang bisa mewarisi harta tersebut. Bukan anak angkat tapi benar benar keturunan darah Gunawan. Dan alexa mengatakan sejujurnya bahwa ia bukan anak kandung dari Gunawan." jelas Revan.


"Lalu bagaimana dengan kecelakaan Frans dan Feli tiga tahun yang lalu?" tanya Michael.


"Saya berhasil mendapat retasan rekaman CCTV yang telah dihapus oleh seseorang, pelakunya tak lain adalah mantan salah satu maid yang bekerja di rumah Jess. Ia dibayar oleh Felix untuk memutus kabel rem mobilnya. Felix juga bekerjasama dengan salah satu oknum kepolisian agar kasus kecelakaan itu ditutup. Tapi tenang saja kedua orang suruhan itu sudah saya amankan di markas." kata Revan dengan senyum devilnya.


Justin yang mendengar cerita Revan mengepal kan tangannya. Ia merasa sangat marah bukan hanya kepada Felix tapi juga kepada dirinya, andai ia kembali dari London lebih cepat, pasti ia bisa membongkar kasus kematian orang tua Jess, dan tidak sampai berlarut larut bahkan sampai menyebabkan nyawa Jess terancam.


"Kalau untuk kasus percobaan pembunuhan pada Jesslyn itu sudah jelas Michael menyuruh oknum perawat si ruang Jess untuk menyuntikkan zat arsenik pada pembuluh darah Jess.Rekaman CCTVnya juga sudah ada, tinggal kita serahkan bukti kejahatan Felix dan istrinya ke pihak berwajib."


"Kau tidak lupa rencana kita kan Revan?" tanya Michael.


"Tentu tidak Om..kita menyerahkan mereka ke pihak berwajib agar berita tentang mereka menjadi trending topik diberbagai laman berita. Agar kita menghancurkan nama baik yang mereka bangun untuk menutupi kejahatannya. Kemudian setelah beberapa saat menikmati kejahatannya di jeruji besi, kita memberi tebusan ke pihak kepolisian, seakan kita membebaskan mereka. Tapi kita akan memberi hukuman yang sebenarnya. Dan nama Felix Gunawan tidak akan ada lagi bahkan sehelai rambutnyapun tak akan tersisa. Bagaimana Om..?" ujar Revan.


"Hhufftt....aku serahkan ke padamu Revan...tapi yang dari tadi aku bagaimana dengan Alexa, bagaimana dia tahu kalau dia bukan anak kandung dari Felix.?"kata Justin yang tiba tiba berbicara sebelum ayahnya menjawab.


"Saya tahu saya bukan anak kandung papa saat saya mengalami kecelakaan". kata Alexa yang sudah berada di pintu ruangan Revan.


"Alexa..kamu sudah datang?" kata Revan,Alexa hanya mengangguk dan melanjutka ceritanya.


"Papa dan mama tidak bisa mendonorkan darahnya karena golongan darah mereka tidak ada yang cocok, papa memiliki darah B dan mama adalah O, sedangkan darah saya adalah AB dengan resus -. Saya tahu golongan darah saya langka. Saya mendapatkan donor itu dari seorang OG di rumah sakit tempat saya dirawat. Dan setelah itu saya melakukan Tes DNA tanpa sepengetahuan mereka. Saya seorang dokter memudahkan akses saya untuk melakukan tes DNA secara diam diam."


"Dan seperti yang saya pikirkan, ternyata saya bukan keturunan mereka. Mereka mengadopsi saya dan memalsukan data data saya sehingga seakan saya adalah anak kandung mereka." Jelas Alexa.


"Lalu mengapa Anda mau membocorkan data data Anda sendiri, bukankah dengan menjadi anak kandung seorang Felix Gunawan anda bisa menikmati harta Gunawan yang tak habis tujuh turunan?" Kata Justin sambil menatap tajam Alexa.


"Bukankah mereka menyayangi Anda seperti anak kandung sendiri.?"lanjutnya.


"Munafik rasanya kalau saya tidak tergoda menikmati harta Gunawan yang sangat banyak. Tapi saya tidak semudah itu tergoda makan harta yang tidak sepatutnya menjadi milik saya."


Michael tertegun mendengar apa yang diucapkan Alexa, ia tidak melihat kebohongan di mata gadis seumuran Justin di depannya. Bahkan sebaliknya ada kesedihan yang seperti disembunyikan gadis itu.


"Nona Alexa, mengapa Anda malah mengkhianati orang tua yang menyayangi Anda seperti anak kandung mereka sendiri?" tanya Justin penuh selidik.


"Karena mereka hanya akan memanfaatkan saya, setelah mereka mendapat apa yang mereka inginkan, mereka akan membuang saya untuk menjadikan saya istri ke tiga seorang pengusaha. Dan saya tidak mau itu terjadi pada saya, papa dan mama sudah kelewatan..Hiks.."kata Alexa tak dapat menyembunyikan kesedihannya lagi.

__ADS_1


"saya hanya ingin kehidupan saya sendiri...selama ini saya sudah mematuhi keinginan mereka,...saya ingin kehidupan saya sendiri tanpa tekanan..hiks..hiks..." kata Alexa sambil berurai air mata.


Leni yang saat itu berada di dekat Alexa langsung memeluk menenangkannya. Entah mengapa ia seperti merasakan apa yang dirasakan Alexa.


__ADS_2